JAVASATU.COM- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan peluncuran layanan Trans Jatim Koridor 2 yang melintasi wilayah Kabupaten Malang. Sebanyak 56 titik pemberhentian berupa halte dan bus stop telah ditentukan, sedangkan pembangunan infrastrukturnya masih menunggu pengesahan anggaran provinsi.

Kepala Bidang Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, Deny Ferdiansyah, mengatakan persiapan peluncuran dijadwalkan pada 30 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB di Pendopo Panji, Kabupaten Malang, dengan agenda yang direncanakan dihadiri Gubernur Jawa Timur.
“Untuk seremonialnya nanti tanggal 30 Oktober jam 15.00 oleh Ibu Gubernur Jatim di Pendopo Panji Malang,” ujar Deny saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026) malam.
56 Titik Halte dan Bus Stop Disiapkan
Deny menjelaskan, titik pemberhentian untuk layanan Trans Jatim Koridor 2 telah ditentukan. Namun, bentuk fasilitasnya akan menyesuaikan kondisi lokasi yang dilalui bus.
“Kurang lebih 56 titik,” katanya.
Menurut Deny, tidak semua titik akan dibangun menjadi halte. Pada lokasi yang kondisi jalannya tidak memungkinkan untuk pembangunan halte, fasilitas yang disediakan berupa bus stop.
Adapun pembangunan fasilitas tersebut masih menunggu pengesahan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Rute Melintasi Sejumlah Wilayah Kabupaten Malang
Berdasarkan penjelasan Deny, jalur Trans Jatim Koridor 2 di wilayah Kabupaten Malang mengarah ke selatan, melewati kawasan Sempol dan sejumlah persimpangan hingga Gondanglegi.
Di kawasan Simpang Tiga Gondanglegi, bus akan berbelok ke arah kanan menuju Kepanjen. Sebelum melanjutkan perjalanan, bus juga akan masuk ke Terminal Gondanglegi melalui jalur belok kiri di persimpangan tersebut, kemudian keluar kembali untuk melanjutkan perjalanan ke Kepanjen.
Sementara itu, kepastian titik awal layanan di wilayah Kota Malang, termasuk apakah tetap menggunakan Terminal Arjosari, masih belum dipastikan.
Dishub Siapkan Feeder, Sopir Angkot Didorong Mendaftar
Selain menyiapkan fasilitas pemberhentian, Dishub Kabupaten Malang juga berkoordinasi untuk menyiapkan angkutan pengumpan atau feeder. Koordinasi dilakukan dengan angkutan desa yang jalurnya beririsan dengan rute Trans Jatim.
Deny mengatakan, pembahasan masih berlangsung bersama bidang angkutan untuk menentukan skema layanan pengumpan dan memperhatikan dampaknya terhadap angkutan yang telah beroperasi.
“Kami masih koordinasi dengan angkutan desa yang beririsan,” ujarnya.
Dishub juga mengarahkan sopir angkutan yang terdampak untuk mendaftar sebagai pengemudi Trans Jatim, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Selain itu, kendaraan yang akan beroperasi sebagai angkutan pengumpan harus memenuhi persyaratan kelayakan jalan. Deny menyoroti perlunya mendorong kendaraan menjalani uji berkala atau uji KIR agar memenuhi standar keselamatan.
Jumlah kendaraan dan pengemudi yang akan terlibat dalam layanan feeder masih dalam pendataan dan koordinasi lebih lanjut.
Trans Jatim Koridor 2 Disiapkan dengan 14 Bus
Untuk armada utama, Deny menyebutkan terdapat 14 bus yang disiapkan untuk operasional Trans Jatim Koridor 2. Satu unit di antaranya disiapkan sebagai armada cadangan apabila terjadi gangguan atau bus operasional mengalami kerusakan.
Sementara itu, persiapan layanan pengumpan masih berlanjut, termasuk koordinasi dengan angkutan desa dan pendataan sopir yang berpotensi terlibat dalam layanan tersebut. (har/arf)
