Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026, 158 Orang Berisiko Hipertensi

Fathur Rohman by Fathur Rohman
27 April 2026

JAVASATU.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menggelar pembekalan kesehatan bagi calon jemaah haji 2026 di Hotel Lotus Garden, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati sebagai upaya memastikan kesiapan fisik dan mental jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Kadinkes Kota Kediri. Foto: Javasatu.com

Dalam pembekalan tersebut, Pemkot Kediri menyoroti tingginya jumlah jemaah dengan risiko kesehatan. Berdasarkan data Dinkes, sebanyak 158 jemaah masuk kategori risiko, mulai dari ringan hingga berat, dengan penyakit terbanyak adalah hipertensi. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik yang kuat.

“Jangan sampai nanti kita berangkat 281 orang, pulangnya berkurang. Kita harus saling menjaga, disiplin, dan membawa nama baik Indonesia serta Kota Kediri,” tegas Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Mbak Wali, sapaan Vinanda Prameswati menekankan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Karena itu, jemaah diminta menjaga pola makan, kebugaran, serta rutin berkoordinasi dengan petugas kesehatan selama menjalankan ibadah.

ADVERTISEMENT

“Disiplin pola hidup sehat mulai sekarang sangat penting. Atur makan, istirahat cukup, olahraga, dan minum obat secara rutin bagi yang punya penyakit penyerta,” ujarnya.

Pemkot Kediri juga menyiapkan lima petugas haji untuk mendampingi jemaah, terdiri dari dua dokter, satu perawat, serta pembimbing ibadah. Pendampingan ini mencakup aspek kesehatan hingga bimbingan keagamaan selama di Tanah Suci.

Selain itu, Wali Kota mengingatkan jemaah untuk memastikan vaksinasi wajib telah lengkap paling lambat 10 hari sebelum masuk embarkasi. Jemaah juga diminta tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas, serta mengikuti arahan petugas.

Dinkes Kota Kediri Bekali Jemaah Haji 2026. Foto: Javasatu.com

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kota Kediri, dr Hamida menyatakan pihaknya akan memberikan perhatian khusus kepada jemaah berisiko tinggi melalui pengawasan ketat dan penandaan khusus.

“Jemaah risiko tinggi akan diberi gelang khusus dan dipantau lebih intensif. Ini penting mengingat cuaca ekstrem dan aktivitas fisik yang berat di Tanah Suci,” jelas Hamida.

Ia juga mengimbau jemaah, khususnya lansia, untuk tidak memaksakan diri dan menjaga asupan cairan guna mencegah dehidrasi dan kelelahan ekstrem.

“Jangan sampai dehidrasi dan kelelahan, terutama lansia. Ibadah haji itu fisik, jadi harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” pungkasnya. (kur/saf)

Tags: Dinkes Kota KediriJemaah HajiKota KediriPemkot KediriVinanda PrameswatiWali Kota Kediri
Previous Post

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

Next Post

Rumah Warga Bantur Malang Rusak Diduga Ledakan Bom Ikan, Polisi Buru Pelaku

Related Posts

DPRD Usul Bangun RS Tipe C di Malang Selatan, Anggaran Rp 500 Miliar
Kesehatan

DPRD Usul Bangun RS Tipe C di Malang Selatan, Anggaran Rp 500 Miliar

27 Oktober 2026
Peduli Kesehatan, Program SEHATI BEM UNAIR Sasar Ibu dan Balita di Desa Balesari Malang
Kesehatan

Peduli Kesehatan, Program SEHATI BEM UNAIR Sasar Ibu dan Balita di Desa Balesari Malang

25 Oktober 2026
BEM Unair Cek Kesehatan Gratis Lansia di Ngajum Malang, Diapresiasi Warga
Kesehatan

BEM Unair Cek Kesehatan Gratis Lansia di Ngajum Malang, Diapresiasi Warga

24 Oktober 2026
Klinik Annahdlah Dukun Gresik Layani Prolanis dan Pap Smear Gratis
Kesehatan

Klinik Annahdlah Dukun Gresik Layani Prolanis dan Pap Smear Gratis

14 Oktober 2026
Mas Dhito Tegas soal Stunting di Kediri: Data Harus Riil, Bukan Sekadar Persentase
Kesehatan

Mas Dhito Tegas soal Stunting di Kediri: Data Harus Riil, Bukan Sekadar Persentase

5 Oktober 2026
Wabup Kediri Apresiasi Layanan Terapi EECP di Pare
Kesehatan

Wabup Kediri Apresiasi Layanan Terapi EECP di Pare

26 September 2026
Next Post
Rumah Warga Bantur Malang Rusak Diduga Ledakan Bom Ikan, Polisi Buru Pelaku

Rumah Warga Bantur Malang Rusak Diduga Ledakan Bom Ikan, Polisi Buru Pelaku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com