JAVASATU.COM- Kesenian Bantengan atau Mberot memeriahkan penutupan program Srawung Desa 2026 yang digelar BEM Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di Balai Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026).
Pertunjukan seni tradisional tersebut menjadi hiburan bagi warga dan mahasiswa setelah beberapa hari menjalani kegiatan pengabdian masyarakat.

Program kerja Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Unair itu melibatkan mahasiswa dan warga dalam sejumlah kegiatan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hukum, dan peternakan.
Program tersebut dirancang untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat Desa Balesari.
Di bidang kesehatan, program Sapa Lansia (Sehat dan Aktif di Usia Senja) mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga lanjut usia. Sementara itu, Sehati (Sehat Bersama Ibu dan Buah Hati) menghadirkan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan anak, serta edukasi kesehatan keluarga.
Di bidang pendidikan, Pijar (Pendidikan, Inspirasi, dan Jelajah Anak Rakyat) mengajak anak-anak belajar mengaji di taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta mengikuti kegiatan sains dan bahasa Inggris melalui metode belajar sambil bermain di sekolah dasar.
Mahasiswa juga menggelar Srawung Warga yang mempertemukan mahasiswa dan masyarakat melalui permainan edukatif, perlombaan, serta diskusi santai.
Pada sektor ekonomi, program Brewvolution (Brewing Innovation Creating Perfection) mendukung pengembangan kopi lokal melalui lokakarya pengolahan pascapanen dan pemberian mesin kopi kepada warga. Adapun Balesari Legal Care mendampingi warga mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB).
Di bidang peternakan, Sahabat Ternak (Bersama Menjaga Kesehatan dan Produktivitas Ternak) mencakup pemeriksaan kesehatan hewan dan pemberian vitamin. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi Pasar Raya Airlangga atau Pasar Murah Airlangga yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Penanggung jawab Srawung Desa 2026, Nabila, menyampaikan terima kasih kepada perangkat desa dan warga atas dukungan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap pengetahuan yang dibagikan mahasiswa dapat diterapkan oleh masyarakat.
“Terima kasih atas seluruh dukungan dari seluruh aparatur desa dan seluruh warga Desa Balesari. Saya harap dengan beberapa hari di Desa Balesari ini dapat berdampak serius terhadap warga serta dapat melaksanakan ilmu-ilmu yang sudah didapat,” ujar Nabila.
Kepala Desa Balesari, Nanik Rahayu Ningtyas, S.A.P., turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa Unair. Menurutnya, berbagai materi dan pengetahuan yang dibagikan selama kegiatan dapat memperluas wawasan warga.
“Banyak terima kasih diucapkan untuk mahasiswa Universitas Airlangga. Sebenarnya pengen lebih lama, hanya saja terkendala waktu jadinya harus berpisah. Banyak terima kasih sudah memberikan banyak ilmu serta pembicara yang dapat meluaskan pandangan warga. Mudah-mudahan dilancarkan segala usaha untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Terima kasih banyak Universitas Airlangga,” kata Nanik.






