email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 26 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Kebijakan Fiskal sebagai Upaya Pertumbuhan Keuangan Publik secara Merata

by Javasatu
23 Oktober 2025
Mohammad Noer Sukardi. (Foto: Dok. Pribadi)

OPINI

Kebijakan Fiskal sebagai Upaya Pertumbuhan Keuangan Publik secara Merata

Oleh: Mohammad Noer Sukardi, Mahasiswa FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Sejak 2019, Indonesia menghadapi tekanan ekonomi serius akibat pandemi COVID-19. Pertumbuhan ekonomi anjlok hingga -0,4%, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 19.000 per dolar AS, dan harga bahan baku, terutama di sektor kesehatan, melonjak hingga 60%. Ketergantungan pada produk farmasi impor, khususnya dari China, serta turunnya ekspor hingga -5,6% menurut Bank Indonesia, menambah tekanan terhadap perekonomian nasional.

COVID-19, yang menular melalui udara, mempercepat penyebaran penyakit di masyarakat. Aktivitas sehari-hari seperti berbicara, bernyanyi, atau berkumpul di tempat umum dapat memicu infeksi, bahkan pada individu tanpa gejala. Kondisi ini membuat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi langkah krusial pada 2020, yang berdampak pada penurunan pendapatan negara hingga Rp 327 triliun dibandingkan 2019 (Kilas Balik Kinerja APBN, 2020).

Dalam kondisi resesi, peningkatan pajak atau pengurangan belanja pemerintah justru berpotensi memperlambat ekonomi. Sejalan dengan pandangan John Maynard Keynes (1936), pemerintah dapat meredam kontraksi ekonomi melalui peningkatan belanja publik untuk menjaga permintaan agregat. Prinsip ini menegaskan perlunya defisit anggaran saat ekonomi melambat, dan surplus ketika ekonomi sedang tumbuh.

Stimulus fiskal terbukti efektif ketika pemerintah memilih meningkatkan belanja publik, dibiayai melalui utang domestik, dibandingkan menaikkan pajak atau memangkas belanja. Indonesia, misalnya, menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) domestik untuk menutupi defisit Rp 36,1 triliun pada 2020, mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri. Posisi utang domestik melalui SBN meningkat dari Rp 3.656 triliun (2018) menjadi Rp 6.301,9 triliun pada Juni 2022, sementara utang luar negeri relatif stagnan (Rp 803,1 triliun pada 2018 dan Rp 806,3 triliun pada 2022).

Seiring pemulihan ekonomi 2022–2023, pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur, yakni jalan tol, jembatan, jaringan listrik, air bersih, hingga fasilitas kesehatan untuk mendorong pemerataan ekonomi. Tahun 2024 menjadi puncak siklus bisnis, diikuti pemulihan ekonomi 2025 melalui stimulus fiskal, termasuk pemindahan dana Rp 200 triliun ke Bank Himbara yang menurunkan suku bunga menjadi rata-rata 2,5%, mendorong pertumbuhan ekonomi meningkat 1% (Nota Keuangan APBN 2025).

(Gambar kiriman Mohammad Noer Sukardi)

Posisi utang Indonesia per November 2024 tercatat Rp 8.680,13 triliun, mayoritas (71,12%) berupa SBN domestik. Pinjaman luar negeri hanya 11,88%, menegaskan strategi pemerintah mengutamakan pembiayaan dalam negeri untuk mengendalikan risiko fluktuasi nilai tukar dan aliran modal keluar. Rasio utang terhadap PDB (Debt-to-GDP) tercatat 39,2%, masih jauh di bawah batas aman 60% menurut UU No. 17/2003.

BacaJuga :

OPINI: Smart Kampung Banyuwangi dan Transformasi Pelayanan Publik

OPINI: Pelayanan Publik Unggul Berawal dari Integrasi Tata Kelola dan Digitalisasi

Efektivitas stimulus fiskal terlihat dari efek domino terhadap perekonomian: suku bunga rendah mendorong masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, meminjam modal usaha, investasi, hingga pengembangan UMKM. Akibatnya, perputaran ekonomi kembali bergerak, menunjukkan bahwa kebijakan fiskal yang tepat dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi secara merata.

(Gambar kiriman Mohammad Noer Sukardi)

Kebijakan fiskal bukan sekadar pengeluaran pemerintah, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Stimulus fiskal yang dirancang berdampingan dengan kebijakan moneter, menurunkan inflasi, suku bunga, dan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja, yakni menjadi kunci pemulihan dan pemerataan ekonomi di Indonesia. (*)

*Artikel ini untuk tugas perkuliahan

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: OpiniUntag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Bakorwil Malang Gandeng PWI Jatim Perkuat Narasi Malang Raya Megapolitan

Wabup Alif Sebut Masa Depan Gresik Ditentukan Desa

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Ribuan Warga

Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja, Siap Hadapi Ancaman Modern

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Pulang Mondok, Santri Ponpes Sakur Ujungpangkah Dibekali Bibit Puyuh dan Ikan Nila

Kapolres Gresik Ganjar Tim Pengungkap BBM Ilegal dan Narkoba

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Mediasi Gugatan Rumah Bocor di PN Malang Gagal, Tergugat Hanya Tawarkan Rp2 Juta

Industri Gresik Utara Melaju, SDM Lokal Siap?

Prev Next

POPULER HARI INI

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

HMD Gemas Wonosobo Siapkan Aksi Damai Dukung Program MBG, Soroti Kebijakan Baru BGN

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dinilai Bisa Jadi Pemersatu PBNU

Artmeru Gallery Buka Pameran Perdana di Kota Malang, Tampilkan 22 Perupa Nasional

BERITA LAINNYA

Bakorwil Malang Gandeng PWI Jatim Perkuat Narasi Malang Raya Megapolitan

Wabup Alif Sebut Masa Depan Gresik Ditentukan Desa

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Ribuan Warga

Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja, Siap Hadapi Ancaman Modern

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Pulang Mondok, Santri Ponpes Sakur Ujungpangkah Dibekali Bibit Puyuh dan Ikan Nila

Kapolres Gresik Ganjar Tim Pengungkap BBM Ilegal dan Narkoba

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Mediasi Gugatan Rumah Bocor di PN Malang Gagal, Tergugat Hanya Tawarkan Rp2 Juta

Industri Gresik Utara Melaju, SDM Lokal Siap?

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

Dosen UIZ Gresik Jadi Pembicara Internasional di Kampus Turki

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved