JAVASATU.COM- Stadion Gajayana, Kota Malang, genap berusia 100 tahun. Momen bersejarah itu akan diperingati dengan Trofeo All Star Legends Indonesia dan Turnamen Tendangan Penalti Piala Gubernur Jawa Timur 2026 yang digelar Minggu, 18 Januari 2026.

Ajang ini akan mempertemukan sejumlah legenda sepak bola Indonesia dalam laga trofeo yang melibatkan Persema Malang Legends, Persib Bandung Legends, dan Batavia Jakarta Legends. Sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia era 1975–1990-an juga dijadwalkan turun berlaga.
Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi Bakorwil III Jawa Timur, Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Persema Reborn, Bledeg Biru Management, serta komunitas legenda sepak bola Jawa Timur. Selain laga trofeo, panitia juga menggelar turnamen tendangan penalti sebagai bagian dari Piala Gubernur Jawa Timur 2026.

Ketua Dewan Pembina Malang Legends, Prof. Muhammad Bisri, mengatakan peringatan seabad Stadion Gajayana menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali atmosfer sepak bola yang sehat dan inklusif di Kota Malang.
“Sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini wahana menyebarkan perdamaian, cinta tanah air, serta olahraga yang sehat dan menyenangkan. Para legenda harus memberi teladan bagi generasi penerus,” ujar Prof. Bisri, Rabu (7/1/2026).
Prof. Bisri dijadwalkan turun langsung sebagai kapten Persema Malang Legends dan akan berduet dengan Wakil Wali Kota Malang Sam Ali di lini depan.

Sementara itu, Kepala Bakorwil III Jawa Timur Asep Kusdinar menilai kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kerukunan, persaudaraan, dan gotong royong antarinsan sepak bola di Jawa Timur.
“Melalui sepak bola, kita bisa membangun kebersamaan dan kolaborasi lintas pihak. Semangatnya adalah damai, sehat, dan menyenangkan,” kata Asep.
Ketua Panitia Pelaksana, Muklis Tajudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan seabad Stadion Gajayana digerakkan secara gotong royong dan sukarela.
“Ini keberhasilan bersama. Harapannya, semangat perdamaian, cinta tanah air, dan sepak bola yang sehat terus tumbuh di Malang dan Jawa Timur,” ujarnya. (wes/arf)