email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

AKSI Nusantara Ragu Keseriusan Pemerintah Pengurangan 70% Sampah Plastik ke Laut pada 2025

by Sudasir Al Ayyubi
28 November 2022

JAVASATU.COM-SURABAYA- Sebanyak 40 relawan Asosiasi Komunitas Sungai Nusantara (AKSI Nusantara) pada Minggu (27/11/2022) melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di Pantai Kenjeran Sungai Surabaya.

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Manajer Litigasi AKSI Nusantara, Kholid Basyaiban mengungkapkan, selain bersih-bersih tim AKSI Nusantara juga melakukan brand audit yang menemukan merk dari Wings Groups (so Klin, mie sedap) sebagai pencemar terbanyak disusul Unilever (rinso, royco, molto), Santos Jaya Abadi (kopi kapal api), Frisian Flag (susu bendera) dan Forisa Nusa Persada (pop ice, top ice).

Menurut dia, dalam G20, Kementerian Maritim dan investasi menegaskan, rencana pemerintah dalam pengurangan luberan sampah plastik ke laut hingga 70% pada tahun 2025. Namun temuan AKSI Nusantara menunjukkan fakta berbeda. AKSI Nusantara meragukan keseriusan Pemerintah dalam hal Pengurangan 70% sampah plastik ke laut pada 2025

“Dalam investigasi yang Kami lakukan pada tahun 2022 menunjukkan bahwa pesisir dan sungai Indonesia masih dijumpai sampah plastik, bahkan di provinsi Maluku Utara, Maluku, Sulawesi dan Papua Barat sampah plastik dari sungai langsung masuk ke laut tanpa adanya upaya pencegahan” ungkap Kholid Basyaiban, Minggu (27/11/2022) melalui keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa Pemerintah hanya sibuk seremonial dan tidak menyentuh grassroot sehingga rencana pengurangan sampah plastik akan sulit tercapai.

Belum Membumi

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Kholid Basyaiban membeberkan, program pengurangan sampah plastik tertuang dalam roadmap pengurangan sampah plastik di PERMENKLHK 75/2019 yang menargetkan pengurangan 30% sampah dan pengolahan 70% sampah.

“Pemerintah kurang serius dalam pengolahan sampah karena hingga kini pemda hanya mampu menangani kurang dari 40% penduduk sehingga 60% penduduk masih tidak terlayani dan mereka akan membuang sampah ke sungai dan 47% lebih sampah yang tercecer akan dibakar,” beber Kholid Basyaiban.

BacaJuga :

Tampil Glowing di Pakuwon Mall Surabaya, Awdella Bocorkan Rahasia Skin Quality Miliknya

Dua Terdakwa Korupsi Tanah Polinema Divonis, Aset Negara Diamankan

Manajer Brand Audit AKSI Nusantara, Alaika Rahmatulla menambahkan, fakta temuan ceceran sampah masih banyak dijumpai di pesisir Utara Jawa dan Selat Madura.

“Investigasi kami menemukan bahwa daerah pesisir Jawa seperti Demak, Kudus, Pati, Tuban, Paciran, Muara bengawan solo di Gresik, pantai Kenjeran, dan pantai Kamal masih dibanjiri sampah plastik” ungkap Alaika Rahmatulla.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keberadaan sampah di kawasan pesisir umumnya berasal dari sungai-sungai di Pulau Jawa yang bermuara di Pesisir Utara seperti Sungai Juwana, Bengawan Solo, dan Brantas.

“Jika sampah plastik bisa dikendalikan tidak masuk kedalam aliran sungai maka, sampah plastik yang masuk ke laut akan berkurang. Pemerintah Daerah yang dilewati Sungai Bengawan Solo, Juwana, Brantas, Ciliwung, Citarum, Cisadane dan Ciujung harus memprioritaskan pengendalian sampah plastik agar tidak masuk ke sungai, pemerintah pusat sebagai institusi pengelola sungai-sungai Nasional harus pro aktif beraksi menjaga sungai agar tidak menjadi tempat sampah” terang Alaika mengakhiri.

Pemerintah Abai

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Peneliti Ekspedisi Nusantara (ESN) Prigi Arisandi menguatkan, dalam PP 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup dalam lampiran Baku mutu air sungai menjelaskan bahwa sungai-sungai di Indonesia harus nihil sampah.

“Fakta dari investigasi Aksi Nusantara berkolaborasi dengan ESN menemukan sungai-sungai di Indonesia masih dibanjiri sampah, tidak ada upaya ekstra dari pemerintah untuk melindungi sungai dari pencemaran sampah plastik” ungkap Prigi Arisandi.

lebih lanjut dia menjelaskan bahwa 99% sungai-sungai di Indonesia tercemar mikroplastik.

“Sungai Indonesia tercemar mikroplastik, mikroplastik ada di perairan akibat melubernya sampah plastik di sungai, sampah plastik seperti tas kresek, styrofoam, sedotan, botol plastik, sachet terpecah-pecah menjadi serpihan plastik kecil berukuran lebih kecil dari 5mm” beber Prigi Arisandi.

Prigi juga menjelaskan bahwa mikroplastik akan masuk kedalam tubuh manusia mencemari air susu ibu dan dalam darah manusia. (Sir/Saf)

Share this:

  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Tags: AksiAKSI NusantaraJawa TimurSampah Plastik

Comments 1

  1. kholid says:
    3 tahun ago

    mboiss

    Balas

Leave a ReplyCancel reply

BERITA TERBARU

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Panglima TNI Ajak DPRD Libatkan TNI Percepat Pembangunan Daerah

Emaskot Apresiasi Langkah Gubernur DKI Bangun PLTSa di Bantargebang

Lapas Malang Perangi HP Ilegal, Pungli dan Narkoba: Tanpa Kompromi

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Perayaan Hari Keris di Bakorwil Malang, Tugu Tirta Gaungkan Inovasi Air Bersih

Kecamatan Bungah Juara Umum MTQ Gresik 2026

Jaga Sumber Air DAS Brantas, 100 Pohon Ditanam di Hulu Kota Batu

Presiden Prabowo Tekankan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Kecamatan Bungah Juara Umum MTQ Gresik 2026

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Jaga Sumber Air DAS Brantas, 100 Pohon Ditanam di Hulu Kota Batu

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

BERITA LAINNYA

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Panglima TNI Ajak DPRD Libatkan TNI Percepat Pembangunan Daerah

Emaskot Apresiasi Langkah Gubernur DKI Bangun PLTSa di Bantargebang

Presiden Prabowo Tekankan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia

Pelatihan Juru Masak MBG Batch 3 di Blitar, Peserta Uji Kompetensi Masakan Indonesia

Band Emo Asal Sidoarjo Decemberism Rilis “A Summer Bluer”, tentang Perpisahan

Munas IKAPETE, Prof Masykuri Terpilih Lagi, Targetkan Penguatan Program Nasional

TNI Tegaskan Dua Insiden Penembakan di Papua Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

Aksi KKB Tewaskan 12 Orang, Warga Sinak Terpaksa Mengungsi

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved