Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Bakorwil Malang Bantu UMKM Blitar Perbaiki Kemasan Produk

Wahyu Eko Setiawan by Wahyu Eko Setiawan
6 November 2026

JAVASATU.COM- Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memfasilitasi perbaikan desain kemasan dan rebranding produk 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Kelompok Tani Hutan (KTH) di kawasan Selatan-Selatan Jawa Timur. Program ini bertujuan meningkatkan daya tarik produk lokal sekaligus memperkuat daya saing di pasar.

Foto: Wahyu Eko Setiawan

Fasilitasi tersebut dilakukan melalui program Millennial Job Center (MJC) di Angkringan Pak Joko, Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (5/11/2026).

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, mengatakan kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai jual produk. Selain menarik perhatian konsumen, kemasan juga berfungsi melindungi produk dan memperkuat identitas usaha.

Menurutnya, pelaku UMKM dan KTH tidak cukup hanya mengandalkan hasil produksi. Mereka perlu mengembangkan tampilan produk agar memiliki daya tarik dan mampu bersaing dengan produk sejenis.

ADVERTISEMENT

“Potensi daerah harus mampu kita ubah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kita tidak boleh hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi harus mampu menciptakan produk olahan yang memiliki identitas, kualitas, dan nilai tambah. Kemasan menjadi bagian penting karena tidak hanya menarik perhatian konsumen, tetapi juga melindungi produk, menceritakan identitas daerah, dan meningkatkan nilai jual,” tegas Asep.

Dalam program tersebut, Bakorwil Malang melibatkan dua mentor profesional dan 25 talenta kreatif untuk mendampingi 25 klien atau pelaku usaha. Setiap pelaku usaha mendapatkan fasilitasi rebranding untuk satu produk prioritas.

Proses pendampingan mencakup identifikasi karakteristik produk, penyusunan konsep desain, pengembangan identitas merek, konsultasi, hingga penyempurnaan desain kemasan.

Pendampingan dilakukan secara intensif selama kurang lebih dua minggu. Hasil akhirnya berupa file desain kemasan siap cetak yang dilengkapi panduan teknis pencetakan sehingga dapat langsung digunakan pelaku usaha.

Asep menjelaskan, program MJC menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha dan talenta muda yang memiliki kompetensi kreatif. Melalui program tersebut, kebutuhan pengembangan produk UMKM diharapkan dapat dijawab dengan solusi desain yang sesuai karakteristik masing-masing usaha.

“Melalui MJC, kita mempertemukan potensi lokal dengan kompetensi talenta muda. Harapannya, lahir desain kemasan yang khas dan bernilai jual, terbangun jejaring antara talenta, KTH, dan pelaku usaha, serta semakin banyak produk lokal kawasan Selatan Jawa Timur yang mampu bersaing dan menjangkau pasar lebih luas,” tambahnya.

Prof. Dr. Asihing Kustanti, S.Hut., M.Si., yang turut menjadi narasumber, mengatakan perbaikan kemasan perlu diikuti pemahaman mengenai strategi bisnis. Pelaku UMKM juga harus memperhatikan penetapan harga, segmentasi konsumen, pemasaran, serta karakteristik produk yang ditawarkan.

Ia mencontohkan Kabupaten Blitar memiliki berbagai komoditas lokal, seperti nanas madu, sukun, dan pisang Cavendish yang berpeluang dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Untuk menjadi masyarakat yang berdaya, kita harus mengenali potensi yang dimiliki, meningkatkan kemampuan, kemudian mengembangkan potensi tersebut agar memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Asihing menambahkan, produk UMKM yang memiliki potensi pengembangan juga dapat difasilitasi melalui show window di Bakorwil Malang sebagai sarana promosi dan perluasan akses pemasaran.

Sementara itu, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Malang menyampaikan bahwa pengembangan produk KTH di Kabupaten Blitar masih membutuhkan penguatan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam inovasi produk, desain kemasan, dan pemasaran.

Saat ini, Kabupaten Blitar memiliki sekitar 225 KTH yang didampingi tiga penyuluh kehutanan. Keterbatasan tenaga pendamping tersebut membutuhkan dukungan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat pengembangan usaha kelompok.

CDK Wilayah Malang juga telah menjalin kerja sama dengan Kampung Coklat melalui fasilitasi pemberian bibit kakao bagi KTH. Ke depan, kerja sama dengan talenta kreatif di bidang desain dan pemasaran diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tarik produk hasil usaha kelompok tani hutan.

Di sisi lain, Camat Kanigoro menyebut perkembangan Jalur Lintas Selatan (JLS) membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar melalui sektor pariwisata.

Namun, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan modal, kapasitas produksi, hingga pemasaran.

Ia berharap pendampingan desain kemasan dan pengembangan produk dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi di kawasan selatan Kabupaten Blitar. (wes/arf)

Tags: Bakorwil MalangJawa TimurKabupaten BlitarUMKM
Previous Post

Yuly Twins Buktikan Musik Bisa Jadi Jalan Anak Berkebutuhan Khusus Menemukan Potensi

Next Post

Haul ke-128 KH M Sholih Tsani, Wabup Gresik Ajak Teladani Perjuangan Ulama

Related Posts

Salah Sasaran, Pelajar di Majalengka Dikeroyok hingga Gigi Patah
Berita

Salah Sasaran, Pelajar di Majalengka Dikeroyok hingga Gigi Patah

6 November 2026
Haul ke-128 KH M Sholih Tsani, Wabup Gresik Ajak Teladani Perjuangan Ulama
Berita

Haul ke-128 KH M Sholih Tsani, Wabup Gresik Ajak Teladani Perjuangan Ulama

6 November 2026
Polisi Bongkar Oplos Gas LPG Subsidi di Majalengka, 308 Tabung Portable Disita
Berita

Polisi Bongkar Oplos Gas LPG Subsidi di Majalengka, 308 Tabung Portable Disita

6 November 2026
800 Personel Gabungan Disiagakan Antisipasi Bencana di Kabupaten Malang
Berita

800 Personel Gabungan Disiagakan Antisipasi Bencana di Kabupaten Malang

6 November 2026
Kurang dari 10 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Vandalisme di Majalengka
Berita

Kurang dari 10 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Vandalisme di Majalengka

6 November 2026
Pemkot Malang Siapkan Ducting untuk Atasi Kabel Semrawut
Berita

Pemkot Malang Siapkan Ducting untuk Atasi Kabel Semrawut

5 November 2026
Next Post
Haul ke-128 KH M Sholih Tsani, Wabup Gresik Ajak Teladani Perjuangan Ulama

Haul ke-128 KH M Sholih Tsani, Wabup Gresik Ajak Teladani Perjuangan Ulama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com