Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Usai Mogok, Produsen Tahu Tempe di Sidoarjo Mulai Produksi Kembali

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
4 Januari 2021

Javasatu,Sidoarjo- Pasca mogok produksi selama 3 hari sejak 1 hingga 3 Januari 2021, Produsen tahu tempe di Kabupaten Sidoarjo mulai produksi kembali.

Produksi tahu tempe di Sidoarjo. (Foto: Nusadaily.com)

Diketahui, para produsen tahu tempe mogok produksi lantaran terjadi kenaikan harga bahan baku Kedelai dai harga sebelumnya Rp 7 ribu menjadi Ep 9 ribu perkilogramnya.

Diungkapkan, Muhammad Farid, Produsen tahu tempe asal Desa Sepande Kabupaten Sidoarjo, akibat adanya kenaikan harga bahan baku, pihaknya terpaksa menaikkan harga jual tahu ke pengecer.

“Kalau dari kami selaku produsen setiap satu papan kami jual seharga Rp 29 ribu dari harga biasanya sekitar Rp 27 ribu” kata Farid seperti dilansir Nusadaily.com group Javasatu.com.

ADVERTISEMENT

Dibeberkan Farid, sebelumnya bisa produksi hingga 6 kuintal kedelai setiap hari, namun saat ini hanya mampu memproduksi bahan baku sekitar 4,5 kuintal kedelai.

Berita Lainnya: 
  • Allah ya Allah… Tersesat Selama 4 Hari di Kota Batu, Warga Asal Jakarta Tergeletak di Tepi Jalan – Nusadaily.com
  • Kasus Covid-19 Semakin Bertambah, Pemkot Malang Perpanjang Safe House – Nusadaily.com
  • Sungai Watudakon Meluap, Ratusan Rumah Terendam Warga Kesulitan Air Bersih – Nusadaily.com

Senada, ditambahkan produsen tahu tempe asal Sepande, Karlim yang mengaku jika adanya kenaikan harga kedelai ini dirinya meraup untung sedikit.

“Dapat untung tapi tipis, semoga pemerintah bisa mencarikan solusi atas kejadian kenaikan harga kedelai. Kami berharap harganya bisa turun, kalau bisa di bawah Rp 7 ribu perkilonya” pintanya. (ND/JS)

Tags: ekonomiProdusen Tahu Tempe sidoarjo
Previous Post

Jukir di Kota Malang Bakal Dapat Gaji Setara UMK

Next Post

Sejumlah Toko Online di Gresik dan Malang saat Pandemi Omzetnya Meningkat

Related Posts

DPRD Kabupaten Malang: Digitalisasi UMKM Harus Diimbangi Kualitas Produk
UMKM

DPRD Kabupaten Malang: Digitalisasi UMKM Harus Diimbangi Kualitas Produk

6 Juni 2026
Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi
Kesehatan

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

27 April 2026
Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi
Kota Malang

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

27 April 2026
Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda
Kota Malang

Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda

27 April 2026
Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar
Kota Malang

Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan
Berita

Pameran 22 Tahun Sanggar DAUN Diserbu Pengunjung, 45 Karya Anak Dipamerkan

26 April 2026
Next Post
Sejumlah Toko Online di Gresik dan Malang saat Pandemi Omzetnya Meningkat

Sejumlah Toko Online di Gresik dan Malang saat Pandemi Omzetnya Meningkat

Comments 3

  1. Ping-balik: Pembuat Tempe di Pontianak Kurangi Bobot Karena Harga bahan Baku Naik - Nusa Daily
  2. Ping-balik: Pelaku UKM Industri Turunan Tempe Keluhkan Kenaikan Bahan Baku - Nusa Daily
  3. Ping-balik: Pemkab Bantul: Stok Kedelai di Tingkat Distributor Cukup - Nusa Daily
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com