JAVASATU.COM- Koops TNI Habema melakukan penindakan terhadap Jeki Murib yang disebut sebagai tokoh penting kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Kabupaten Puncak. Operasi tersebut berlangsung di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, sebagai bagian dari upaya penegakan keamanan di Papua Tengah.

Jeki Murib disebut menjabat sebagai Danops Kepala Air OPM Kodap XVIII/Ilaga dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Puncak dan Mimika, termasuk gangguan terhadap objek vital nasional.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari tugas TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Operasi penindakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam OMSP, khususnya dalam penanganan kelompok separatis bersenjata dan pemberontakan sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, Jeki Murib diduga terlibat dalam sejumlah aksi, antara lain pembakaran menara di Kampung Kago, Distrik Ilaga pada Agustus 2023, serta penganiayaan terhadap pekerja pembangunan puskesmas di Distrik Omukia pada Oktober 2023.
Selain itu, ia juga dikaitkan dengan insiden penembakan di Bandara Aminggaru pada Juni 2025, penyanderaan karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura pada Januari 2026, serta penyerangan terhadap aparat keamanan yang menyebabkan korban luka.
Rangkaian aksi tersebut dinilai berdampak pada meningkatnya gangguan keamanan dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, sekaligus menghambat aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Menurut Letkol Wirya, langkah penindakan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui pendekatan terpadu antara aspek keamanan dan kesejahteraan.
“Operasi dilaksanakan secara terukur dan profesional dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat sipil,” tegasnya.
Koops TNI Habema menambahkan, operasi tersebut turut mendapat dukungan dari tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. TNI juga mengimbau pihak yang masih terlibat dalam kelompok bersenjata untuk menghentikan aksi kekerasan dan kembali ke masyarakat. (arf)