JAVASATU.COM- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun, Kabupaten Gresik, menyiapkan lima kegiatan untuk menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pemasangan bendera NU di gapura desa, Lailatul Ijtima dan istighosah, ziarah masyayikh ke Pondok Pesantren Langitan di Tuban, upacara HSN, serta khatmil Qur’an.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun, KH Moh Sholeh, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, kebersamaan, dan kecintaan terhadap perjuangan para ulama.
“Semarak peringatan HSN ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen penting untuk kita perteguhkan kembali niat khidmat kita. Pemasangan bendera NU adalah tanda kehadiran kita di tengah masyarakat, bahwa NU hadir untuk kedamaian dan kemaslahatan warga,” kata Sholeh, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan pertama berupa pemasangan bendera NU di gapura desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Dukun. Kegiatan ini ditujukan untuk menyemarakkan peringatan HSN sekaligus memperkuat kebersamaan warga Nahdlatul Ulama (NU).
MWCNU Dukun juga menggelar Lailatul Ijtima dan istighosah sebagai sarana doa bersama yang melibatkan tokoh agama, pengurus NU, dan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi serta memohon keberkahan dalam menjalankan pengabdian.
Agenda berikutnya adalah ziarah masyayikh ke Pondok Pesantren Langitan, Tuban. Ziarah ini dimaksudkan untuk mengenang perjuangan para ulama terdahulu sekaligus mempererat hubungan antarlembaga pesantren.
Puncak peringatan HSN 2026 akan ditandai dengan upacara di halaman kantor MWCNU Dukun. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan warga NU, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum.
Selain itu, Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) MWCNU Dukun akan menggelar khatmil Qur’an sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an dan upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Sholeh mengatakan Lailatul Ijtima menjadi pengingat bahwa pengabdian perlu dibangun melalui doa dan kebersamaan. Sementara itu, ziarah masyayikh menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan dasar perjuangan NU.
“Ziarah masyayikh adalah pengingat bahwa apa yang kita nikmati hari ini merupakan buah perjuangan para pendahulu kita. Maka, wajib bagi kita meneruskan amanah tersebut dengan ikhlas,” ujarnya.
Ia berharap rangkaian kegiatan HSN 2026 dapat mempererat silaturahmi antarwarga serta mendorong santri untuk berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. (hoo/arf)