JAVASATU.COM- Seorang siswa kelas 3 SDN Petrokimia Gresik, Jasson, tampil percaya diri memperkenalkan Damar Kurung, warisan budaya khas Gresik, di auditorium Institut Français d’Indonésie (IFI) atau Pusat Kebudayaan Prancis di Surabaya, Jumat (23/1/2026).

Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, Jasson mampu mempresentasikan Damar Kurung menggunakan bahasa Inggris secara fasih tanpa bantuan teks, kertas, maupun gawai.
Penampilannya itu mencuri perhatian para hadirin yang memenuhi ruang pertunjukan budaya internasional tersebut.
Ibu Jasson mengungkapkan persiapan penampilan sang anak terbilang singkat.
“Kami hanya punya waktu sekitar tiga hari untuk menyiapkan Damar Kurung, busana pendukung, sekaligus mencari literatur tentang Damar Kurung,” ujarnya.
Kepala SDN Petrokimia Gresik, Suci Handayani, yang turut menyaksikan langsung penampilan Jasson, mengaku bangga atas kemampuan siswanya tersebut.
“Liburan Desember lalu kami memang mengundang Kampung Bahasa Inggris dari Pare untuk membiasakan penggunaan bahasa Inggris di sekolah hampir sebulan. Tapi melihat kefasihan Jasson, sepertinya di lingkungan keluarga sudah terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” kata Suci.
Dalam penampilannya, Jasson mengajak penonton menyelami kisah persahabatan tiga negara, Indonesia, Prancis, dan Jerman.
Ia menghadirkan Damar Kurung sebagai simbol pemersatu perbedaan budaya, bahasa, dan latar belakang, sekaligus cahaya yang meneduhkan di tengah keberagaman dunia.
Kehadiran cerita Damar Kurung di ruang budaya internasional tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kearifan lokal Indonesia mampu berbicara dalam bahasa universal, seperti perdamaian, persahabatan, dan harapan.
Selain penampilan Jasson, acara budaya tersebut juga diisi dengan berbagai pertunjukan cerita rakyat dari beragam daerah dan negara.
Beberapa peserta membawakan dongeng Kancil dan Buaya, Tikus Kota dan Tikus Desa, hingga cerita Lutung Kasarung yang dipresentasikan menggunakan bahasa Prancis. (bas/nuh)