JAVASATU.COM- TransNusa memperluas kolaborasi digital dengan Skywise, perusahaan layanan digital milik Airbus, untuk membangun ekosistem data penerbangan terintegrasi secara real-time. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan ketepatan waktu, keandalan armada, dan efisiensi operasional maskapai.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian penerapan Skywise Core X2 dan Skywise Fleet Performance+ (S.FP+). TransNusa menyebutnya sebagai bagian dari transformasi operasional dari sistem pelaporan reaktif menuju pengelolaan penerbangan yang lebih prediktif dan berbasis data.
“Kolaborasi ini merupakan langkah besar dalam memperkuat komitmen kami kepada para penumpang,” ujar Datuk Bernard Francis, Group Chief Executive Officer TransNusa, Jumat (25/9/2026).
Menurut Bernard, penerapan solusi Skywise tersebut membuat TransNusa menjadi maskapai pertama di Indonesia yang mengadopsi kedua solusi digital tersebut. Integrasi data secara real-time diharapkan dapat mendukung ketepatan waktu penerbangan dan meningkatkan keandalan layanan.
“Dengan menjadi maskapai pertama di Indonesia yang mengadopsi solusi Skywise ini, kami beralih dari pelaporan yang bersifat reaktif menuju operasional yang prediktif dan berbasis data secara real-time,” kata Bernard.
Ia mengatakan, integrasi tersebut juga memungkinkan TransNusa mengelola armada secara lebih efisien sekaligus mendukung pengembangan bisnis yang dapat diperluas secara berkelanjutan di kawasan.
Dari sisi Skywise, perjanjian penerapan S.FP+ dan Skywise Core X2 bersama TransNusa disebut menjadi yang pertama di Indonesia. Skywise menilai integrasi tersebut dapat menyederhanakan alur kerja dan menjaga konsistensi data di berbagai bagian operasional maskapai.
“Pencapaian ini menandai perjanjian S.FP+ dan Skywise Core X2 yang pertama di Indonesia. Portofolio yang terintegrasi sepenuhnya ini menyederhanakan alur kerja, memastikan konsistensi data di seluruh organisasi, serta menetapkan standar baru bagi keunggulan operasional dalam industri penerbangan Indonesia,” ujar Skywise Head of Region APAC Alessandro Luzi.
Alessandro menambahkan, digitalisasi tersebut menggeser penggunaan pelaporan tradisional berbasis spreadsheet menuju arsitektur data yang lebih terintegrasi. Menurut dia, penerapan teknologi ini memberikan manfaat pada keandalan layanan penumpang sekaligus efisiensi pengelolaan aset maskapai.
“Integrasi ini memberikan manfaat yang jelas dan terukur pada dua aspek penting, yaitu keandalan yang lebih tinggi bagi penumpang serta optimalisasi efisiensi aset bagi TransNusa,” katanya.
Tekan Potensi Keterlambatan
Salah satu manfaat yang ditargetkan dari integrasi tersebut adalah pemeliharaan pesawat berbasis prediktif. Data pesawat selama penerbangan dapat terhubung secara real-time dengan sistem pemeliharaan sehingga Maintenance Control Centre TransNusa memperoleh informasi mengenai kondisi armada secara langsung.
Anomali teknis yang terdeteksi lebih awal dapat ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi gangguan operasional. Sistem tersebut diharapkan membantu mengurangi potensi keterlambatan maupun pembatalan penerbangan akibat masalah teknis yang tidak terjadwal.
Integrasi pengelolaan data juga ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan armada. Pesawat diharapkan dapat mengurangi waktu berada di darat akibat kebutuhan pemeliharaan yang tidak terjadwal sehingga mendukung ketepatan waktu dan keandalan penerbangan di jaringan TransNusa.
Data Penerbangan Terintegrasi
Ekosistem digital tersebut juga terhubung dengan sejumlah sistem yang telah digunakan TransNusa, termasuk N-Flight Planning (N-FP), Mission+ FLIGHT sebagai electronic Flight Folder, dan Mission+ MAPS untuk advanced charting.
Integrasi ini memungkinkan pilot, ground crew, dan teknisi menggunakan sumber data yang sama dalam mendukung operasional setiap penerbangan.
Bagi TransNusa, penerapan sistem tersebut juga diarahkan untuk mengurangi fragmentasi data dan meningkatkan otomatisasi alur kerja. Pengelolaan armada berbasis data diharapkan dapat membantu menekan kejadian Aircraft on Ground (AOG), menjaga pesawat tetap beroperasi, serta mengoptimalkan jam terbang harian.
Dengan alur kerja yang lebih terintegrasi, TransNusa menargetkan peningkatan efisiensi operasional sekaligus memiliki sistem yang lebih siap mendukung pengembangan armada dan perluasan jaringan rute. (arf)