email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Pesan Damai Gus Thoriq dari Tongkat Zaitun

by Agung Baskoro
31 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Tongkat komando berbahan pohon zaitun pemberian Inisiator Hari Santri Nasional, KH Thoriq Bin Ziyad atau Gus Thoriq, kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjadi simbol pesan perdamaian di tengah konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Gus Thoriq menyerahkan tongkat zaitun kepada Gus Kikin, Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-35 di Tambakberas, Jombang. (Foto: ist)

Tongkat tersebut diberikan Gus Thoriq kepada Gus Kikin pada Jumat petang, 5 Desember 2025, di kediamannya di Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Saat itu, Gus Kikin masih menjabat Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029 hasil Muktamar ke-34 di Lampung.

Kini, Gus Kikin yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dan Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terpilih sebagai Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-35.

Gus Thoriq mengaku telah meyakini sejak jauh hari bahwa Gus Kikin dapat menjadi sosok pemersatu untuk meredam konflik internal di tubuh PBNU.

“Gus Kikin ini kan cicitnya KH Hasyim Asy’ari ya, kami berbincang bahwa PBNU menjadi kekuatan besar di Indonesia karena ada tiga momentum. Pertama, kemenangan awal sebagai partai politik di era Orde Lama, kedua penumpasan paham komunisme serta ketiga munculnya Hari Santri Nasional yang kita peringati setiap tahunnya,” ujar Gus Thoriq, Senin (31/8/2026).

Menurut Gus Thoriq, pertemuan dengan Gus Kikin berlangsung ketika konflik internal PBNU sedang memanas. Gus Kikin datang bersilaturahmi ke kediamannya pada Jumat selepas Ashar.

Gus Thoriq kemudian berpesan agar Gus Kikin ikut meredam persoalan internal PBNU. Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan penyerahan tongkat zaitun yang telah disiapkan sebelumnya.

“Mendamaikan itu tugas yang mulia, jangan sampai konflik internal PBNU menjadi konflik yang meluas di umat,” tegas Gus Thoriq.

Ia menilai warga NU seharusnya menjadikan momentum organisasi sebagai ruang berlomba menuju kebaikan bagi umat, bukan memperpanjang konflik internal.

“Jangan sampai dengan berlarutnya konflik, akan semakin membuat NU keluar dari pondasi awal pembentukan organisasi ini. Sebab NU dibentuk sebagai benteng aqidah bagi umat,” ujar Gus Thoriq.

Tongkat Zaitun Dibuat Santri

Tongkat komando tersebut dibuat oleh santri Gus Thoriq selama sekitar satu minggu. Tongkat sepanjang 45 sentimeter itu berasal dari pohon zaitun yang tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Babussalam dan telah diberi asma’.

Di lingkungan pesantren tersebut terdapat 12 pohon zaitun. Rata-rata pohon itu berusia 7-10 tahun dan tumbuh subur.

Gus Thoriq mengatakan pemberian tongkat tersebut dimaksudkan sebagai penanda sekaligus pesan agar konflik internal PBNU dapat segera diselesaikan secara baik.

“Mudah-mudahan tongkat komando ini mampu mendamaikan PBNU. Karena sejatinya pohon zaitun adalah alat pemersatu perbedaan seperti yang terjadi di wilayah Syam (Jordania, Syiria, Palestina dan Lebanon-red),” ucapnya.

Gus Thoriq juga mengisyaratkan adanya kaitan simbolik antara pemberian tongkat tersebut dengan kisah pemberian tongkat serupa dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari ketika organisasi Nahdlatul Ulama dibentuk.

BacaJuga :

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru, Sengketa Diarahkan ke Mediasi

“Dalam firman-Nya Allah SWT bersumpah menggunakan buah tin dan pohon zaitun. Semoga melalui tongkat komando ini, Gus Kikin bisa menjadi penengah dan mendamaikan konflik internal dalam PBNU,” tuturnya.

Harap Gus Kikin Satukan Warga NU

Setelah Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Thoriq berharap kepemimpinannya dapat memperkuat persatuan, bukan hanya di internal NU tetapi juga di tengah masyarakat Indonesia.

“Kami berharap NU menjadi pemersatu, menjadi agen Bhinneka Tunggal Ika,” terang Gus Thoriq.

Menurut dia, PBNU juga memiliki peran penting dalam menjaga empat pilar kebangsaan di tengah dinamika politik internasional.

“Kemerdekaan Republik Indonesia adalah amanah yang sangat besar, satu-satunya negara yang mampu merdeka dengan perjuangannya sendiri yang lama adalah Indonesia. Sehingga, Pancasila dan pesantren, harus manunggal,” ucap Gus Thoriq.

Gus Thoriq juga mengajak warga Nahdliyin yang tengah merayakan kemenangan maupun menghadapi kegagalan dalam Muktamar ke-35 agar tidak larut dalam euforia. Ia mengajak seluruh warga NU memperbanyak zikir dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Bulan ini masuk bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal. Semoga dengan ini semua persatuan, perdamaian dan kemakmuran bisa segera terwujud dan dirasakan oleh umat muslim dari ormas NU, dan semua umat di NKRI,” pungkas Gus Thoriq. (agb/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Hari Santri NasionalNahdlatul Ulama

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru, Sengketa Diarahkan ke Mediasi

Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Tangkap DC Pinjol, Uang Korban Dikembalikan

GRIB JAYA Dorong Tes Narkoba Massal Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Malang

Polres Malang Salurkan 30 Rombong UMKM untuk Aremania

Trans Jatim Koridor 2 Malang Tunggu Keputusan Provinsi, Titik Berangkat Diperdebatkan

SAE L’SIMA Ngajum Tanam Bibit Kopi, Libatkan Murid SD

Operasi Sikat Semeru, Polisi Ungkap Pencurian Laptop di UB

Polisi Tangkap Terduga Pencuri iPhone saat Bantengan di New Wendit Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

BERITA LAINNYA

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru, Sengketa Diarahkan ke Mediasi

Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Tangkap DC Pinjol, Uang Korban Dikembalikan

GRIB JAYA Dorong Tes Narkoba Massal Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Malang

Polres Malang Salurkan 30 Rombong UMKM untuk Aremania

Trans Jatim Koridor 2 Malang Tunggu Keputusan Provinsi, Titik Berangkat Diperdebatkan

SAE L’SIMA Ngajum Tanam Bibit Kopi, Libatkan Murid SD

Operasi Sikat Semeru, Polisi Ungkap Pencurian Laptop di UB

Polisi Tangkap Terduga Pencuri iPhone saat Bantengan di New Wendit Malang

Prev Next

POPULER MINGGU INI

GIBM Targetkan Bentuk Pengurus hingga Kecamatan di Blitar Akhir 2026

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved