JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berencana menyulap lima titik perbatasan dengan kabupaten tetangga menjadi ikon baru daerah melalui pembangunan taman perbatasan. Proyek ini sekaligus ditujukan untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan mempercantik pintu masuk wilayah Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, pembangunan taman perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai penghias kawasan, tetapi juga menjadi simbol identitas daerah dan pemerataan pembangunan hingga wilayah terluar.
“Lima taman perbatasan ini kami siapkan sebagai ikon baru Bojonegoro. Selain mempercantik pintu masuk kabupaten, juga untuk menambah RTH dan menjaga keseimbangan lingkungan,” kata Setyo Wahono, dikutip dari laman website Pemkab Bojonegoro, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, keberadaan taman di kawasan perbatasan akan memberikan kesan pertama yang positif bagi masyarakat luar daerah yang memasuki Bojonegoro. Taman tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan warga sekitar sebagai ruang publik yang nyaman.
Adapun lima titik perbatasan yang direncanakan menjadi ikon baru Bojonegoro meliputi Gondang–Nganjuk, Margomulyo–Ngawi, Kedungadem–Lamongan, Padangan–Cepu, serta Baureno–Babat. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan jalur strategis keluar-masuk kabupaten.
Setyo Wahono menegaskan, pembangunan taman perbatasan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bojonegoro untuk menata kota secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan fasilitas taman agar keberadaannya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Mari kita rawat bersama. Ini adalah kebanggaan Bojonegoro,” ujarnya.
Dengan hadirnya lima taman perbatasan tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap citra daerah tidak hanya dikenal sebagai wilayah penghasil migas, tetapi juga sebagai kabupaten yang memiliki ruang publik hijau dan ramah bagi masyarakat maupun pendatang. (kim/arf)