JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun anggaran 2025. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 6,4 triliun, atau 109 persen dari target awal sebesar Rp 5,8 triliun. Capaian ini menjadi modal kuat Pemkab Bojonegoro dalam melanjutkan pembangunan pada 2026.

Mengutip dari laman website Pemkab Bojonegoro, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menjelaskan, realisasi pendapatan tersebut ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Transfer. PAD Kabupaten Bojonegoro dari target Rp 1,06 triliun terealisasi Rp 1,13 triliun, atau 106 persen.
Sementara itu, pendapatan transfer terbagi dalam tiga komponen. Transfer dana perimbangan dari target Rp 4,23 triliun terealisasi Rp 4,77 triliun atau 112 persen. Transfer pemerintah pusat ditargetkan Rp 417 miliar, dengan realisasi Rp 405 miliar atau 97,04 persen. Sedangkan transfer antar daerah dari target Rp 132 miliar terealisasi Rp 125 miliar atau 94,24 persen.
“Sehingga total pendapatan transfer dari anggaran Rp 4,78 triliun terealisasi Rp 5,3 triliun. Dalam APBD 2025, sisi pendapatan terealisasi 109 persen,” jelas Nurul Azizah, Rabu (7/1/2026).
Selain pendapatan, Pemkab Bojonegoro juga memaparkan realisasi belanja APBD 2025. Dari rencana belanja sebesar Rp 7,87 triliun, realisasi hingga 31 Desember 2025 mencapai sekitar 80 persen atau Rp 6,3 triliun.
Untuk APBD Tahun Anggaran 2026, Pemkab Bojonegoro merencanakan pendapatan dari PAD murni sebesar Rp 1,86 triliun dan Dana Transfer Rp 3,45 triliun, sehingga total pendapatan direncanakan Rp 5,31 triliun. Sementara itu, belanja daerah dirancang sebesar Rp 6,49 triliun.
Dengan postur belanja yang lebih besar dari pendapatan, APBD 2026 mengalami defisit anggaran. Namun, Nurul Azizah memastikan kondisi tersebut telah diperhitungkan secara matang.
“Defisit telah kami hitung secara cermat. Jika melihat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 2025, angkanya sangat mencukupi untuk menutup selisih tersebut,” ujarnya.
Melalui struktur APBD yang dinilai sehat, Pemkab Bojonegoro berkomitmen memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk program prioritas dan peningkatan kesejahteraan warga. (arf)