email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 17 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pelaku Ekonomi Kreatif Sebut “Kota Malang Tidak Baik-Baik Saja”

by Syaiful Arif
11 Mei 2025
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM-MALANG- Puluhan pelaku ekonomi kreatif Kota Malang menggelar diskusi terbuka bertema “Kota Malang Tidak Baik-Baik Saja”, Sabtu malam (10/5/2025), di kawasan Kayutangan Heritage. Diskusi ini menjadi ruang kritik terhadap stagnasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam membentuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK), motor utama penggerak ekosistem kreatif kota.

Hastag. (Gambar: Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang)

Padahal, akhir April lalu, Kota Malang resmi masuk sebagai kandidat Kota Kreatif Dunia UNESCO 2025. Sebuah pencapaian yang, menurut peserta diskusi, justru lahir dari kerja akar rumput komunitas kreatif, bukan dari pemerintah kota.

“Kami sudah bertemu Wali Kota bahkan sebelum pelantikan. Tapi hingga kini tak ada kejelasan soal KEK. Semua mandek (berhenti),” kata salah satu Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Malang yang terlibat diskusi, Wahyu Eko Setiawan.

Keterlambatan ini, kata dia, bukan sekadar persoalan administratif, melainkan mencerminkan tarik-menarik kepentingan politis di internal Pemkot Malang. Salah satu isu sensitif yang mencuat adalah dugaan adanya agenda alih fungsi Malang Creative Center (MCC) menjadi “lahan basah” konsesi proyek APBD.

“MCC dibangun dan dihidupkan oleh komunitas. Bukan Pemkot yang membawa menteri-menteri ke sini, tapi jejaring kami sendiri,” ungkap dia.

Kritik juga diarahkan ke sikap Pemkot yang dinilai menutup komunikasi, bahkan mengingkari beberapa kesepakatan dengan komunitas. Hal ini memunculkan pesimisme terhadap komitmen Kota Malang sebagai tuan rumah Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025.

“Kami tinggal selangkah lagi menjadi Kota Kreatif Dunia, tapi justru dikandaskan oleh kepentingan sendiri,” ujarnya.

BacaJuga :

Mudik Gratis Kabupaten Malang 2026 Diberangkatkan, 385 Pemudik Naik 7 Bus

Kebakaran Ruko Laundry di Pagelaran Malang, 1 Tewas dan 3 Luka Bakar, Polisi Selidiki

Sebagai respons, komunitas kreatif sepakat menggelar aksi “Social Movement: Kota Malang Tidak Baik-Baik Saja” pada 20 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Aksi ini akan diramaikan berbagai elemen masyarakat dan menyuarakan hashtag #KotaMalangTidakBaikBaikSaja.

Dalam aksi itu, mereka akan menyerahkan policy brief, yakni tuntutan resmi kebijakan berbasis aspirasi komunitas.

“Kami membangun, bukan menjatuhkan. Tapi kalau pemerintah menutup mata dan telinga, itu cerita lain,” tutupnya bernada tegas.

Kota Malang mungkin menuju panggung dunia, tapi langkahnya terseok di rumah sendiri. (Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Komite Ekonomi Kreatif Kota Malangpemkot malang

Comments 21

  1. sakukurata says:
    10 bulan ago

    memang kota malang bak putri tidur. Yg lain sdr pada bangun dan saling mengejar, putri tidur hanya menggeliat kiri kanan terlena.

    Balas
  2. anonim says:
    10 bulan ago

    Kota Malang?
    sesuai dengan namanya..
    Kalau lihat di dalam pemerintahannya, lebih ngeri lagi..
    Beberapa proyek prestisius nggak ada manfaatnya bagi masyarakat.
    Coba lihat Islamic center .. apa manfaatnya?
    Mbok ya untuk pelebaran jalan, karena macet ada dimana mana..

    Balas
  3. Kodrat says:
    10 bulan ago

    Kota sing Dari tahun ke tahun Cuma gini gini aja. Infrastrukture yo ngene ngene wae. Banyak perumahan tambah penduduk, tambah kendaraan tambah macet. Orang males berhenti Untuk mampir ke warung dan toko toko kaki Lima. Makane ta rek nek milih pemimpin iku sing memahami masalah dan kebutuhan masyarakat umum dan cerdas cari solusi. Nek nggak, tambahin susah Wong cilik.

    Balas
  4. Nomokulo says:
    10 bulan ago

    Hampir pasti kalau kota Malang ini sudah mati rasa, tak ada yang bisa menjamin untuk dihidupkan kembali sebagai kota yang tak punya gairah untuk berbenah.

    Balas
  5. Budie says:
    10 bulan ago

    Permasalahan di kota malang semua sudah di atur pemerintah kota malang jadi ga perlu koar” di sosmed paham!!

    Balas
  6. Indriyani says:
    10 bulan ago

    Pemerintah mikirin Rakyat,,, of course not yeah,,,?!?!?

