Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

KKN-T Unira Malang Abadikan Potensi Delapan Desa Lewat Film Dokumenter

Nurul Hakim by Nurul Hakim
2 September 2026
0

JAVASATU.COM- Penutupan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang dikemas berbeda. Delapan desa lokasi pengabdian mahasiswa diabadikan dalam film dokumenter yang diputar dalam Festival Film Dokumenter Desa bertajuk Asta Pesona Desanesia 2026.

Dok: Unira Malang

Kegiatan berlangsung di Hall KH Moch Said Unira Malang, Rabu (2/9/2026). Festival tersebut menjadi puncak rangkaian KKN-T yang sebelumnya mengusung tema “Penguatan Ekosistem Desa Wisata Berdampak dan Berkelanjutan.”

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Alif Achada, M.Pd., mengatakan penutupan KKN-T tidak sekadar menjadi seremoni berakhirnya pengabdian mahasiswa. Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang apresiasi terhadap karya mahasiswa dalam merekam potensi desa melalui pendekatan visual.

“Penutupan KKN tahun ini digelar meriah dengan tema Asta Pesona Desanesia. Acara ini menjadi salah satu panggung untuk mengapresiasi hasil karya video sinematik bagi peserta KKN tahun ini,” ujar Alif.

Film dokumenter yang dibuat mahasiswa merekam berbagai potensi desa selama proses live-in dan pengabdian. Konten film tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga mengangkat potensi serta kearifan lokal yang menjadi identitas masing-masing desa.

Kepala LPPM Unira Malang, Abdillah, mengatakan produksi film tersebut melibatkan masyarakat di masing-masing desa lokasi KKN-T.

“Dalam karya ini menyuguhkan keindahan, potensi, dan kearifan lokal desa tempat KKN yang dikolaborasikan dengan warga sekitar,” ujar Abdillah.

Pria yang akrab disapa Abe itu menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam produksi film. Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pembuat dokumentasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga untuk memahami cerita, potensi, dan kehidupan desa.

Karena itu, delapan film sinematik tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya perlombaan. Film juga diharapkan menjadi arsip visual yang dapat memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat lebih luas.

“Dalam karya delapan video sinematik diharapkan akan abadi dan menjadi warisan visual yang menginspirasi dan sarat akan makna,” ungkapnya.

Rektor Unira Malang, H. Imron Rosyadi Hamid, SE., M.Si., Ph.D., mengapresiasi konsep Festival Film Dokumenter Desa dalam rangkaian Asta Pesona Desanesia 2026. Menurutnya, konsep tersebut memperkuat orientasi Unira Malang dalam menempatkan desa sebagai ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi bagi mahasiswa.

“Festival Film Dokumenter Desa tersebut mempertegas orientasi Unira Malang yang menempatkan desa sebagai ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi. Mahasiswa dituntut mampu mengidentifikasi potensi lokal, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menerjemahkan pengalaman pengabdian menjadi karya yang memberikan nilai tambah bagi desa,” ujar Imron.

Menurut Imron, penggabungan pengabdian, kreativitas, dokumentasi, dan apresiasi diharapkan membuat pengalaman KKN-T memberikan manfaat yang lebih panjang bagi desa. Potensi yang direkam dan diceritakan dengan baik dapat terus menjadi bagian dari promosi dan dokumentasi desa meski mahasiswa telah menyelesaikan pengabdiannya.

“Dengan menggabungkan pengabdian, kreativitas, dokumentasi, dan apresiasi, Unira Malang berharap pengalaman KKN-T dapat memberikan manfaat yang lebih panjang. Sebab, ketika sebuah potensi desa berhasil direkam dan diceritakan dengan baik, maka pengalaman pengabdian mahasiswa tidak berakhir ketika mereka meninggalkan desa,” lanjutnya.

Dok: Unira Malang

Setelah sambutan Kepala LPPM dan Rektor Unira Malang, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh KH Dr. Romadhon Chatib, MH., selaku Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Raden Rahmat.

Agenda kemudian memasuki pemutaran delapan film dokumenter secara bertahap berdasarkan hasil undian. Film pertama dan kedua diputar pada sesi awal, dilanjutkan film ketiga dan keempat, film kelima dan keenam, serta film ketujuh dan kedelapan.

Delapan desa yang diangkat dalam film dokumenter tersebut yakni Srigonco, Senggreng, Sumber Tempur, Bangelan, Ngawonggo, Kidal, Langlang, dan Toyomarto.

Dari delapan film yang diputar, Desa Kidal meraih peringkat pertama, disusul Desa Bangelan sebagai juara kedua dan Desa Sumber Tempur sebagai juara ketiga.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan dan doorprize kepada mahasiswa serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T Unira Malang.

Melalui Asta Pesona Desanesia 2026, Unira Malang menjadikan karya film dokumenter sebagai rekam jejak pengabdian mahasiswa sekaligus media untuk mengangkat potensi, cerita, dan kearifan lokal desa kepada khalayak yang lebih luas. (nuh)

Tags: Kabupaten MalangKKNpendidikanUnira Malang
Previous Post

Tim BMX AKF Kota Batu Borong Podium di BSX Open Jepara

Next Post

Mabes TNI Peringati Maulid Nabi, Tekankan Keteladanan

Related Posts

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying
Pendidikan

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying

19 Oktober 2026
UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI
Pendidikan

UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI

17 Oktober 2026
Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar
Pendidikan

Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar

17 Oktober 2026
CEO Family Bakery Bagikan Kiat Sukses Usaha ke Siswa SMPN 1 Gresik
Pendidikan

CEO Family Bakery Bagikan Kiat Sukses Usaha ke Siswa SMPN 1 Gresik

17 Oktober 2026
Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban
Pendidikan

Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban

13 Oktober 2026
Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas
Pendidikan

Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas

13 Oktober 2026
Next Post
Mabes TNI Peringati Maulid Nabi, Tekankan Keteladanan

Mabes TNI Peringati Maulid Nabi, Tekankan Keteladanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
  • Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
  • DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027
  • Gugatan Hamzah terhadap PDIP Majalengka Tak Diterima PN
  • Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com