JAVASATU.COM- Aktivis agraria Afri Faturahman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Lengkong, Kabupaten Sukabumi, dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) ke-5, Jumat (2/10/2026).

Afri menjadi satu-satunya calon setelah bakal calon lainnya, Fuji Maulana, dinyatakan tidak lolos secara administrasi dan menyatakan mengundurkan diri dari proses pencalonan di arena Muscam.
Usai terpilih, Afri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyebut agenda awal kepengurusan adalah membentuk tim formatur untuk menyusun struktur organisasi sekaligus merancang program kerja.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Muscam berjalan lancar. Dalam waktu dekat kita akan menggelar rapat formatur dan menyusun kepengurusan, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja,” ujar Afri.
Di bawah kepemimpinannya, Afri mengusung slogan “Pemuda Hebat, Lengkong Kuat”. Ia menetapkan tiga fokus utama, yakni menjaga soliditas internal, memperkuat pemberdayaan pemuda di berbagai sektor, serta mendorong peran KNPI dalam mengawal implementasi reforma agraria di wilayah Lengkong.
“Pertama, kita ingin menjaga soliditas dan memperkuat koordinasi internal. Kedua, mendorong pemberdayaan pemuda di semua aspek. Ketiga, memastikan peran KNPI dalam mengawal implementasi Reforma Agraria di Lengkong,” katanya.
Menurut Afri, agenda reforma agraria menjadi salah satu perhatian karena sebagian besar masyarakat di wilayah pedesaan Lengkong bekerja sebagai petani. Ia menyebut akses terhadap lahan bagi petani, termasuk generasi muda, perlu menjadi bagian dari perhatian organisasi kepemudaan.
“Kita ingin ikut menjadi bagian yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Di antaranya pemerataan akses tanah bagi petani, termasuk petani muda, serta memperkuat kedaulatan pangan,” jelasnya.
Afri juga menyinggung sejumlah lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamatan Lengkong yang menurutnya telah dimanfaatkan dan digarap masyarakat. Salah satunya lahan eks HGU PT Nagawarna.
Ia mengatakan KNPI Lengkong ingin mengambil peran sebagai ruang strategis bagi pemuda untuk terlibat dalam isu pemberdayaan masyarakat dan pertanian.
“Karena mayoritas masyarakat di pedesaan berprofesi sebagai petani, banyak HGU yang sudah habis di Kecamatan Lengkong seperti eks HGU PT Nagawarna dan lahannya telah digarap serta dimanfaatkan oleh petani. Sehingga kami ingin memastikan KNPI menjadi ruang strategis yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Terkait dinamika selama Muscam, Afri menyatakan tetap membuka komunikasi dengan seluruh pihak. Ia menilai perbedaan pandangan dalam proses organisasi merupakan hal yang wajar.
“Perbedaan itu hal biasa. Yang terpenting adalah bagaimana ke depan kita bisa kembali duduk bersama, membangun komunikasi, dan menyatukan tujuan untuk kemajuan pemuda,” katanya. (eka/arf)