email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Penutupan KKN UMM, 4.780 Mahasiswa Pamerkan 120 Produk Inovasi

by Yondi Ari
31 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Sebanyak 4.780 mahasiswa mengikuti penutupan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui kegiatan fun walk di Helipad UMM, Senin (31/8/2026). Penutupan tersebut sekaligus menjadi ajang pameran sekitar 120 produk inovasi dan teknologi tepat guna hasil KKN.

Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian. (Foto:: JAVASATU.COM)

Kegiatan KKN tersebut melibatkan mahasiswa dari 49 perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

Para mahasiswa menjalani program selama 30 hari dengan lokasi pengabdian yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Malang dan sejumlah daerah di Jawa Timur.

Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjalankan amanah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) agar mahasiswa memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

“Salah satunya menjalankan amanah bagi Kemdiktisaintek bagaimana mahasiswa berdampak, sesuai dengan tagline dari KKN Mas dan juga tagline dari kampus UMM, Mandiri, Inovasi, Berdampak,” kata Arina kepada JAVASATU.COM di lokasi kegiatan.

Arina menjelaskan, ribuan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai program KKN, mulai dari KKN internasional di Thailand dan Taiwan, KKN Emas PTMA se-Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Malang, KKN Berdampak di wilayah Jawa Timur, hingga KKN Gentaskin yang berfokus pada gerakan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Betul, semuanya berkumpul sekitar 4.780 mahasiswa. Jadi ini adalah perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Indonesia, ada 49 kampus PTM,” ujarnya.

Program KKN berlangsung selama 30 hari, sedangkan proses perencanaan bersama dosen pembimbing lapangan (DPL) telah dilakukan sekitar enam bulan sebelumnya. Hasil pengabdian mahasiswa kemudian ditampilkan melalui gelar produk.

“Pameran itu hasil dari KKN satu bulan. Sebelumnya enam bulan sebelum kita rancang bersama DPL masing-masing, kemudian saat ini mereka dipamerkan karyanya,” kata Arina.

120 Stand Pamerkan Inovasi Mahasiswa

Dalam gelar produk tersebut terdapat sekitar 120 stand yang menampilkan hasil karya mahasiswa. Setiap kelompok terdiri atas sekitar 30 mahasiswa, sementara kelompok kecil beranggotakan 15 mahasiswa.

Kelompok KKN juga dibentuk secara campuran dari berbagai perguruan tinggi. Skema tersebut dirancang agar mahasiswa dari berbagai PTMA dapat berkolaborasi dalam satu kelompok.

Arina mengatakan produk yang dipamerkan mencakup berbagai inovasi dan teknologi tepat guna yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Di antaranya teknologi Internet of Things (IoT) untuk pertanian, pendampingan UMKM, pengembangan kampung wisata, hingga budidaya ikan.

“Setiap produk itu mereka menyampaikan salah satunya teknologi tepat guna. Misalkan, itu melahirkan IoT, IoT di pertanian. Ada juga yang mendirikan UMKM di Pujon Batu, ada yang mendirikan kampung wisata,” jelasnya.

Salah satu inovasi tersebut ditampilkan Kelompok 36 dari Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) yang menjalankan KKN di Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kota Batu.

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Lamongan, Imelda Fiska Amelia. (Foto: JAVASATU.COM)

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Lamongan, Imelda Fiska Amelia, mengatakan kelompoknya memiliki dua program utama, yakni budidaya maggot dan pembuatan biochar dari limbah kayu.

“Program utama kami itu ada dua, yaitu budidaya maggot dan juga pembuatan biochar dari limbah kayu. Dari biochar kami akan membuatnya menjadi pupuk dan dimanfaatkan untuk petani,” ujar Imelda.

Menurut Imelda, budidaya maggot diarahkan untuk membantu mengolah limbah organik yang selama ini hanya dibuang. Maggot yang digunakan merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF).

“Maggot itu adalah larvanya dari lalat BSF. Kami manfaatkan maggot untuk pengolahan limbah organik. Karena biasanya limbah organik cuma dibuang, kami manfaatkan menjadi makanan maggot,” katanya.

Pengolahan tersebut menghasilkan residu yang masih dapat dimanfaatkan. Residu dari budidaya maggot dapat digunakan sebagai pupuk untuk pertanian, sementara maggot yang masih dalam bentuk larva dapat dikeringkan untuk dimanfaatkan sebagai tambahan protein dalam peternakan.

“Dampak dari maggot itu sendiri bisa mengurangi limbah organik. Dari residu yang dihasilkan dari maggot bisa dibuat pupuk untuk pertanian. Maggotnya sendiri kalau masih menjadi larva bisa dikeringkan dan juga menjadi tambahan protein di peternakan,” jelas Imelda.

