JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjadi tuan rumah kegiatan Implementasi Pengukuran Kepuasan Pengguna Layanan Digital Pemerintah, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menekankan transformasi digital pemerintahan dari sekadar sistem ke dampak nyata bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital kini diukur dari kemudahan, kepastian, dan kenyamanan yang dirasakan masyarakat, bukan jumlah aplikasi semata.
“Transformasi digital pemerintahan telah memasuki fase substansial. Kita fokus pada dampak nyata layanan bagi masyarakat,” ujar Sekda Washil.
Gresik, yang dikenal sebagai Kota Wali, Kota Santri, dan Kota Industri, memanfaatkan platform Gresik Intelligent Operation Platform (Gresik IOP) untuk mengintegrasikan data strategis lintas perangkat daerah. Integrasi ini mendukung pengambilan kebijakan berbasis data, optimalisasi perizinan, pajak, serta penanganan persoalan sosial.
Hingga 2025, integrasi layanan digital berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 6,45 persen menjadi 5,47 persen, tertinggi di Jawa Timur. Angka kemiskinan juga turun ke satu digit, 9,95 persen atau sekitar 132 ribu penduduk.
Di sektor layanan publik, Pemkab Gresik menghadirkan inovasi seperti layanan administrasi kependudukan jemput bola melalui aplikasi Pudak, layanan ketenagakerjaan Gresik Kerja, serta integrasi layanan darurat Call Center 112 dan Lapor Gus. Sementara platform Kedaton mempermudah manajemen ASN, mulai dari absensi hingga pengambilan keputusan promosi berbasis data.
Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce, mengapresiasi langkah Gresik dalam mengonsolidasikan berbagai sistem pemerintahan menjadi ekosistem terintegrasi. Ia menekankan, pengukuran kepuasan pengguna menjadi indikator kunci keberhasilan pemerintah digital.
“Pengukuran kepuasan bukan menambah beban, tetapi memastikan digitalisasi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Averrouce.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi Gresik untuk memastikan layanan digital benar-benar berorientasi pada pengalaman dan kepuasan pengguna, seiring transformasi SPBE menuju pemerintahan digital. (bas/arf)