    Balas
  7. jonkq says:
    10 bulan ago

    hampir 1 tahun nganggur.. jangan cari kerja di malang #kaburajadulu

    Balas
    • Dir says:
      10 bulan ago

      kalau pun dpat yah palingan di resto dngn gaji di bawah standar

      Balas
  8. Purbo Rahadianto says:
    10 bulan ago

    Bagaimana UNICEF mencalonkan kandidat menjadi kota kreatif, kalau walikota dan jajarannya mementingkan para politisi bukan kalangan para kreatif..ya dibubarkan saja dan tdk perlu jadi kota kreatif jadikan saja kota Malang yg malang terus

    Balas
  9. Kendru says:
    10 bulan ago

    Terlalu banyak proyek masuk kantong gak ada perbaikan fasilitas baik sarana dan prasarana bahkan sekelas trotoar aja gak ada minim.

    Balas
  10. JayHooJay says:
    10 bulan ago

    Golek kerjo angeeeeel puoooolllllll,pomaneh wis umur seketan‍♂️‍♂️‍♂️‍♂️‍♂️

    Balas
  11. andrianto budiaji says:
    10 bulan ago

    Alangkah indahnya malang punya pasar bersih modern mirip pasar badung bali…tentu jadi tempat belanja dan destinasi wisata baru

    Balas
    • Begundal says:
      10 bulan ago

      Sudah ada sejak lama, di pasar oro-oro dowo

      Balas
    • Nenny says:
      10 bulan ago

      Sudah ada pasar oro” dowo dan pasar Klojen.
      Pasar Blimbing kayaknya bisa dibuat kayak pasar di Badung, sudah berapa dekade mo dibongkar sampai sekarang masih tetap kumuh

      Balas
  12. Fariz says:
    10 bulan ago

    Malang selalu sesuai namanya…
    Malah sudahlah nasib warganya

    Balas
  13. hadi bunga says:
    10 bulan ago

    Walikota ne adol ngganteng ra enek kerjane…ngalor ngidul mek pamer awak e dewe

    Balas
  14. HnD says:
    10 bulan ago

    Barang2 cina lebih murah daripada lokal, masyarakat lebih memilih yg murah, pasar kalah sama online, pemerintahnya senang meresmikan bangunan daripada membangun pasar industri lokalnya.

    Balas
    • KY says:
      10 bulan ago

      Beneer weeh, saiki opo² wakeh sing di anu cino saiki nek malang, jaaan wees

      Balas
    • Duta says:
      10 bulan ago

      Rasain, orang gk berguna di kabupaten malang malah dijadikan walikota

      Balas
      • Jhon says:
        10 bulan ago

        Lho mosok , kok gk mbok kandani ndisek ndisek e, kok kaet iki..

        Balas
      • Andik says:
        10 bulan ago

        Itu lagi masalah Pasar Gadang sama Stasion gadang gak jelas Blas tambah lama jalan d pasar gadang tambah jadi pasar

        Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Mudik Gratis Kabupaten Malang 2026 Diberangkatkan, 385 Pemudik Naik 7 Bus

Lacrimi si Sfinti Hadirkan Sensasi Kuliner Berkelas dengan Nuansa Tak Terlupakan

Kebakaran Ruko Laundry di Pagelaran Malang, 1 Tewas dan 3 Luka Bakar, Polisi Selidiki

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Kirab Budaya WBTb Gresik Meriah, 1.000 Bandeng Dibagikan Gratis ke Warga

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Prev Next

POPULER HARI INI

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Lacrimi si Sfinti Hadirkan Sensasi Kuliner Berkelas dengan Nuansa Tak Terlupakan

Kebakaran Ruko Laundry di Pagelaran Malang, 1 Tewas dan 3 Luka Bakar, Polisi Selidiki

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Kirab Budaya WBTb Gresik Meriah, 1.000 Bandeng Dibagikan Gratis ke Warga

BERITA LAINNYA

Lacrimi si Sfinti Hadirkan Sensasi Kuliner Berkelas dengan Nuansa Tak Terlupakan

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

LAKSI Minta Hentikan Framing Negatif soal Simulator Berkuda Polri

GP Ansor Malaysia Gelar Sarasehan dan Buka Bersama, Bahas Perlindungan PMI

Analis Publik Apresiasi Atensi Kapolri Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Grup Kasidah Hilwa Awi Ponpes Al-Karimi Gresik Juara 1 Healing Ramadan Jatim

Band Skramz D.O.S.A Rilis Single “RUH”, Refleksi Spiritual Asal Usul Manusia

Prajurit TNI Juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an di Libya, Kalahkan Peserta dari 5 Negara

Ketum PBTI Richard Tampubolon Buka Puasa Bersama Atlet Taekwondo Nasional

Otmilti II Jakarta Musnahkan Barang Bukti 121 Perkara, Narkotika hingga Airsoftgun

Prev Next

POPULER MINGGU INI

MBG Lansia, Pokmas Gresik Tolak Alih Kelola ke SPPG, Tetap Swakelola

Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026 Digelar 16 Maret, Ribuan Porsi Bandeng Gratis Disiapkan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d