JAVASATU.COM- Sebanyak 222 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (10/10/2026), di tengah ancaman kekeringan di sejumlah daerah.

Berdasarkan siaran pers BNPB, Senin (12/10/2026), empat kecamatan terdampak banjir meliputi Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, dan Bendahara. Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Aceh Tamiang mencatat tinggi muka air mencapai 50 sentimeter.
Hingga Minggu (11/10/2026), hujan masih berlangsung di sebagian wilayah dan banjir belum surut. Sebanyak 222 KK dilaporkan mengungsi akibat kejadian tersebut.
Di sisi lain, BNPB juga melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulawesi. Kondisi ini menunjukkan beragam ancaman bencana yang perlu diantisipasi, mulai dari kebakaran lahan saat kondisi kering hingga banjir akibat hujan berintensitas tinggi.
Dalam siaran pers tersebut, BNPB mengimbau masyarakat mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih dengan mengelola penggunaan air secara bijak.
“Untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, isi cadangan air saat pasokan masih tersedia, gunakan air sesuai kebutuhan, perbaiki keran atau pipa yang bocor, dan gunakan kembali air bekas yang masih layak,” demikian imbauan BNPB dalam siaran persnya, Senin (12/10/2026).
BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar untuk mencegah karhutla. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan bara api benar-benar padam.
Selain itu, masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau memantau perkembangan kondisi setempat dan mengikuti arahan petugas. BNPB juga meminta masyarakat menyiapkan tas siaga bencana serta memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (dop/arf)