email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 19 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

AKSI Nusantara Ragu Keseriusan Pemerintah Pengurangan 70% Sampah Plastik ke Laut pada 2025

by Sudasir Al Ayyubi
28 November 2022
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM-SURABAYA- Sebanyak 40 relawan Asosiasi Komunitas Sungai Nusantara (AKSI Nusantara) pada Minggu (27/11/2022) melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di Pantai Kenjeran Sungai Surabaya.

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Manajer Litigasi AKSI Nusantara, Kholid Basyaiban mengungkapkan, selain bersih-bersih tim AKSI Nusantara juga melakukan brand audit yang menemukan merk dari Wings Groups (so Klin, mie sedap) sebagai pencemar terbanyak disusul Unilever (rinso, royco, molto), Santos Jaya Abadi (kopi kapal api), Frisian Flag (susu bendera) dan Forisa Nusa Persada (pop ice, top ice).

Menurut dia, dalam G20, Kementerian Maritim dan investasi menegaskan, rencana pemerintah dalam pengurangan luberan sampah plastik ke laut hingga 70% pada tahun 2025. Namun temuan AKSI Nusantara menunjukkan fakta berbeda. AKSI Nusantara meragukan keseriusan Pemerintah dalam hal Pengurangan 70% sampah plastik ke laut pada 2025

“Dalam investigasi yang Kami lakukan pada tahun 2022 menunjukkan bahwa pesisir dan sungai Indonesia masih dijumpai sampah plastik, bahkan di provinsi Maluku Utara, Maluku, Sulawesi dan Papua Barat sampah plastik dari sungai langsung masuk ke laut tanpa adanya upaya pencegahan” ungkap Kholid Basyaiban, Minggu (27/11/2022) melalui keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa Pemerintah hanya sibuk seremonial dan tidak menyentuh grassroot sehingga rencana pengurangan sampah plastik akan sulit tercapai.

Belum Membumi

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Kholid Basyaiban membeberkan, program pengurangan sampah plastik tertuang dalam roadmap pengurangan sampah plastik di PERMENKLHK 75/2019 yang menargetkan pengurangan 30% sampah dan pengolahan 70% sampah.

“Pemerintah kurang serius dalam pengolahan sampah karena hingga kini pemda hanya mampu menangani kurang dari 40% penduduk sehingga 60% penduduk masih tidak terlayani dan mereka akan membuang sampah ke sungai dan 47% lebih sampah yang tercecer akan dibakar,” beber Kholid Basyaiban.

BacaJuga :

Jatim Half Marathon Batal, 1.268 Pelari Merugi Rp 383 Juta

Golkar Kota Malang Siap Garap Pemilih Muda di 2029 Usai Dilantik Bahlil

Manajer Brand Audit AKSI Nusantara, Alaika Rahmatulla menambahkan, fakta temuan ceceran sampah masih banyak dijumpai di pesisir Utara Jawa dan Selat Madura.

“Investigasi kami menemukan bahwa daerah pesisir Jawa seperti Demak, Kudus, Pati, Tuban, Paciran, Muara bengawan solo di Gresik, pantai Kenjeran, dan pantai Kamal masih dibanjiri sampah plastik” ungkap Alaika Rahmatulla.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keberadaan sampah di kawasan pesisir umumnya berasal dari sungai-sungai di Pulau Jawa yang bermuara di Pesisir Utara seperti Sungai Juwana, Bengawan Solo, dan Brantas.

“Jika sampah plastik bisa dikendalikan tidak masuk kedalam aliran sungai maka, sampah plastik yang masuk ke laut akan berkurang. Pemerintah Daerah yang dilewati Sungai Bengawan Solo, Juwana, Brantas, Ciliwung, Citarum, Cisadane dan Ciujung harus memprioritaskan pengendalian sampah plastik agar tidak masuk ke sungai, pemerintah pusat sebagai institusi pengelola sungai-sungai Nasional harus pro aktif beraksi menjaga sungai agar tidak menjadi tempat sampah” terang Alaika mengakhiri.

Pemerintah Abai

(Foto: AKSI Nusantara for Javasatu.com)

Peneliti Ekspedisi Nusantara (ESN) Prigi Arisandi menguatkan, dalam PP 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup dalam lampiran Baku mutu air sungai menjelaskan bahwa sungai-sungai di Indonesia harus nihil sampah.

“Fakta dari investigasi Aksi Nusantara berkolaborasi dengan ESN menemukan sungai-sungai di Indonesia masih dibanjiri sampah, tidak ada upaya ekstra dari pemerintah untuk melindungi sungai dari pencemaran sampah plastik” ungkap Prigi Arisandi.

lebih lanjut dia menjelaskan bahwa 99% sungai-sungai di Indonesia tercemar mikroplastik.

“Sungai Indonesia tercemar mikroplastik, mikroplastik ada di perairan akibat melubernya sampah plastik di sungai, sampah plastik seperti tas kresek, styrofoam, sedotan, botol plastik, sachet terpecah-pecah menjadi serpihan plastik kecil berukuran lebih kecil dari 5mm” beber Prigi Arisandi.

Prigi juga menjelaskan bahwa mikroplastik akan masuk kedalam tubuh manusia mencemari air susu ibu dan dalam darah manusia. (Sir/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: AksiAKSI NusantaraJawa TimurSampah Plastik

Comments 1

  1. kholid says:
    3 tahun ago

    mboiss

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

Kasus Rp500 Juta Mandek 16 Bulan di Polresta Malang Kota

Polres Gresik Tangkap Residivis, 51 Gram Sabu Siap Edar Disita

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Jatim Half Marathon Batal, 1.268 Pelari Merugi Rp 383 Juta

Warga Nahdliyin Tebuwung Megengan Sambut Ramadan

Sengketa Lahan WTP dan Supit Urang Malang Diseret ke Ombudsman hingga KPK

MUI Kecamatan Gresik Temui Camat, Bahas Program Ramadan hingga Perkuat Sinergi

Prev Next

POPULER HARI INI

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

BERITA LAINNYA

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Perkuat Ketahanan Pangan, Puncak Jaya Bangun Lumbung

Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Timur Nunukan, Pilot Tewas

Jatim Half Marathon Batal, 1.268 Pelari Merugi Rp 383 Juta

DLHKP Kota Kediri Bersihkan Cagar Budaya Jembatan Lama dari Tumpukan Sampah

Ananda Sukarlan: Musik Bikin Dunia Lebih Masuk Akal di Hari Asperger 2026

GIBM Buka Rekrutmen Nasional, Ormas Anti-Korupsi dari Blitar

Hilal Tak Terlihat di Pasuruan, 1 Ramadan 2026 Jatuh pada 19 Februari

Polda Jateng Perketat Pengamanan Imlek 2026 Lewat KRYD

Prof Ahmad Barizi Dorong Pesantren Sumenep Cetak Muslim Kamil di Era Digital

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved