email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pemdes Gredek Duduksampeyan Gandeng Komunitas Berburu Tikus Berhadiah

by Sudasir Al Ayyubi
31 Oktober 2021
ADVERTISEMENT

JAVASATU-GRESIK- Tercatat, memasuki musim tanam sebanyak 70 penembak jitu dari komunitas diterjunkan untuk membasmi hama tikus di areal persawahan Desa Gredek Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik, Sabtu (30/10/2021) malam. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian masyarakat dari para mahasiswa/i Universitas Trunojoyo Madura.

(Foto: Istimewa)

Karena dianggap meresahkan warga lantaran sering memakan padi, sebelum musim tanam para penembak tersebut didatangkan dari Bediler atau Sniper yang tergabung di Community Bediler Gresik (CBG).

Para Bediler berburu tikus ini diikuti lebih dari 14 kelompok (tiap kelompok minimal 5 orang). Mereka berburu tikus di persawahan desa setempat.

Saat ditemui disela – sela kegiatan Kepala Desa (Kades) Gredek M. Bahrul Ghofar menuturkan, dimana memasuki musim tanam Pemerintahan Desa (Pemdes ) Gredek bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang bekerjasama dengan tim CBG melakukan perburuan tikus.

“Ini untuk meminimalisir hama tikus yang berada di persawahan Desa Gredek” katanya.

Dengan adanya Bediler ini, dia menerangkan, agar kemudian nantinya di musim tanam tiba. Kerusakan padi yang disebabkan hama tikus itu bisa kita minimalisir.

“Ini adalah salah satu bentuk usaha kami dalam pembasmian hama tikus” tegas Kades.

Kades Bahrul Ghofar menambahkan, selain itu, untuk mengembalikan rantai makanan secara alamiah, dia membuat program pendirian rumah burung hantu.

“Insyaallah kegiatan ini kita lakukan setiap tahun. Iya ntuk mengembalikan rantai makanan secara alamiah, akan tetapi tidak berhenti sampai disitu kami juga melakukan ini sebagai ikhtiar tambahan sehingga pada musim panen bisa melimpah. Bila nantinya hama tikus ini belum bisa dikendalikan atau di basmi kedepan kita akan terus berinovasi dan mencari solusi yang lainnya dalam hal penanganan hama tikus” paparnya.

Sebab dimana hama tikus ini menjadi momok bagi para petani di Desa Gredek. Dia menegaskan, saat musim tanam sebelumnya, tanaman padi petani setempat banyak yang rusak akibat serangan tikus, sehingga produksinya menurun.

Bagi Ghofar cara itu lebih aman dan efektif, karena selama ini para petani sering menggunakan kawat listrik untuk jebakan tikus. Daripada memasang jebakan tikus beraliran listrik yang mana nantinya berakibat fatal bisa – bisa merenggut korban.

“Untuk itu kita datangkan Bediler” ucap Kades.

Lebih jauh ia menerangkan, sebagai bentuk komitmen terkait aliran listrik yang berada di areal persawahan, telah menerbitkan PERDes dimana area persawahan yang sudah berdiri rumah burung hantu untuk meniadakan aliran listrik di sawah.

“Guna memotivasi semangat peserta, kami juga menyiapkan hadiah bagi peserta yang mampu mengumpulkan tikus paling banyak” tambahnya.

BacaJuga :

Puluhan Desa dari Malaka Studi Tiru ke BUMDes Ardiles Singosari Malang

Calon Kades Kudangwangi Ade Ahmad Fokus Pertanian, Dorong Bendungan Cariang Dilanjutkan

Perburuan tikus ini mengundang gelak tawa masyarakat. Sebab puluhan Bediler atau Sniper turun ke sawah dan memeriksa setiap lubang di pematang. Mereka juga mengobrak-abrik semak belukar yang diduga menjadi sarang tikus. Alhasil begitu melihat kepala tikus maka selongsong peluru langsung menembus kepala dan akhirnya mati.

“Bangkai – bangkai tikus itu kemudian dikumpulkan untuk dikubur” jelas dia.

(Foto: Istimewa)

Sementara itu Ketua CBG M. Muslik di dampingi Bendahara Irawan Edi emngungkapkan, perburuan hama tikus itu untuk membantu petani dalam meningkatkan hasil panen. Kegiatan pemusnahan itu sebagai bentuk bakti sosial kepada masyarakat khususnya para petani yang lahannya diserang hama tikus.

“Kami yang tergabung di CBG, dan kebetulan disini kami ada permintaan dari petani atau Pemdes Gredek. Kami sangat merasa senang bisa berpartisipasi untuk bisa mengurangi hama tikus” ungkap dia.

Ia menyebut, dalam perburuan tersebut hanya butuh waktu 2 jam, total lebih dari 730 ekor tikus ditembak mati.

“Yang bisa dibawa dan yang tidak bisa dibawah kena dan masuk ke lubang kembali itu ada sekitar tiga kali lipatnya” kata dia.

(Foto: Istimewa)

Untuk perolehan tikus terbanyak Juara 1 mendapatkan uang Rp. 500 ribu, Juara 2 Rp. 400 ribu, juara ke 3 Rp. 300 ribu sedangkan di juara harapan satu Rp. 250 ribu, Juara harapan dua Rp. 200 ribu, dan Juara harapan tiga Rp. 150 ribu. (Bas/Nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Desa GredekKecamatan DuduksampeyanTikusUniversitas Trunojoyo Madura

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

HWK Sumbar Salurkan Sembako dan Kenalkan Adat Minangkabau ke Anak Panti

Tujuh Anggota PSYCHIC FEVER Punya Karakter Berbeda, Ini Pesan Album DIFFERENT

Fabian Putra Angkat Pergulatan Batin Lewat Single Terbaru

Program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Perlu Dibenahi

Malangopi Fest 2026, Upaya Kembalikan Kejayaan Kopi dan Kakao Malang

TNI Amankan Senjata Caracal dan 17 Amunisi Milik OPM di Maybrat

Kickboxing Kota Malang Raih 7 Emas di Kejurprov Jatim 2026

Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar

Ribuan Jemaah Padati Gresik Bersholawat, Perkuat Doa

Green Policing, Polresta Malang Kota Tanam Pohon Buah untuk Warga

Prev Next

POPULER HARI INI

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

BERITA LAINNYA

HWK Sumbar Salurkan Sembako dan Kenalkan Adat Minangkabau ke Anak Panti

Tujuh Anggota PSYCHIC FEVER Punya Karakter Berbeda, Ini Pesan Album DIFFERENT

Fabian Putra Angkat Pergulatan Batin Lewat Single Terbaru

Program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Perlu Dibenahi

Malangopi Fest 2026, Upaya Kembalikan Kejayaan Kopi dan Kakao Malang

TNI Amankan Senjata Caracal dan 17 Amunisi Milik OPM di Maybrat

Kickboxing Kota Malang Raih 7 Emas di Kejurprov Jatim 2026

Revitalisasi 179 Sekolah di Majalengka, Pemkab Dorong Kualitas Belajar

Ribuan Jemaah Padati Gresik Bersholawat, Perkuat Doa

Green Policing, Polresta Malang Kota Tanam Pohon Buah untuk Warga

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved