JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik memanfaatkan angkutan kota (angkot) sebagai media kampanye zakat selama bulan Ramadan 2026.

Kampanye zakat tersebut dilepas langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani dalam kegiatan bertajuk Gresik Peduli, Selasa (10/3/2026). Selain kampanye zakat, kegiatan itu juga diisi dengan penyaluran bantuan kepada 50 sopir angkot di Kabupaten Gresik.
Dalam kegiatan tersebut, para sopir menerima bantuan berupa uang tunai Rp400 ribu serta paket sembako dari BAZNAS Kabupaten Gresik.
Bupati Yani secara simbolis menyerahkan bantuan kepada perwakilan sopir angkot. Selanjutnya, ia bersama jajaran melepas sejumlah angkot yang telah dipasangi stiker ajakan berzakat pada kaca belakang kendaraan.
Melalui kampanye ini, pesan ajakan menunaikan zakat diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Angkot yang setiap hari beroperasi di berbagai wilayah Gresik dinilai efektif menjadi media sosialisasi zakat kepada warga.
Bupati Yani mengapresiasi langkah BAZNAS Gresik yang menggagas kampanye zakat dengan cara kreatif sekaligus memberikan bantuan kepada sopir angkot di bulan suci Ramadan.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Gresik atas kepeduliannya kepada para sopir angkot. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menambah semangat mereka dalam bekerja,” ujar Yani.
Menurutnya, pemerintah daerah memahami tantangan yang dihadapi sopir angkot di tengah perubahan sistem transportasi yang terus berkembang.
“Perkembangan transportasi memang terus berubah. Namun kami tidak ingin para sopir angkot merasa ditinggalkan. Pemerintah tetap hadir untuk memberikan perhatian,” tambahnya.
Program bantuan kepada sopir angkot ini juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pekerja sektor informal, khususnya pengemudi transportasi umum yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah penumpang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini, Ketua BAZNAS Gresik Muhamad Mujib, serta para sopir angkot penerima bantuan. (bas/arf)