JAVASATU.COM- Perjalanan kreatif seniman berkebutuhan khusus Oliver Wihardja kembali mendapat panggung nasional melalui pameran bertajuk “Continuum: Through the Lens of a Pure Spirit” di Immersion by Lexus, Menara Astra, Jakarta. Pameran yang berlangsung 31 Januari hingga 7 Maret 2026 itu tak hanya menampilkan karya reflektif Oliver, tetapi juga menjadi ajang penggalangan dana untuk korban banjir di Sibolga, Sumatra.

Sebanyak 50 persen hasil penjualan lukisan dalam pameran ini akan disalurkan melalui Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) guna mendukung pembangunan 1.000 unit rumah bagi warga terdampak bencana.
Guru seni Oliver, Timotius Suwarsito, mengatakan pameran ini menjadi bukti konsistensi dan perkembangan teknik Oliver dalam berkarya.
“Oliver memiliki cara pandang yang sangat jujur terhadap kehidupan. Ia menangkap detail-detail kecil yang sering luput dari perhatian orang lain, lalu menerjemahkannya ke dalam kanvas dengan sangat tekun,” ujar Timotius, Senin (9/2/2026).
Tradisi sebagai Sumber Inspirasi
Dalam “Continuum”, Oliver mengangkat pengalaman pribadinya menjalani tradisi keluarga Tionghoa, terutama saat perayaan Imlek. Lukisan-lukisannya menampilkan momen berbagi hidangan, menerima angpao, ritual lo hei, hingga suasana barongsai dan permainan mahjong.
Menurut Timotius, kekuatan karya Oliver terletak pada konsistensi tema dan kedalaman emosi yang ditampilkan.
“Tema budaya dan keluarga bukan sekadar objek visual bagi Oliver, tapi bagian dari pengalaman hidupnya. Itu yang membuat karyanya terasa autentik dan tidak dibuat-buat,” katanya.
Ia menambahkan, proses kreatif Oliver membutuhkan ketekunan tinggi, terutama dalam mengolah komposisi dan detail.
“Dia bisa menghabiskan waktu lama untuk memastikan satu bagian kecil benar-benar sesuai dengan yang ia rasakan. Di situ terlihat kedisiplinan dan fokusnya,” ungkap Timotius.

Seni untuk Kepedulian Sosial
Keikutsertaan Oliver dalam pameran ini juga membawa misi sosial. Separuh hasil penjualan karya akan didonasikan untuk membantu korban banjir Sibolga.
Timotius menyebut, keputusan tersebut mencerminkan empati Oliver terhadap sesama.
“Oliver sangat tersentuh ketika mendengar tentang banjir di Sibolga. Ia ingin karyanya tidak hanya dinikmati, tetapi juga memberi dampak nyata,” tuturnya.
Melalui pameran ini, Oliver tidak hanya menunjukkan perkembangan artistiknya, tetapi juga memperluas makna seni sebagai medium berbagi dan kepedulian sosial. Immersion by Lexus pun menjadi ruang yang mempertemukan karya, nilai budaya, dan aksi kemanusiaan dalam satu panggung. (las/arf)