JAVASATU.COM- Kontingen Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Kapanewon Ponjong memimpin klasemen sementara perolehan medali Pekan Olahraga (POR) IKG 2026. Ponjong mengoleksi dua medali emas dan satu perak, unggul dari Semin yang berada di posisi kedua dengan raihan satu emas dan dua perak.

Berdasarkan klasemen sementara per Senin (2/11/2026), Ponjong dan Semin sama-sama mengumpulkan tiga medali. Namun, Ponjong menempati posisi teratas karena unggul dalam jumlah medali emas.
Persaingan di papan atas juga melibatkan Rongkop dan Saptosari. Kedua kontingen masing-masing mengoleksi satu medali emas. Rongkop menempati peringkat ketiga, sedangkan Saptosari berada di posisi keempat.
Sementara itu, Semanu menempati peringkat kelima dengan raihan dua medali perak.
Humas IKG, Tarsih Ekaputra, mengatakan persaingan antar-kapanewon dalam POR IKG 2026 berlangsung ketat. Seluruh kontingen memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan atlet sekaligus membawa nama daerah masing-masing.
“Perolehan medali sementara menunjukkan persaingan antar-kapanewon berlangsung ketat. Ponjong saat ini berada di posisi teratas, tetapi kontingen lain juga terus berupaya memberikan hasil terbaik. Kami berharap seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan,” kata Tarsih, Selasa (3/11/2026).
POR IKG 2026 Telah Menghasilkan 17 Medali
Hingga Senin (2/11/2026), penyelenggaraan POR IKG 2026 telah menghasilkan 17 medali. Rinciannya terdiri atas lima emas, lima perak, dan tujuh perunggu.
Selain kontingen yang masuk lima besar, sejumlah kapanewon juga telah memperoleh medali. Ngawen mengumpulkan tiga perunggu, Playen meraih dua perunggu, sedangkan Paliyan dan Patuk masing-masing memperoleh satu perunggu.
Sebanyak 18 kontingen kapanewon mengikuti POR IKG 2026. Para atlet berkompetisi untuk meraih prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah asal mereka.
Tarsih menjelaskan, POR IKG tidak hanya berorientasi pada perolehan medali dan gelar juara. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah silaturahmi warga Gunungkidul yang tinggal di perantauan.
“POR IKG bukan hanya tentang siapa yang meraih medali atau menjadi juara. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga Gunungkidul di perantauan untuk berkumpul, saling mengenal, mempererat persaudaraan, dan membangun semangat guyub rukun,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, IKG juga mendorong sportivitas dan mempererat kebersamaan antarwarga Gunungkidul di perantauan. (arf/arf)





