Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Tugu Manyar, Simbol Kemerdekaan Indonesia yang Kini Dipindah

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
11 Juli 2023

JAVASATU.COM-GRESIK- Bangunan tugu Manyar, yang saat ini dipindah untuk keperluan pelebaran jalan Manyar, bukanlah sembarang tugu. Di balik penampilannya yang menyerupai bambu runcing, terdapat sejarah dan filosofi yang menghubungkannya dengan semangat kemerdekaan Indonesia.

Tugu Manyar di Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa/Sudasir Al Ayyubi)

Pembangunan tugu tersebut, yang sekarang menghiasi bagian utara jalan Manyar, tidak lepas dari semangat juang kemerdekaan Indonesia pada masa itu. Ketika proses evakuasi tugu, tahun dan tanggal pembangunan tugu terungkap pada bagian dasar tugu tersebut. Terpampang dengan jelas, tanggal 17 Agustus 1960, sebuah tugu yang membangkitkan kenangan akan perjuangan dalam merebut kemerdekaan.

Warga setempat yakin bahwa pembangunan tugu Manyar ini tidak terlepas dari kontribusi tokoh agama terkemuka, KH Sahlan. Gus Ahmad Suhaili Idris, cucu dari KH Sahlan, mengungkapkan bahwa tugu ini memiliki filosofi yang menggambarkan semangat kemerdekaan. Para pendahulu tokoh desa Manyar Komplek telah membangun tugu ini dengan mengandalkan filosofi yang kuat.

Bagian ujung tugu yang berwarna putih menampilkan garis mengerucut sebanyak 17, melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia. Di bagian bawah garis kotak warna biru tugu terdapat 8 garis, melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia. Dan pada bagian bawah tugu, ada garis-garis kotak berwarna hijau sebanyak 45, yang mengingatkan kita pada tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

ADVERTISEMENT

“Melihat semua ini, saya yakin bahwa orang-orang Manyar pada masa lalu telah maju dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Oleh karena itu, bersama-sama dengan warga lainnya, kami tidak ingin tugu ini dihancurkan, melainkan dipindahkan dengan tetap mempertahankan integritasnya,” ungkap Gus Suhel, panggilan akrabnya, Selasa (11/7/2023).

Gus Suhel, yang juga merupakan pengajar di Ponpes Mambaus Sholihin, Suci, Manyar, Gresik, menyebutkan bahwa sejarah tugu ini tak lepas dari peran kakeknya, KH Sahlan. Saat pembangunan tugu, KH Sahlan menaruh botol berisi air untuk melindungi dan menjaga keamanan warga sekitar. Oleh karena itu, sebelum proses evakuasi dimulai, Gus Suhel dan para tokoh masyarakat setempat, termasuk Forkopimcam dan Ulama, melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan untuk memohon keselamatan bagi para pekerja yang terlibat dalam pemindahan tugu.

“Jadi, jangan salah paham. Doa bersama ini bukan hanya untuk keamanan fisik yang terlihat jelas, tetapi juga untuk memohon keselamatan dalam batin. Dengan doa ini, diharapkan tugu dapat diangkat dengan baik oleh para pekerja,” jelas Gus Suhel.

Selamatan di Tugu Manyar. (Foto: Istimewa/Sudasir Al Ayyubi)

Lebih lanjut, Gus Suhel, yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Manyar, mengungkapkan bahwa ada dua versi cerita sejarah mengenai KH Sahlan yang menaruh botol di bagian dasar tugu saat pembangunannya. Versi pertama menyebutkan bahwa botol itu berisi air, sedangkan versi kedua menyebutkan bahwa botol itu berisi kertas.

“Entah versi mana yang benar, saya sendiri tidak tahu. Karena 9 tahun setelah pembangunan tugu, pada tahun 1969, KH Sahlan meninggal dunia. Yang jelas, botol tersebut merupakan simbol keselamatan atau, dalam istilah Jawa, ‘jimat’,” jelas pria kelahiran 1976 ini.

Kini, berkat jasa-jasanya, nama KH Sahlan diabadikan sebagai nama jalan di wilayah Manyar Komplek. Nama jalan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat Manyar akan peran penting tokoh tersebut dalam mempertahankan dan merawat semangat kemerdekaan.

Dengan pemindahan tugu Manyar yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan memperhatikan aspek keamanan, diharapkan semangat kemerdekaan yang tertanam dalam tugu ini akan tetap terjaga dan menginspirasi generasi muda Manyar dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (Bas/Saf)

Tags: Kecamatan ManyarMonumenTugu Manyar
Previous Post

Jalan Raya Pakis Malang Telan Korban Lagi, Dua Nyawa Melayang

Next Post

Terungkap, Bagian Dasar Tugu Manyar Membawa Pesan Tersembunyi

Related Posts

Maulid Nabi, Warga Jalan Cendrawasih Tebuwung Perkuat Kebersamaan
Harmony Society

Maulid Nabi, Warga Jalan Cendrawasih Tebuwung Perkuat Kebersamaan

16 September 2026
Warga Tebuwung Gelar Cendrawasih Bersholawat, Semarakkan HUT RI
Harmony Society

Warga Tebuwung Gelar Cendrawasih Bersholawat, Semarakkan HUT RI

9 September 2026
Harlah Sabilu Taubah Blitar Merakyat, Warga Doa Bersama hingga Mancing
Harmony Society

Harlah Sabilu Taubah Blitar Merakyat, Warga Doa Bersama hingga Mancing

7 September 2026
Malam Akrab Jadi Tradisi Warga RT 03 RW 07 Penanggungan Kota Malang
Harmony Society

Malam Akrab Jadi Tradisi Warga RT 03 RW 07 Penanggungan Kota Malang

7 September 2026
Karnaval Budaya Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI di Tebuwung Gresik
Harmony Society

Karnaval Budaya Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI di Tebuwung Gresik

30 Agustus 2026
HUT ke-81 RI di RW 12 Klayatan Kota Malang, Gema Cerita Nusantara Satukan Warga
Harmony Society

HUT ke-81 RI di RW 12 Klayatan Kota Malang, Gema Cerita Nusantara Satukan Warga

30 Agustus 2026
Next Post
Tugu Manyar, Simbol Kemerdekaan Indonesia yang Kini Dipindah

Terungkap, Bagian Dasar Tugu Manyar Membawa Pesan Tersembunyi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com