email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 3 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Spanduk “Jaga Wali Kota Bekasi” Dilawan Spanduk “Kapan KPK Hattrick di Kota Bekasi?”

by Javasatu
24 Desember 2025

JAVASATU.COM- Aksi pemasangan spanduk pro dan kontra terkait pemberantasan korupsi terjadi di Kota Bekasi, Rabu (24/12/2025). Elemen masyarakat yang tergabung dalam Emaskot (Elemen Masyarakat Kota Patriot) memasang spanduk bertuliskan “Kapan KPK Hattrick di Kota Bekasi?” di beberapa titik strategis, termasuk Komsen Jatiasih, Jalan Pendawa, dan Jalan Raya Narogong.

(Foto: Ist)

Menurut Sandi Timur (Ncek), koordinator Emaskot, pemasangan spanduk tersebut bertujuan mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menindak pejabat yang terlibat korupsi di Kota Bekasi.

“Kami ingin Kota Bekasi bersih dari praktik korupsi. Aksi ini sekaligus menggaungkan gerakan #HattrickKotaBekasi,” ujar Ncek saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (24/12/2025).

Fenomena ini merujuk pada penangkapan dua wali kota Bekasi sebelumnya, yaitu Mochtar Muhammad (2010) dan Rahmat Effendi (2022). Dalam istilah sepak bola, dua penangkapan berturut-turut ini disebut “brace”, sehingga masyarakat menunggu kemungkinan “hattrick”, atau penangkapan ketiga pejabat di Kota Bekasi oleh KPK.

Sementara itu, spanduk lain bertuliskan “Jaga Wali Kota Bekasi, Tolak KPK obok-obok Kota Bekasi” menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang memasang spanduk tersebut terkait maksud atau tujuan pemasangannya.

Beberapa kepala dinas di Pemkot Bekasi juga sebelumnya telah menjadi tersangka kasus korupsi, dan sejumlah laporan dugaan korupsi terus disampaikan oleh organisasi masyarakat dan mahasiswa ke KPK serta Kejaksaan.

Emaskot menegaskan bahwa mereka akan terus menggelar aksi untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan Kota Bekasi, sambil menunggu tindakan lebih lanjut dari KPK.

Pengamat politik dari Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah, mengatakan bahwa kekhawatiran terkait kemungkinan KPK menyasar pejabat di Kota Bekasi adalah wajar.

BacaJuga :

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

Iskandarsyah menilai, spanduk penolakan terhadap KPK di Kota Bekasi dapat dipandang sebagai bentuk pro-kontra terhadap penegakan hukum. Menurutnya, perubahan posisi pejabat di pemerintahan pusat dapat memengaruhi dinamika penegakan hukum di daerah.

“Pada masa sebelumnya, banyak kepala daerah menjadi sasaran penegakan hukum. Saat ini, dinamika politik berbeda, sehingga beberapa pejabat diprediksi berpotensi menjadi sasaran pengawasan atau penyelidikan,” ujar Iskandarsyah dikutip Mediakarya, Minggu (21/12/2025).

Iskandarsyah menambahkan, beberapa laporan dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan Kota Bekasi telah masuk ke KPK dan Kejaksaan Agung, sehingga proses penegakan hukum tinggal menunggu momentum yang tepat. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: korupsiKota Bekasikpk

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

Prof Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Perkuat Soliditas

4.444 Kali Sholawat Nariyah Dibaca, NU Tebuwung Doakan Kantor Baru

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Prev Next

POPULER HARI INI

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

BERITA LAINNYA

Jalan Raya Krikilan Gresik Dikaji Jadi Blackspot, Tim Ahli Turun

Pecinta Kaos Band Merapat! Band T-Shirt Day Bakal Hadir di Malang

75 Senjata Diserahkan Sukarela ke TNI di Maluku Utara

Prof Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Perkuat Soliditas

4.444 Kali Sholawat Nariyah Dibaca, NU Tebuwung Doakan Kantor Baru

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved