JAVASATU.COM- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno, Kabupaten Malang, diperkirakan telah melanda enam petak lahan dengan total luas mencapai 816 hektare.
Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri turun langsung membantu pemadaman di Blok Bukit Buduk Asu, Kecamatan Singosari, Kamis (22/10/2026).

Rulian bersama personel gabungan memantau kondisi kebakaran sekaligus membantu pemadaman di Petak 116 B atau kawasan Kutukan.
Di lokasi tersebut, api diperkirakan telah membakar sekitar 17 hektare dari total luas 43 hektare.
Pemadaman dilakukan menggunakan alat semprot air manual dan ranting pohon untuk menjangkau titik api.
“Kami turun langsung untuk membantu upaya pemadaman sekaligus memantau kondisi di lapangan. Penanganan dilakukan bersama personel gabungan agar api dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas,” ujar Rulian, Kamis (22/10/2026).
Sebelum menuju lokasi kebakaran, Rulian mendatangi posko penanganan karhutla di Dusun Glatik, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari.
Polres Malang juga menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan untuk mendukung petugas yang bertugas memadamkan api.
Bantuan tersebut meliputi paket sembako, tabung oksigen, obat-obatan, masker, cangkul, sabit, parang, gergaji mesin, sarung tangan, kacamata, sepatu bot, dan gepyok penjalin.
Berdasarkan data pemantauan, kebakaran terjadi di enam petak kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dan Perhutani. Rinciannya, Petak 112 atau Gombes mengalami kebakaran dengan luas sekitar 534 hektare.
Di Petak 113 atau Kutukan, luas area terbakar diperkirakan mencapai 202 hektare dari total 236 hektare. Sementara itu, kebakaran di Petak 115 atau Putuk Lembu mencapai sekitar 12 hektare, Petak 116 B sekitar 17 hektare, Petak 116 C sekitar 24 hektare, dan Petak 117 atau Sabana Lincing sekitar 27 hektare.
“Selain melakukan pemadaman, kami menyalurkan bantuan untuk menunjang kebutuhan petugas di lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi perluasan kebakaran,” katanya.
Personel gabungan dari Brimob Yon B Ampeldento, Polsek Singosari, TNI, petugas Tahura dan Perhutani, serta relawan masih bersiaga di posko penanganan karhutla.
Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran api ke kawasan perbatasan Gunung Mujur, Dusun Borogragal, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso.
Hingga laporan ini disusun, penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi. Rulian mengimbau masyarakat agar waspada saat beraktivitas di kawasan hutan dan segera melapor apabila menemukan titik api.
“Kami mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran. Informasi yang cepat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan,” pungkasnya. (agb/arf)





