JAVASATU.COM- Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik mulai beralih dari sistem administrasi konvensional menuju pengelolaan berbasis digital dan terintegrasi. Langkah ini dilakukan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik untuk membuat pengelolaan data dan pelayanan organisasi lebih cepat, tertib, akurat, serta mudah dipantau.

Peralihan tersebut dibahas dalam kegiatan di Gedung Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik, Rabu (23/9/2026). Kegiatan diikuti 36 peserta yang merupakan perwakilan dari 18 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Gresik.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik Andhy Hendro Wijaya mengatakan, digitalisasi administrasi menjadi bagian dari upaya membangun sistem organisasi yang lebih tertib dan terukur.
“Administrasi bukan sekadar urusan kertas, melainkan cermin sehatnya sebuah organisasi. Dengan sistem yang terstandar dan terintegrasi, kami ingin setiap langkah Gerakan Pramuka di Gresik dapat tercatat dengan baik, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Andhy.
Sistem administrasi yang disempurnakan mencakup berbagai kebutuhan organisasi. Mulai dari pengelolaan data anggota, pembina, satuan pendidikan, izin kegiatan, pelaporan, hingga pengelolaan keuangan dan aset.
Data tersebut nantinya diharapkan dapat tercatat secara lebih akurat, tersimpan dengan aman, serta dapat diakses oleh pihak yang berwenang sesuai kebutuhan. Sistem terintegrasi juga ditujukan untuk memudahkan pengurus dalam mengelola administrasi di berbagai tingkatan.
“Tujuannya sederhana: agar pelayanan kepada anggota semakin cepat dan tepat, data semakin akurat, dan kinerja pengurus semakin optimal. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat besar bagi kemajuan Gerakan Pramuka di Kabupaten Gresik secara keseluruhan,” ujarnya.
Peralihan ke sistem digital juga diarahkan untuk menciptakan keseragaman tata kelola administrasi di lingkungan Kwarcab, Kwarran hingga gugus depan (gudep). Dengan sistem yang lebih teratur, proses pencatatan dan pelaporan diharapkan tidak lagi berjalan dengan pola yang berbeda-beda.
Peserta kegiatan sekaligus perwakilan Pramuka Kecamatan Dukun, Miftahul Karim, menilai pembenahan administrasi dapat membantu kwartir menata sekaligus memperlancar penyelenggaraan administrasi organisasi.
“Dengan berjalannya sistem administrasi yang lebih tertib ini, kita dapat mengatur, menertibkan, dan memperlancar penyelenggaraan administrasi kwartir di lingkungan Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik agar lebih baik dan modern,” kata Karim.
Karim yang juga menjabat Wakasis MI Alkarimi dan Sekretaris Kwarran Pramuka Kecamatan Dukun mengatakan, keseragaman diperlukan agar pengelolaan administrasi dan pembinaan organisasi dapat berjalan lebih tertib.
“Hal ini bertujuan untuk terciptanya keseragaman dalam tata cara dan pembinaan administrasi yang baik, tertib, teratur, dan terarah,” terang Karim. (hoo/arf)