JAVASATU.COM- Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib mengaitkan kegiatan menonton film Islami dengan pemanfaatan penglihatan untuk aktivitas yang bernilai ibadah. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Layar Hikmah, Nobar dan Diskusi Film Pendek Islami di Pondok Pesantren Al Ikhlash, Delegan, Kecamatan Panceng, Gresik, Sabtu (3/10/2026).

Kiai Rofiq menyampaikan bahwa penggunaan mata tidak hanya untuk melihat aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat. Ia kemudian mengaitkannya dengan penjelasan Rasulullah SAW mengenai hak mata.
“Rasul pernah menyampaikan, berikanlah hak mata untuk beribadah. Para sahabat kemudian bertanya, apakah ibadahnya bagian mata itu, ya Rasulullah? Rasulullah menjawab, yaitu membaca Al-Qur’an dan memahami isinya. Jadi, hak mata itu yang pertama jangan sampai dalam sehari semalam tidak tersentuh dengan ibadah,” ujar Rofiq.
Menurut Rofiq, aktivitas menggunakan mata untuk hal-hal positif tidak hanya terbatas pada membaca Al-Qur’an. Membaca kitab, mempelajari ilmu hingga menyaksikan tontonan yang mengandung pesan Islami juga dapat menjadi bagian dari aktivitas yang memberikan manfaat.
“Bukan hanya Al-Qur’an saja. Termasuk juga membaca kitab dan menonton tontonan Islami, seperti nobar film pendek Islami ini. Yang paling penting adalah kita bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tonton,” katanya.
Rofiq menilai film dapat menjadi salah satu media dakwah yang dikembangkan mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, dakwah dapat disampaikan melalui berbagai media, termasuk film yang dekat dengan generasi muda.
“Makanya, likulli dakwah itu macam-macam. Dakwah itu bisa melalui berbagai macam cara. Salah satunya melalui film seperti yang kita lakukan pada hari ini,” tuturnya.
Kiai Rofiq berharap program tersebut terus dikembangkan sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik membuat karya.
“Semoga program ini bisa terus berkembang dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai berhenti di sini, tetapi bisa dikembangkan lagi sehingga semakin banyak anak-anak muda yang tertarik untuk berkarya,” ujarnya.
Kegiatan Layar Hikmah digelar MUI Kabupaten Gresik melalui Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja bersama MUI Kecamatan Panceng. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dakwah kreatif melalui film ke wilayah Gresik Utara.
Ketua Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja MUI Kabupaten Gresik, Hj Sri Wahyuni, M.Pd., mengatakan pelaksanaan Layar Hikmah di Panceng merupakan bagian dari target komisinya membawa program tersebut ke Gresik Utara.
“Alhamdulillah sebagaimana target kami, bisa terselenggara Nobar Layar Hikmah di Gresik Utara,” kata Sri.
Menurut Sri, Layar Hikmah merupakan kelanjutan dari program Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja MUI Kabupaten Gresik yang sebelumnya menggelar Festival Film Islami tingkat lokal dan nasional. Festival tersebut diikuti puluhan peserta dan menjadi bagian dari pengembangan media dakwah melalui karya film.
Kegiatan di Ponpes Al Ikhlash diikuti siswa SMA sederajat dari Kecamatan Panceng dan sekitarnya. Sejumlah undangan dari organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi kepemudaan serta komunitas seni di wilayah Panceng dan sekitarnya turut hadir.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Panceng sekaligus Pengasuh Ponpes Al Ikhlash, KH Alfin Sunhaji, M.Pd., menyampaikan rasa syukur karena pesantrennya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Kami selaku shohibul bait merasa sangat bersyukur dipercaya MUI Kabupaten untuk menjadi tuan rumah Nobar Layar Hikmah dan Bedah Film Islami,” ujarnya.
Alfin berharap kegiatan tersebut dapat menggugah semangat generasi muda, khususnya remaja, untuk terus berkarya dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain nonton bareng dan diskusi film pendek Islami, kegiatan diisi pembacaan puisi berantai oleh Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja MUI Kabupaten Gresik. Puisi dibacakan Sri Wahyuni bersama Didik Hendriyono, S.Pd., dengan materi mengenai perkembangan dunia digital serta pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak.
Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., Bendahara Umum H. Khoirul Anwar, S.H., M.M., Bendahara H. Mustain, Ketua Bidang Dakwah Drs. Nur Fakih, Ketua Komisi Ukhuwah dan Hubungan Antar Lembaga Drs. KH. Imam Chanafi, M.Ag., serta H. Isnanto, S.Ag.
Jajaran Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja MUI Kabupaten Gresik juga hadir, di antaranya Lukmanul Hakim, S.Pd.I., Komang Jaya Updahana, S.Sos., Hj. Dwi Astuti Dewi, Robii’atul Mariyah, S.Th.I., M.HI., dan Deny Koeswoyo, S.Kom. (bas/arf)