JAVASATU.COM- Pembangunan drainase di Desa Jatisari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, telah rampung dengan progres fisik mencapai 100 persen. Drainase beton bertulang sepanjang kurang lebih 127 meter tersebut dibangun pada ruas Jalan K1 Sempalwadak–Pringu untuk meningkatkan fungsi saluran dan memperlancar aliran air di kawasan tersebut.

Pembangunan drainase dilakukan karena kondisi saluran sebelumnya belum mampu mengalirkan air secara optimal. Sebagian saluran eksisting berupa pasangan batu dan saluran alam yang di sejumlah bagian banyak ditumbuhi vegetasi.
Kondisi tersebut membuat fungsi saluran menjadi kurang optimal dalam mengalirkan air. Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang melakukan penanganan melalui pembangunan saluran dengan konstruksi beton bertulang.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma melalui Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang, Anita Aulia Sari, mengatakan pembangunan drainase tersebut merupakan penanganan terhadap kondisi saluran yang sebelumnya membutuhkan peningkatan fungsi.
“Kondisi eksisting di lokasi sebagian berupa pasangan batu dan saluran alam. Di beberapa bagian juga banyak ditumbuhi vegetasi sehingga aliran air pada saluran menjadi kurang optimal,” ujar Anita, Selasa (6/10/2026).
Menurut Anita, kondisi saluran menjadi salah satu aspek yang diperhatikan karena berkaitan dengan kelancaran aliran air di sepanjang ruas jalan. Penanganan kemudian dilakukan dengan membangun drainase menggunakan konstruksi beton bertulang.
“Untuk penanganannya dilakukan pembangunan drainase beton bertulang dengan panjang kurang lebih 127 meter pada ruas Jalan K1 Sempalwadak–Pringu, tepatnya di Desa Jatisari, Kecamatan Tajinan,” jelasnya.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas fungsi saluran dibandingkan kondisi sebelumnya. Dengan saluran yang telah ditangani, aliran air di kawasan tersebut dapat diarahkan melalui drainase yang dibangun.
Anita mengatakan keberadaan drainase juga berkaitan dengan kondisi ruas jalan, terutama ketika aliran air tidak berjalan dengan baik. Karena itu, pembangunan saluran menjadi bagian dari penanganan infrastruktur pendukung jalan.
“Pembangunan ini bertujuan meningkatkan fungsi dan kelancaran aliran drainase sehingga dapat membantu mencegah terjadinya genangan pada ruas jalan,” katanya.
Selain membantu mengurangi potensi genangan, penanganan drainase juga diarahkan untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan yang melintas di ruas Sempalwadak–Pringu.
“Dengan fungsi drainase yang lebih baik, penanganan ini juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan yang melintas di ruas tersebut,” lanjut Anita.

Ruas Jalan K1 Sempalwadak–Pringu merupakan salah satu akses jalan yang berada di wilayah Kabupaten Malang. Pada titik pekerjaan di Desa Jatisari, penanganan difokuskan pada pembangunan drainase beton bertulang sepanjang sekitar 127 meter.
Pekerjaan tersebut kini telah selesai. Berdasarkan data DPUBM Kabupaten Malang per Selasa (6/10/2026), progres fisik pembangunan drainase di lokasi tersebut telah mencapai 100 persen.
“Untuk progres fisik pekerjaannya saat ini sudah mencapai 100 persen,” pungkas Anita. (har/arf)