JAVASATU.COM- Sebanyak 11 warga negara Papua Nugini (PNG) diselamatkan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) setelah perahu yang mereka tumpangi hanyut di perairan Samudra Pasifik. Mereka ditemukan saat KRI WSH-991 menjalankan misi Satgas Terpadu Port Visit 2026 menuju Vanuatu, Minggu (27/9/2026).

“Sebanyak 11 warga negara Papua Nugini yang mengalami keadaan darurat setelah perahu mereka hanyut berhasil dievakuasi oleh KRI WSH-991. Mereka kemudian mendapatkan pertolongan dan penanganan selama berada di kapal,” kata Puspen TNI dalam keterangan tertulisnya.
Sebelas warga PNG tersebut terdiri dari delapan laki-laki, satu perempuan, dan dua anak-anak. Mereka ditemukan setelah Pengawas Anjungan KRI WSH-991 mendeteksi sinyal lampu senter dari arah haluan kapal.
Evakuasi berlangsung sekitar pukul 00.30 hingga 02.30 waktu setempat. Atas perintah Komandan KRI WSH-991 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto, personel langsung bergerak memberikan pertolongan.
Tim Kesehatan, Tim Pengamanan, Tim Buritan, dan Tim Penerangan diterjunkan dalam proses evakuasi. Sebelas warga PNG kemudian dibawa ke KRI WSH-991 untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Mereka juga mendapatkan makanan, air, pakaian, selimut, serta tempat untuk beristirahat. Langkah tersebut dilakukan setelah mereka berhasil dievakuasi dari kondisi darurat di laut.
Setelah kondisi mereka dipastikan aman, KRI WSH-991 memulangkan 11 warga PNG tersebut ke perairan Kampung Buka. Mereka kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
“Setelah kondisi korban dipastikan aman, KRI WSH-991 memulangkan 11 warga PNG ke perairan Kampung Buka dan menyerahkannya kepada pihak keluarga. Momentum ini sebagai wujud komitmen TNI dalam diplomasi militer untuk memperkuat kerja sama dan kepercayaan di Pasifik Selatan,” ujar Puspen TNI.
Aksi penyelamatan tersebut berlangsung di tengah misi Satgas Terpadu Port Visit 2026 menuju Vanuatu. KRI WSH-991 tidak hanya menjalankan misi yang telah ditetapkan, tetapi juga memberikan pertolongan kepada warga negara asing yang mengalami keadaan darurat di laut.
Evakuasi 11 warga PNG tersebut menjadi bagian dari aksi kemanusiaan TNI sekaligus upaya memperkuat kerja sama dan kepercayaan dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan. (arf)