JAVASATU.COM- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malang langsung menggelar konsolidasi pengurus baru usai pelaksanaan konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab). Konsolidasi ideologis itu digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Minggu (4/1/2026), meski bertepatan dengan hari libur.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta seluruh jajaran pengurus baru DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Rapat fokus membahas penguatan organisasi serta arah gerak politik partai ke depan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menegaskan kepengurusan baru tidak perlu menunggu waktu untuk mulai bekerja. Menurutnya, struktur yang telah terbentuk merupakan amanah partai yang harus segera dijalankan secara kolektif dan terkoordinasi.
“Pengurus baru sudah terbentuk. Ini adalah amanah dan tanggung jawab dari partai. Kita harus segera bergerak, bersinergi, dan menjalankan program internal maupun eksternal yang berpihak kepada rakyat,” tegas Didik.
Didik juga menekankan pentingnya peningkatan sistem komunikasi dan koordinasi antarbidang agar seluruh program partai dapat dijalankan secara efisien, cepat, dan akurat. Ia mengingatkan seluruh pengurus agar tetap disiplin berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
“Semua gerak langkah harus linier dengan kebijakan DPP. Tidak boleh ada penyimpangan ideologis,” ujarnya.
Senada, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menyatakan konsolidasi ini menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan tetap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya pada momentum pemilu.
“Kita harus membuktikan loyalitas dan konsistensi. PDI Perjuangan hadir melalui program pengabdian dan sosial kemasyarakatan, tanpa menunggu agenda demokrasi,” kata Adeng, sapaan akrab Abdul Qodir.
Selain konsolidasi ideologis, rapat juga membahas pemetaan persoalan kerakyatan di Kabupaten Malang sebagai dasar penyusunan arah dan strategi politik partai. Menurut Abdul Qodir, agenda tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab PDI Perjuangan dalam menyikapi dinamika sosial yang berkembang di daerah.
“Masih banyak pekerjaan rumah untuk menjadikan Kabupaten Malang lebih baik. PDI Perjuangan tidak akan tinggal diam dalam menyikapi persoalan kerakyatan,” pungkasnya. (agb/arf)