email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ananda Sukarlan: Musik Bikin Dunia Lebih Masuk Akal di Hari Asperger 2026

by Javasatu
18 Februari 2026

JAVASATU.COM- 18 Februari diperingati sebagai Hari Asperger Internasional atau International Asperger’s Day. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari lahir Hans Asperger (18 Februari 1906), dokter anak asal Austria yang pertama kali mendeskripsikan karakteristik sindrom tersebut pada 1940-an.

Komponis dan Pianis Ananda Sukarlan. (Credit: Lasman Simanjuntak)

Peringatan ini menjadi momentum untuk menguatkan pemahaman tentang neurodiversitas sebagai bagian dari keragaman manusia, sekaligus mendorong penghapusan stigma serta peningkatan inklusi di bidang pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial bagi individu dalam spektrum autisme.

Salah satu tokoh Indonesia dengan Sindrom Asperger adalah komponis dan pianis Ananda Sukarlan. Ia pernah disebut harian The Sydney Morning Herald sebagai “one of the world’s leading pianists, at the forefront of championing new piano music”.

Ananda juga menerima sejumlah penghargaan internasional, antara lain tanda kehormatan “Real Orden de Isabel la Católica” dari Kerajaan Spanyol serta gelar kesatriaan “Cavaliere Ordine della Stella d’Italia” yang dianugerahkan Presiden Italia Sergio Mattarella pada 2020. Ia juga masuk daftar “Asia’s Most Influential” di bidang seni versi Tatler Asia pada tahun yang sama.

Dalam perbincangan dengan wartawan dan penyair Lasman Simanjuntak, Ananda mengungkap bagaimana Asperger memengaruhi cara ia merespons dunia, khususnya terhadap suara dan cahaya.

Hipersensitif terhadap Suara dan Cahaya

Ananda mengaku sangat sensitif terhadap rangsangan berlebihan, terutama visual seperti cahaya menyilaukan. Namun dalam hal suara, ia membedakan antara kebisingan biasa dan bunyi bernada.

“Noise masih sering tidak masalah. Tapi kalau ada bunyi dengan pitch atau membentuk melodi, itu bisa mengganggu konsentrasi saat saya menulis musik,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menyebut musik sebagai “suara yang dirapikan”. Sejak kecil, menurutnya, dunia terasa kacau dan membingungkan, tetapi menjadi lebih terstruktur ketika ia mendengarkan musik.

“Hanya musik yang terasa masuk akal,” kata Ananda.

Fokus Intens dan Cara Mendengar Musik

Ananda menjelaskan, individu dengan Asperger, yang kerap disebut “Aspie” cenderung memiliki fokus intens pada bidang tertentu. Ia mencontohkan beberapa tokoh seni seperti Andy Warhol yang dikenal memiliki ketertarikan detail visual yang kuat.

Dalam menikmati konser musik klasik, Ananda mengaku mendengarkan dalam dua lapisan sekaligus: detail tiap not dan struktur keseluruhan karya.

“Saya bisa bosan dengan konser yang teknisnya sempurna tapi tanpa karakter. Sebaliknya, pertunjukan yang mungkin tidak sempurna tapi beridentitas kuat justru lebih menyentuh,” ujarnya.

Namun ia mengaku terganggu dengan musik latar di restoran atau hotel, karena sulit mengabaikan unsur musikal yang tidak sesuai dengan preferensinya.

Pengalaman Bullying dan Diagnosis di Usia 28 Tahun

Sebagai pendidik dan dosen tamu di berbagai universitas, Ananda menilai kesadaran publik terhadap spektrum autisme kini lebih baik dibandingkan era 1970–1990-an.

Ia baru mengetahui kondisi Asperger yang dimilikinya pada usia 28 tahun. Diagnosis itu, menurutnya, menjadi titik balik penting.

BacaJuga :

South Queen Debut, Usung Hipdut sebagai Identitas Girl Group Indonesia

Annisa Dalimunthe Luncurkan “Hari Istimewa”, Lagu Ulang Tahun Anak Indonesia

“Seolah-olah pintu tiba-tiba terbuka dalam hidup saya. Banyak hal yang dulu membingungkan akhirnya terjelaskan,” katanya.

