JAVASATU.COM- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mendorong pondok pesantren di Kota Malang memperkuat perlindungan santri dan mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Sarasehan Hari Santri bersama pengasuh dan pengelola pesantren se-Kota Malang di Hotel Savana, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Malang bersama Kantor Kementerian Agama Kota Malang itu juga diisi Deklarasi Bersama Pesantren Ramah Santri.
Deklarasi tersebut bertujuan memperkuat komitmen pengelola pesantren dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para santri.
Wahyu mengatakan, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga lingkungan untuk membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
Karena itu, keselamatan dan kenyamanan santri perlu menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan pesantren.
“Kita menyadari bahwa anak-anak yang saat ini menempuh pendidikan, termasuk di pondok pesantren, merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia pada tahun 2045. Karena itu, penguatan karakter harus dimulai dari lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan penuh keteladanan,” kata Wahyu.
Ia menekankan pentingnya mekanisme perlindungan yang jelas agar santri dapat melaporkan persoalan yang mengancam keselamatan mereka. Mekanisme tersebut antara lain kanal pengaduan yang aman, layanan pendampingan dan konseling, serta kontak darurat yang mudah diakses.
“Upaya pencegahan kekerasan perlu diperkuat melalui edukasi, pengawasan, penyediaan mekanisme pengaduan yang aman, serta penanganan setiap laporan secara tepat dan bertanggung jawab. Dengan demikian, setiap santri dapat belajar, berinteraksi, dan bertumbuh tanpa rasa takut,” ujarnya.
Wahyu juga meminta pengasuh dan pengelola pesantren menjaga kepercayaan orang tua yang menitipkan pendidikan serta pembentukan karakter anak-anak mereka.
“Pondok pesantren semakin menjadi pilihan para orang tua untuk mendidik putra-putrinya. Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus dijaga, karena orang tua tidak hanya memercayakan pendidikan, tetapi juga keselamatan dan tumbuh kembang anak-anaknya,” tutur Wahyu. (har/arf)





