JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Gresik menyiapkan kader muda penggerak keagamaan untuk memperkuat pembinaan umat hingga tingkat masjid dan musala.
Program tersebut disampaikan dalam konferensi dinas lurah dan kepala desa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gresik di Pendopo Desa Sidorukun, Gresik, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Gresik, Kapolsek, Danramil, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Gresik, MUI Kecamatan Gresik, serta Puskesmas Kecamatan Gresik.
Dalam forum tersebut, Ustaz Najmul Ilmi, Wakil Ketua MUI Kecamatan Gresik, memaparkan sejumlah program keagamaan yang telah berjalan sekaligus rencana kegiatan ke depan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penguatan kader muda yang nantinya dapat diterjunkan untuk mendukung kegiatan pembinaan keagamaan di masyarakat.
“Kader muda penggerak ini nanti yang akan bergerak ke lapangan jika dibutuhkan. Kami mohon kerja sama bapak dan ibu kepala desa maupun lurah untuk memberikan pengetahuan dan pengarahan kepada kader MUI Kecamatan Gresik,” ujar Ustaz Najmul Ilmi.
Najmul Ilmi menjelaskan, MUI Kecamatan Gresik telah menjalankan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Salah satunya selama Ramadan dengan menggelar kultum menjelang berbuka puasa dan pengajian rutin yang dilaksanakan secara bergantian di masjid dan musala yang bekerja sama dengan MUI Kecamatan Gresik.
Selain kegiatan di lingkungan masyarakat, MUI Kecamatan Gresik juga menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah untuk memberikan pengetahuan dan informasi mengenai agama Islam kepada pelajar.
Program kaderisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat regenerasi penggerak kegiatan keagamaan. Para kader nantinya diharapkan dapat membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan ketika dibutuhkan.
MUI Kecamatan Gresik juga meminta dukungan lurah dan kepala desa untuk membantu menghubungkan kader dengan masjid dan musala di wilayah masing-masing.
“Alurnya nanti dari lurah atau kepala desa, kemudian diteruskan ke masjid atau musala. Kami juga akan bekerja sama dengan sinoman dan kader penggerak agar kegiatan bisa berjalan secara terjadwal,” jelas Najmul Ilmi.
Dalam sesi tanya jawab, Lurah Sidokumpul, Mukhlisin, mengusulkan adanya surat kerja sama antara MUI Kecamatan Gresik dengan lurah dan kepala desa terkait program pengkaderan.
Usulan tersebut dinilai dapat membantu pengaturan jadwal sehingga kegiatan pembinaan keagamaan dapat berlangsung secara berurutan di setiap wilayah.
Menanggapi usulan tersebut, Najmul Ilmi mengatakan MUI Kecamatan Gresik akan melakukan penjadwalan ulang kegiatan di masjid dan musala dengan melibatkan sinoman serta kader penggerak.
“Kita lakukan penjadwalan ulang ke masjid dan musala, bekerja sama dengan sinoman dan kader penggerak. Alurnya dari lurah dan kepala desa kemudian ke musala atau masjid,” ujarnya.
Selain membahas kaderisasi, Najmul Ilmi menyampaikan MUI Kecamatan Gresik kini telah memiliki kantor sendiri di Jalan Dr Soetomo, Kota Gresik. Keberadaan kantor tersebut diharapkan mendukung kelancaran aktivitas organisasi dan program pembinaan keagamaan.
“Syukur Alhamdulillah, MUI Kecamatan Gresik sudah mempunyai kantor sendiri yang berada di Jalan Dr Soetomo Kota Gresik. Demi lancarnya pembangunan, monggo para kades dan lurah jika mempunyai rezeki lebih bisa membantu untuk program MUI Kecamatan Gresik dalam mengawal umat beragama di Kecamatan Gresik,” pungkas Najmul Ilmi.
Program kader muda tersebut menjadi bagian dari upaya MUI Kecamatan Gresik memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus membangun regenerasi penggerak umat di tingkat desa dan kelurahan. (bas/arf)