JAVASATU.COM- Proses pelepasan hak tanah pengganti aset TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk proyek Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) resmi rampung. Tahap akhir penyelesaian ditandai dengan penandatanganan pelepasan hak tanah yang disaksikan langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (8/5/2026).

Penandatanganan tersebut menjadi tahap terakhir dari keseluruhan proses penggantian aset yang mencakup 45 bidang lahan. Sebanyak lima bidang tanah terakhir diselesaikan dalam agenda tersebut.
Kegiatan itu turut diikuti pejabat Mabes AU secara daring, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, notaris, pemilik tanah, unsur pemerintah setempat, hingga jajaran Lanud Sultan Hasanuddin.
Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menegaskan pelepasan hak tanah pengganti aset TNI AU memiliki nilai strategis, baik dari aspek legalitas maupun dukungan terhadap kepentingan pertahanan negara.
“Aset tanah merupakan elemen vital dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AU. Karena itu, setiap proses pelepasan dan penggantian harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Marsma TNI Arifaini, dalam keterangan tertulis dari Pen Lanud Sultan Hasanuddin yang dikirimkan Puspen TNI kepada Redaksi Javasatu.com, Jumat (8/5/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian penggantian aset tersebut sehingga seluruh tahapan dapat berjalan lancar hingga tuntas.
Menurutnya, sinergi antara TNI AU, pemerintah, dan pihak terkait menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian administrasi dan legalitas lahan untuk mendukung proyek strategis nasional.
“Terima kasih kepada seluruh pihak atas sinergi dan profesionalisme yang ditunjukkan sehingga seluruh tahapan pelepasan aset dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Marsma TNI Arifaini menegaskan Lanud Sultan Hasanuddin akan terus berkomitmen mengelola aset negara secara profesional dan bertanggung jawab guna mendukung tugas TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Rampungnya proses pelepasan aset tersebut sekaligus menandai tuntasnya seluruh rangkaian penggantian aset TNI AU yang berkaitan dengan proyek Tol Becakayu. (arf)