JAVASATU.COM- Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan nasional. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (Mbak Wali) mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia secara daring dari Omah Sawah, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Mbak Wali bersama Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Pj Sekda Kota Kediri M Ferry Djatmiko, serta jajaran Forkopimda Kota Kediri.
Mbak Wali menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional dan kemandirian bangsa. Menurutnya, momentum panen raya menjadi penguat semangat daerah untuk terus menjaga keberlanjutan sektor pangan.
“Kami mendukung penuh upaya pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan. Ini menjadi pengingat bagi daerah, termasuk Kota Kediri, untuk terus memperkuat sektor pangan sesuai karakter dan tantangan wilayah masing-masing,” kata Mbak Wali.
Untuk Kota Kediri, ia memaparkan potensi panen padi pada Januari 2026 mencapai 33 hektare, Februari 57 hektare, dan puncaknya pada Maret seluas 138 hektare. Sementara komoditas jagung diperkirakan panen 42 hektare pada Januari, 25 hektare Februari, dan 29 hektare Maret. Sebelumnya, puncak panen jagung terjadi pada Desember 2025 dengan luasan sekitar 142 hektare.
Sebagai daerah perkotaan dengan keterbatasan lahan, Mbak Wali menegaskan bahwa swasembada pangan di Kota Kediri tidak semata diukur dari besaran produksi. Ketahanan pangan dimaknai secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas pasokan dan harga, hingga akses masyarakat terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan.
Pemkot Kediri, lanjutnya, terus mengoptimalkan lahan pertanian yang ada, memperkuat pendampingan petani, serta memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian. Salah satunya melalui fasilitasi penyerapan pupuk subsidi. Pada 2025, serapan pupuk subsidi di Kota Kediri tercatat mencapai 99 persen dari total usulan alokasi.
Selain itu, penguatan ketahanan pangan perkotaan juga dilakukan melalui pengelolaan cadangan pangan daerah, pengembangan pekarangan pangan lestari, serta peran aktif menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga pangan.
“Kami mengapresiasi seluruh petani Kota Kediri atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga ekosistem ketahanan pangan. Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga distribusi yang adil dan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Mbak Wali menambahkan, arahan Presiden dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Pemkot Kediri menyatakan siap mendukung kebijakan nasional swasembada pangan dengan pendekatan adaptif sesuai karakter daerah, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (kur/arf)