Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Datangnya Era Melukis dengan Bantuan Artificial Inteligence, 15 Spiritual Paintings of Denny JA

Javasatu by Javasatu
5 November 2022

Datangnya Era Melukis dengan Bantuan Artificial Inteligence

“15 Spiritual Paintings of Denny JA”

Oleh: Denny JA

“Saya bermimpi melukis, kemudian saya melukis mimpi saya.” Ini kalimat yang dikatakan oleh salah satu pelukis raksasa Van Gog

Semasa hidupnya, 1882-1885, Van Gogh sudah mengekspresikan mimpinya dalam lebih dari 900 lukisan. Namun ia hanya berhasil menjual satu lukisan saja semasa hidupnya, berjudul Red Vanyard at Arles.

Lukisan itupun dibeli oleh keluarga dari sahabatnya sendiri: Anna Boch.

Van Gogh hidup dalam kondisi yang melarat. Gaya melukis Van Gogh tidak populer di zamannya. Tapi Van Gogh bersikeras tetap melanjutkan gaya lukisannya sendiri, walau tak ada yang membelinya.

ADVERTISEMENT

Van Gogh hanya ingin mengekspresikan dirinya. Ia hanya tergerak untuk melukis mimpinya.

Kini, 140 tahun setelah kematiannya, lukisan Van Gogh termasuk yang paling mahal yang pernah terjual.

Di tahun 1990, lukisannya berjudul The Portrait of Dr. Gauche, terjual dengan harga USD 85 juta. Itu sama dengan 1, 2 Trilyun rupiah.

Sejak lama saya menggandrungi Van Gogh. Sejak bersekolah di Amerika Serikat, saya mencari poster lukisannya di berbagai toko seni.

Saya menyenangi gaya lukisan Van Gogh, yang sering disebut dengan genre ekspresionisme. Dalam gaya ini, yang dilukis tak hanya realitas fisik sebuah obyek, tapi juga emosinya, gairahnya, gejolak batinnya.

Emosi itu terasa dalam lukisan melalui tarikan kuas, permainan warna.

Di kemudian hari Van Gogh dianggap sebagai bapak ekspresionisme. Lukisannya menggunakan warna untuk mengekspresikan perasaan, emosi dan suasana hati.

Lukisan Van Gogh juga lebih menggunakan simbolisme, lebih abstrak dibandingkan lukisan realisme atau fotografis yang populer saat itu.

Tema Cinta Iahi

Di tahun 2022 ini, saya banyak berkenalan dengan aplikasi lukisan, dengan bantuan artificial inteligence.

Dengan ketrampilan teknis melukis yang elementer, sejauh memiliki konsep yang kuat, gabungan beberapa aplikasi lukisan itu dapat membantu.

Saya pun mengeskpresikan cinta ilahi melalui lukisan gaya Van Gogh. Berbeda dengan Van Gogh, saya tak mulai melukis dari kanvas yang kosong. Saya melukisnya di atas kanvas yang sudah bercorak dengan bantuan aplikasi lukisan.

Di atas lukisan pun, saya bubuhkan potongan puisi, yang menyatu dengan gagasan utama lukisan.

Maka ada empat karakter utama jenis lukisan yang saya beri nama LUKISAN ESAI.

Pertama, ini jenis lukisan hibrida. Yaitu lukisan yang dibantu oleh aplikasi digital, artificial inteligence. Goresan manual pelukis, kuas, warna dan tarikan garis tangannya, menjadi finishing touch saja dari lukisan itu. Katakanlah ini gabungan lukisan aplikasi dan manual, hibrida.

Kedua, pesan utama lukisan juga diekspresikan dalam bentuk potongan puisi. Dalam lukisan itu, di atas kanvas, hadir teks puisi.

Ketiga, tak hanya isi puisi, tapi juga pemilihan huruf dan warna teks puisi itu menyatu dengan lukisan. Secara grafis, teks puisi itu menjadi bagian harmoni dari lukisan.

Keempat, judul lukisan tidak berada di luar kanvas. Judul lukisan tercantum dalam kanvas berupa potongan puisi itu sendiri.

Maka terciptalah serial 15 lukisan esai dengan empat karakter di atas. Sebanyak 15 lukisan itu mengekspresikan gelora batin yang sama: Cinta Ilahi.

Ada potongan puisi sufistik di setiap lukisan. Misalnya lukisan dengan gambar bulan yang besar, sebagai simbol Tuhan, bertuliskan: The Music of Your Love In My Flute. “Alunan CintaMu Meniup Sulingku.”

Tanggal 1 November 2022, LSI Denny JA menyelenggarakan konferensi pers soal politik dan agama. Sebanyak 15 lukisan saya dipajang di sana, dilihat wartawan dan khalayak pertama kali.

Serial 15 lukisan itu dapat dilihat di video Youtube ini, yang dirangkai dengan alunan musik Itirof dari Abu Nawas:


(Dikirim: Akaha Taufan Aminudin, Penulis Indonesia Satupena, Koordinator Satupena Jawa Timur)
Tags: Denny JASatupena
Previous Post

Diduga Jalankan Bisnis Esek-esek, Satpol PP Kabupaten Malang Pantau Titik Ini

Next Post

Gresik Pasang Target Juara Umum di Ajang POPDA XIII Jawa Timur

Related Posts

OPINI: Konsolidasi Fiskal untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi Indonesia
Opini

OPINI: Konsolidasi Fiskal untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi Indonesia

7 November 2026
OPINI: Mengapa Pajak Kripto di Indonesia Tidak Mudah? Ini Tantangannya
Opini

OPINI: Mengapa Pajak Kripto di Indonesia Tidak Mudah? Ini Tantangannya

6 November 2026
OPINI: Mempersempit Ketimpangan Global, Memperkuat Pendapatan Dalam Negeri
Opini

OPINI: Mempersempit Ketimpangan Global, Memperkuat Pendapatan Dalam Negeri

5 November 2026
OPINI: Mengapa Indonesia Harus Memperkuat Ketahanan Fiskal di Tengah Fragmentasi Perdagangan Global?
Opini

OPINI: Mengapa Indonesia Harus Memperkuat Ketahanan Fiskal di Tengah Fragmentasi Perdagangan Global?

5 November 2026
OPINI: Seberapa Kuat Ketahanan Fiskal Indonesia Menghadapi Fragmentasi Perdagangan Global?
Opini

OPINI: Seberapa Kuat Ketahanan Fiskal Indonesia Menghadapi Fragmentasi Perdagangan Global?

4 November 2026
OPINI: Menata Data, Melindungi Privasi Publik
Opini

OPINI: Menata Data, Melindungi Privasi Publik

4 November 2026
Next Post
Gresik Pasang Target Juara Umum di Ajang POPDA XIII Jawa Timur

Gresik Pasang Target Juara Umum di Ajang POPDA XIII Jawa Timur

Comments 1

  1. akahataufanaminudin says:
    4 tahun ago

    Selamat Succesfull Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN sepanjang masa Succesfull Sedulur

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com