Imelda mengatakan budidaya maggot berpotensi membantu menyelesaikan persoalan sampah organik, meski penerapannya dalam skala besar membutuhkan dukungan lebih lanjut.

“Insyaallah bisa, tapi tidak dalam skala besar. Kalau dalam skala besar pastinya harus bekerja sama dengan TPS atau yang lainnya dan pekerjaan pengolahannya juga harus lebih besar lagi,” ujarnya.

Selain maggot, Kelompok 36 mengembangkan biochar dari sisa limbah kayu. Limbah tersebut melalui proses pembakaran dan pengolahan sebelum dicampurkan ke tanah.

“Ini biochar kami. Bentuknya dibuat dari bekas sisa kayu. Dibakar, kemudian ada pengolahan juga, lalu dicampur ke tanah. Lebih tepatnya untuk membantu kondisi tanah, bukan langsung untuk penyuburan tanaman,” kata Imelda.

Sejumlah Inovasi Mulai Diarahkan ke HKI

UMM juga mulai mendorong sejumlah hasil inovasi KKN agar memiliki keberlanjutan setelah program pengabdian selesai. Salah satunya berupa teknologi mesin pengolah air yang dikembangkan mahasiswa di wilayah Malang Selatan.

BacaJuga :

Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar

CEO Family Bakery Bagikan Kiat Sukses Usaha ke Siswa SMPN 1 Gresik

Arina mengatakan inovasi tersebut bersama DPL-nya telah diarahkan untuk memperoleh hak kekayaan intelektual (HKI). Proses pengajuan paten masih berjalan karena membutuhkan pendampingan dan keberlanjutan produk.

“Di Malang Selatan itu ada yang membuat teknik mesin pengolah air dan itu sama DPL-nya juga sudah diarahkan untuk hak patennya, sedang proses. Karena paten itu sangat selektif sekali, harus didampingi kepakaran DPL dan juga harus ada tindak lanjut dari produk, kontinuitas dari alat tersebut,” katanya.

Saat ini, sejumlah karya masih berada pada tahap HKI dan belum seluruhnya terkoneksi dengan industri. Namun, UMM membuka peluang untuk mengembangkan produk-produk tersebut agar memiliki keberlanjutan dan nilai ekonomi.

Arina mencontohkan pendampingan mahasiswa terhadap UMKM di Pujon yang menghasilkan berbagai inovasi produk keripik. Hasil tersebut berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui jejaring kelembagaan yang dimiliki UMM.

“Di Pujon itu kan mereka mendampingi UMKM. Jadi mulai karya-karya keripik yang inovasi, ada hal yang berbeda yang kemudian ini ke depan bisa kita sandingkan,” ujarnya.

Ia mengatakan LPPM UMM memiliki peluang mengembangkan kerja sama lanjutan bersama pihak terkait, termasuk melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dirtistek) untuk mendorong hilirisasi dan pengembangan inovasi.

Program KKN tersebut tidak hanya menjadi sarana mahasiswa menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menghasilkan inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. (dop/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: KKNMuhammadiyahpendidikanTeknologi Tepat Gunaumm

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Perlu Dibenahi

Malangopi Fest 2026, Upaya Kembalikan Kejayaan Kopi dan Kakao Malang

TNI Amankan Senjata Caracal dan 17 Amunisi Milik OPM di Maybrat

Kickboxing Kota Malang Raih 7 Emas di Kejurprov Jatim 2026

Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar

Ribuan Jemaah Padati Gresik Bersholawat, Perkuat Doa

Green Policing, Polresta Malang Kota Tanam Pohon Buah untuk Warga

Kapolri Minta Dukungan MUI soal Fatwa Vape, Analis: Langkah Strategis Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Panglima TNI Pimpin Sertijab, Maruli Jadi Wakil Panglima dan Tandyo Budi KSAD

FIPT Desak Kadishub Jatim Sidak Trans Jatim Koridor 2 Malang dan Terminal Arjosari

Prev Next

POPULER HARI INI

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

BERITA LAINNYA

Program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Perlu Dibenahi

Malangopi Fest 2026, Upaya Kembalikan Kejayaan Kopi dan Kakao Malang

TNI Amankan Senjata Caracal dan 17 Amunisi Milik OPM di Maybrat

Kickboxing Kota Malang Raih 7 Emas di Kejurprov Jatim 2026

Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar

Ribuan Jemaah Padati Gresik Bersholawat, Perkuat Doa

Green Policing, Polresta Malang Kota Tanam Pohon Buah untuk Warga

Kapolri Minta Dukungan MUI soal Fatwa Vape, Analis: Langkah Strategis Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Panglima TNI Pimpin Sertijab, Maruli Jadi Wakil Panglima dan Tandyo Budi KSAD

FIPT Desak Kadishub Jatim Sidak Trans Jatim Koridor 2 Malang dan Terminal Arjosari

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved