JAVASATU.COM- Harga cabai rawit merah di Kota Batu menembus Rp90.000 per kilogram jelang Ramadan 1447 hijriah. Kenaikan ini terpantau saat Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok di Pasar Induk Among Tani, Selasa (10/2/2026).

Pemantauan dipimpin Kepala Sub Bag Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas RI, Puspa Dewi.
Kegiatan tersebut melibatkan Kanit Tipidter Polres Batu, Kepala BPS Kota Batu, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, UPT Pasar, serta perwakilan Bulog.
Dari hasil pengecekan sejak pukul 09.30 WIB, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling signifikan. Sementara harga komoditas lain relatif stabil.
Beras SPHP terpantau Rp60.000 per 5 kilogram. Beras premium seperti Lahap dan Pandan Alam dijual Rp75.000 hingga Rp77.000 per 5 kilogram. Bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Untuk protein hewani, harga daging sapi tercatat Rp125.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, serta telur ayam Rp29.500 hingga Rp30.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti Minyakita dijual Rp15.700 per liter, gula pasir Rp16.500 per kilogram, kedelai Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, dan jagung pipilan Rp8.000 per kilogram.
Puspa Dewi mengatakan kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor psikologis pasar menjelang Ramadan serta adanya keterlambatan distribusi dari pemasok.
“Kami akan memperkuat koordinasi dengan Bulog dan dinas terkait untuk memastikan stok tetap aman bagi warga Kota Batu,” ujarnya.
Selain penguatan pasokan, Polres Batu bersama pemerintah daerah meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan bahan pokok yang berpotensi memicu lonjakan harga selama Ramadan.
Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang bulan puasa. (yon/nuh)