Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

BNPB Gandeng APKASINDO Cegah Karhutla di Perkebunan Sawit

Yondi Ari by Yondi Ari
29 Oktober 2026

JAVASATU.COM- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di perkebunan sawit rakyat dan lahan gambut. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran yang memicu bencana kabut asap.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi. (Foto: BNPB)

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan ajakan tersebut dalam Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia III di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam pencegahan, mitigasi, dan penanganan darurat karhutla.

“Antara BNPB-APKASINDO ini perlu kerja sama, perlu kolaborasi,” kata Kristomei.

BNPB mencatat, hingga 26 Oktober 2026, akumulasi titik panas nasional mencapai 1.296.184 titik. Angka tersebut disebut 2,13 kali lipat lebih tinggi dibandingkan 2019. Puncak kemunculan titik panas terjadi pada September dengan 446.262 titik.

ADVERTISEMENT

Kristomei menyebut fenomena El Niño menjadi salah satu pemicu kekeringan ekstrem yang meningkatkan risiko karhutla. Kenaikan titik panas juga tercatat di sejumlah wilayah, antara lain Kalimantan Tengah sebesar 162% dan Papua Selatan hingga 814%.

Berdasarkan catatan BNPB sepanjang 2026, sebanyak 55,6% akumulasi titik panas berada di ekosistem lahan gambut, sedangkan 7,8% berada di sekitar kawasan konsesi sawit. Periode rawan kebakaran terjadi pada Agustus hingga Oktober, terutama di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.

“Jadi tiga pilar utama kami adalah pencegahan, mitigasi, dan tanggap darurat,” ujar Kristomei.

Untuk mencegah kebakaran, BNPB mendorong petani menerapkan prinsip zero burning atau pembukaan lahan tanpa pembakaran. Petani diimbau membuka lahan secara manual atau mekanis serta mengolah sisa tebangan menjadi kompos.

BNPB juga mendorong pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang terlatih, penyediaan peralatan pemadam dasar, sumber air, serta pembangunan sekat kanal di lahan gambut. Petani juga diminta menyimpan nomor layanan darurat BNPB di 117.

Penerapan pencegahan karhutla juga dikaitkan dengan standar sertifikasi perkebunan sawit berkelanjutan, yakni Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). BNPB menyebut kepatuhan terhadap standar, kepemilikan prosedur operasional standar (SOP), sekat kanal, dan peralatan pemadam dapat mendukung pencegahan kebakaran sekaligus membantu menjaga akses pasar bagi tandan buah segar (TBS) petani.

Untuk memperkuat deteksi dini, BNPB memanfaatkan pemantauan multi-satelit secara real-time guna menelusuri titik awal api, arah perambatan, dan perubahan lahan.

BNPB bersama DPP APKASINDO juga berencana membangun sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) terintegrasi. Sistem tersebut dirancang mengirimkan notifikasi titik panas dari satelit ke ponsel pengurus setelah koordinat kebun didaftarkan oleh pengurus DPW atau DPD dan narahubung KTPA ditunjuk. Informasi itu selanjutnya dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti bersama BPBD setempat. (dop/arf)

Tags: BNPBKarhutla
Previous Post

Sumpah Pemuda, SMP Al-Karimi Gresik Lantik Pengurus OSIS

Next Post

Dinkes Kabupaten Malang Belum Beri Penjelasan soal Ambulans dan Puskesmas

Related Posts

Pemuda Kota Malang Bergandengan Tangan Bentuk Setengah Lingkaran saat Sumpah Pemuda
Berita

Pemuda Kota Malang Bergandengan Tangan Bentuk Setengah Lingkaran saat Sumpah Pemuda

29 Oktober 2026
Kapolres Gresik Ajak Pelajar Sekolah Rakyat Tanamkan Semangat Sumpah Pemuda
Berita

Kapolres Gresik Ajak Pelajar Sekolah Rakyat Tanamkan Semangat Sumpah Pemuda

29 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Malang Belum Beri Penjelasan soal Ambulans dan Puskesmas
Berita

Dinkes Kabupaten Malang Belum Beri Penjelasan soal Ambulans dan Puskesmas

29 Oktober 2026
“Rutam Nuwus”, Kapolresta Malang Kota Apresiasi Pendemo yang Tertib
Berita

“Rutam Nuwus”, Kapolresta Malang Kota Apresiasi Pendemo yang Tertib

28 Oktober 2026
Usai Demo, Polisi dan DLH Bersihkan Bundaran Tugu Kota Malang
Berita

Usai Demo, Polisi dan DLH Bersihkan Bundaran Tugu Kota Malang

28 Oktober 2026
Demo di Kota Malang, Aliansi Rakyat Sampaikan 6 Tuntutan
Berita

Demo di Kota Malang, Aliansi Rakyat Sampaikan 6 Tuntutan

28 Oktober 2026
Next Post
Dinkes Kabupaten Malang Belum Beri Penjelasan soal Ambulans dan Puskesmas

Dinkes Kabupaten Malang Belum Beri Penjelasan soal Ambulans dan Puskesmas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com