JAVASATU.COM- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur bersama Bakorwil III Jatim dan para legenda sepak bola dari Surabaya Raya dan Malang Raya mulai merumuskan ekosistem inovasi sepak bola di Jawa Timur. Pembahasan tersebut digelar dalam forum diskusi di Ruang Meeting WR Soepratman Dispora Jatim, Kamis (11/12/2025).

Diskusi dipimpin langsung Kepala Dispora Jatim, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, dan dihadiri Kepala Bakorwil III Jatim Asep Kusdinar, para legenda sepak bola seperti Seger Sutrisno, Anang Ma’ruf, Usnadi, Jatmiko, serta perwakilan Malang Legends termasuk Sulis Andri Asmawan, Tajudin, dan Eko Rabbani. Manajemen Bledeg Biru Sportainment dan Persema Reborn juga turut hadir.
Hadi Wawan menyebut forum ini sebagai langkah awal mengonsolidasikan para mantan pemain untuk terlibat aktif dalam pembangunan ekosistem sepak bola modern berbasis inovasi.
“Kami fokus pada program kolaborasi untuk memberdayakan purna atlet, termasuk legenda sepak bola Jatim. Apa ide dan program yang bisa kita bangun bersama, itu yang sedang kami rumuskan,” ujarnya.
Menurutnya, Dispora Jatim harus membuka ruang kolaborasi karena terdapat lebih dari 65 cabang olahraga yang menjadi perhatian.
Sepak bola, kata Wawan, merupakan salah satu cabor dengan basis pembinaan terbesar dan potensi atlet yang melimpah di Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Bakorwil III Jatim, Asep Kusdinar, menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir ia intens membina mantan pemain sepak bola di wilayahnya. Keberhasilan penyelenggaraan Charity Game Para Legenda II di Malang disebut menjadi inspirasi untuk membangun wadah baru yang lebih terstruktur.
“Pemberdayaan legenda sepak bola Jatim harus dilakukan secara kreatif, inovatif, dan profesional. Salah satunya melalui platform crowdfunding ekosistem inovasi sepak bola,” kata Asep.
Ia mencontohkan keberhasilan pembangunan platform ekosistem halal di wilayah Bakorwil III yang dapat direplikasi untuk sektor olahraga, termasuk sepak bola.
Dari sisi manajemen olahraga, Wahyu Eko Setiawan (Sam WES) dari Bledeg Biru Sportainment menjelaskan bahwa gagasan crowdfunding untuk pemberdayaan legenda sepak bola sudah mulai mendapat banyak dukungan. Ia berharap Dispora Jatim dapat menjadi penggerak utama dari sisi regulasi dan kebijakan.
“Targetnya, platform crowdfunding ini bisa dilaunching oleh Gubernur Jawa Timur pada ajang Charity Games Legenda Sepak Bola Jatim III di Mei 2026,” ungkapnya.
Sebagai tahap awal, seluruh agenda program strategis akan dimulai dari penyelenggaraan Turnamen Tendangan Penalti Piala Gubernur Jawa Timur pada 18 Januari 2026 di Stadion Gajayana Malang. Setiap kabupaten/kota di Jatim diharapkan mengirimkan minimal dua tim legenda.
“Dengan mengumpulkan para legenda se-Jawa Timur dalam satu turnamen, jejaring komunikasi dan kolaborasi bisa terbentuk. Ini modal utama membangun ekosistem inovasi sepak bola,” tutup Sam WES. (saf)