email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 2 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

by Javasatu
2 Oktober 2026

JAVASATU.COM- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir menilai negara perlu ikut menjaga keberlangsungan ekosistem pers nasional di tengah perubahan distribusi informasi yang semakin dipengaruhi media sosial dan algoritma platform digital.

Foto: PWI Pusat

Menurut Munir, perubahan teknologi tidak hanya mengubah cara masyarakat mengakses berita, tetapi juga berdampak terhadap industri media dan pola distribusi karya jurnalistik.

“Media harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tetapi adaptasi itu tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalistik,” ujar Munir dalam talk show dialog KIBAR (Kupas Kebijakan Arah Pembangunan Rakyat) di TVRI Bandung, Jumat (2/10/2026).

Munir mengatakan algoritma platform digital kini ikut menentukan informasi yang muncul di hadapan pengguna. Kondisi tersebut membuat berita berkualitas belum tentu mendapatkan jangkauan luas apabila tidak sesuai dengan mekanisme distribusi platform.

Menurut dia, situasi itu menjadi tantangan bagi perusahaan media untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan menjangkau pembaca dan mempertahankan standar jurnalistik.

Negara Dinilai Perlu Hadir

Munir menilai kehadiran negara dapat dilakukan melalui regulasi dan kebijakan yang mendukung keberlangsungan industri pers sekaligus menjaga hak masyarakat memperoleh informasi berkualitas.

“Baik dalam industrinya maupun dalam substansi jurnalismenya, semestinya negara hadir melakukan pendekatan yang holistik,” katanya.

Menurut Munir, penguatan industri pers tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan pers. Sebaliknya, kebijakan tersebut menurutnya perlu diarahkan agar perusahaan pers tetap memiliki ruang untuk menjalankan fungsi jurnalistik di tengah perubahan teknologi.

“Banyak ruang yang bisa dilakukan melalui kemitraan antara masyarakat pers, yang di dalamnya ada PWI, bersama negara untuk menguatkan industri pers nasional,” ujarnya.

BacaJuga :

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Namun, Munir menegaskan tanggung jawab tidak hanya berada di tangan pemerintah. Perusahaan media dan wartawan juga harus memperbaiki tata kelola, meningkatkan kompetensi serta mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

“Dua-duanya harus berjalan. Ada kehadiran negara untuk melindungi, sementara pers sendiri harus melakukan penataan kelola yang lebih baik, meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” kata Munir.

KPID Jabar: Televisi dan Radio Masih Punya Audiens

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat Adiyana Slamat mengatakan media penyiaran masih memiliki basis audiens meski konsumsi informasi melalui platform digital terus berkembang.

Adiyana menyebut konsumsi televisi masih berada di kisaran 87 persen, sedangkan radio sekitar 50 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan televisi dan radio masih memiliki peran dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.

Namun, industri penyiaran juga perlu menyesuaikan program dengan perubahan perilaku audiens dan kebutuhan publik.

Adiyana juga menyoroti pentingnya peran media dalam membantu masyarakat menghadapi derasnya informasi digital, termasuk informasi yang belum terverifikasi.

Literasi Media Jadi Tantangan

Pengamat pers sekaligus anggota Dewan Pakar PWI Pusat Eduard Depari menyoroti perubahan perilaku masyarakat dalam memilih informasi di media sosial.

Menurut Eduard, algoritma dapat membuat pengguna lebih sering menerima informasi yang sesuai dengan kebiasaan dan preferensi mereka.

“Masyarakat memilih berita bukan karena kebenarannya, tetapi karena sesuai dengan apa yang mereka sukai,” kata Eduard.

Ia menilai kondisi tersebut membuat kemampuan masyarakat memeriksa sumber, memahami konteks, membandingkan informasi, serta membedakan fakta dan opini menjadi semakin penting.

Literasi media, menurut Eduard, diperlukan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap informasi, tetapi juga mampu menilai informasi yang diterimanya.

Dialog KIBAR yang disiarkan TVRI Bandung tersebut menghadirkan Akhmad Munir, Adiyana Slamat, dan Eduard Depari untuk membahas perubahan ekosistem informasi serta tantangan pers di tengah perkembangan teknologi digital dan algoritma. (arf/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Meida MassaPerspwi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Aktivis Agraria Afri Faturahman Nahkodai PK KNPI Lengkong Sukabumi

Brandgang Lapas Malang Disulap Jadi Kebun Jagung, Panen Perdana 4 Kuintal

Survei Lokasi Sebelum Beraksi, Polisi Bongkar Curanmor di Majalengka

PWI Luncurkan Website pwi.or.id, Hampir 40 Portal Daerah Terkoneksi

Jelang Hari Santri 2026, LP Maarif NU Dukun Siapkan Ini

Prev Next

POPULER HARI INI

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

BERITA LAINNYA

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Aktivis Agraria Afri Faturahman Nahkodai PK KNPI Lengkong Sukabumi

Brandgang Lapas Malang Disulap Jadi Kebun Jagung, Panen Perdana 4 Kuintal

Survei Lokasi Sebelum Beraksi, Polisi Bongkar Curanmor di Majalengka

PWI Luncurkan Website pwi.or.id, Hampir 40 Portal Daerah Terkoneksi

Jelang Hari Santri 2026, LP Maarif NU Dukun Siapkan Ini

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved