JAVASATU.COM- Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 1.511 titik jalan rusak di berbagai wilayah sepanjang tahun 2025. Seluruh laporan kerusakan tersebut ditangani secara bertahap melalui perbaikan cepat di lapangan.

Mayoritas kerusakan jalan diketahui dari laporan masyarakat. Menindaklanjuti aduan tersebut, tim URC langsung melakukan pengecekan lokasi dan penanganan darurat guna memastikan jalan tetap aman dilalui.
Kepala Dinas PUTR Gresik melalui Kepala Bidang terkait, Edy Pancoro, mengatakan salah satu penanganan terbaru dilakukan di Jalan KH Syafi’i, Gresik, dengan metode tambal sulam.
“Begitu ada laporan dari masyarakat, tim URC langsung turun ke lokasi untuk pengecekan dan penanganan awal,” ujar Edy, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, pola penanganan kerusakan jalan dilakukan spot per spot dengan panjang penanganan rata-rata sekitar 100 meter di setiap titik. Tahapan pekerjaan meliputi penggalian, pengurugan menggunakan agregat kelas A, hingga penutupan akhir menggunakan hotmix AC-WC agar permukaan jalan kembali stabil dan layak digunakan.
Meski perbaikan terus dilakukan, Edy mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di sejumlah ruas jalan yang masih dalam proses penanganan.
“Kami mohon pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan, karena beberapa titik masih dalam tahap perbaikan,” ujarnya.
URC Dinas PUTR Gresik memastikan perbaikan akan terus berlanjut, khususnya pada titik-titik rawan kecelakaan dan yang mengganggu aktivitas warga. Pemerintah daerah juga membuka ruang partisipasi publik dengan mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi jalan rusak agar segera ditangani.
“Pelaporan dari masyarakat sangat membantu percepatan penanganan jalan rusak,” pungkas Edy. (bas/nuh)