JAVASATU.COM- Perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi simbol harmoni keberagaman di Kabupaten Gresik. Momentum tersebut terlihat dalam kegiatan bertajuk Harmoni Budaya dalam Keberagaman Imlek dan Ramadan yang digelar oleh Yayasan Setia Budhi di Gresik, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang melibatkan siswa TK dan SD Setia Budhi itu menghadirkan berbagai aktivitas budaya dan edukasi untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini kepada para pelajar.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, perayaan Imlek yang beriringan dengan Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan keharmonisan antarumat beragama di tengah masyarakat.
Menurutnya, Gresik dikenal sebagai daerah dengan keberagaman budaya yang telah lama hidup berdampingan secara damai.
“Tahun ini perayaan Imlek bertepatan dengan bulan Ramadan. Namun di Gresik umat muslim dan nonmuslim dapat menyatu dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami pentingnya sikap toleransi dan saling menghormati.
Alif juga berpesan kepada para siswa agar menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun persahabatan serta masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala SD Setia Budhi Isi Dwiati menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini menjadi refleksi atas kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut sekolah berkomitmen menanamkan nilai toleransi dan sikap saling menghargai kepada para siswa.
Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan siswa, seperti lomba fashion show anak dan pentas seni. Selain itu, panitia juga menggelar bazar makanan di halaman sekolah yang menghadirkan beragam kuliner dari orang tua siswa dan pelaku usaha.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni dalam keberagaman dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda di Gresik. (bas/nuh)