Saat kecil, ia mengalami perundungan karena dianggap berbeda. Ia juga menyebut bahwa pada era 1990-an, persepsi publik tentang autisme masih sempit dan kerap dipengaruhi gambaran film seperti Rain Man yang dibintangi Dustin Hoffman.

Kini, ia merasa lebih mampu berasimilasi dengan lingkungan sosial, meski tetap mengakui adanya paradoks: membutuhkan kesendirian, tetapi tidak ingin kesepian.

“Saya bisa berbicara di depan ribuan orang tanpa demam panggung. Tapi datang ke pesta di mana saya tidak mengenal siapa pun, itu jauh lebih sulit,” tuturnya.

Pesan untuk Orang Tua Anak Spektrum Autisme

Menutup perbincangan, Ananda menekankan pentingnya dukungan keluarga bagi anak dengan gangguan spektrum autisme.

“Dukung, cintai, lindungi mereka dari perundungan, dan berikan apa yang mereka butuhkan, selama tidak melanggar hukum,” ujarnya.

Ia mengaku beruntung karena orang tuanya membiarkan ia mendalami minat bermusik sejak kecil, meski dianggap tidak lazim.

“Kalau ada minat obsesif yang tidak merugikan, biarkan. Itu bisa jadi jalan hidup mereka,” kata Ananda. (lasman simanjuntak/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: BandKomponismusikMusisiPenyanyiPianis

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pangandaran Run 2026 Diikuti 5.070 Peserta, TNI Gelar Baksos

Kodim Mimika Rampungkan 10 Jembatan Beton Garuda Merah Putih

Irjen Dekananto Eko Purwono Resmi Jadi Kapolda Jatim, Berantas Narkoba

Di Balik Dugaan Korupsi MBG: Antara Administrasi Negara dan Akuntabilitas Demokrasi

Kabut Asap Ganggu Penerbangan Palembang, OMC Dipindah ke Pangkal Pinang

Retret di Bogor, IKG Perkuat Soliditas Pengurus dan Bahas Sapta Cita 2026–2031

HUT ke-81 Jatim, SMK Al Ikhlash Gresik Buka Servis Motor Gratis

Refah Competition 2026 di Gresik Diikuti Ratusan Peserta

Pemkab Gresik Biayai Bimbel Ruangguru dan Mengaji Siswa Sekolah Rakyat

Kapolres Majalengka Nasihati 5 Terduga Pembacok: Bertobat, Ingin Kerja Hubungi Saya

Prev Next

POPULER HARI INI

GIBM Targetkan Bentuk Pengurus hingga Kecamatan di Blitar Akhir 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

BERITA LAINNYA

Pangandaran Run 2026 Diikuti 5.070 Peserta, TNI Gelar Baksos

Kodim Mimika Rampungkan 10 Jembatan Beton Garuda Merah Putih

Irjen Dekananto Eko Purwono Resmi Jadi Kapolda Jatim, Berantas Narkoba

Di Balik Dugaan Korupsi MBG: Antara Administrasi Negara dan Akuntabilitas Demokrasi

Kabut Asap Ganggu Penerbangan Palembang, OMC Dipindah ke Pangkal Pinang

Retret di Bogor, IKG Perkuat Soliditas Pengurus dan Bahas Sapta Cita 2026–2031

HUT ke-81 Jatim, SMK Al Ikhlash Gresik Buka Servis Motor Gratis

Refah Competition 2026 di Gresik Diikuti Ratusan Peserta

Pemkab Gresik Biayai Bimbel Ruangguru dan Mengaji Siswa Sekolah Rakyat

Kapolres Majalengka Nasihati 5 Terduga Pembacok: Bertobat, Ingin Kerja Hubungi Saya

Prev Next

POPULER MINGGU INI

GIBM Targetkan Bentuk Pengurus hingga Kecamatan di Blitar Akhir 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved