JAVASATU.COM- Ade Harto Kusnadi, mantan pendamping desa di Kementerian Desa, maju sebagai calon Kepala Desa Sekarwangi, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.
Dengan nomor urut 5, Ade membawa lima gagasan pembangunan yang berfokus pada tata kelola pemerintahan, infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Ade akan bersaing dengan empat calon lainnya. Jika terpilih, ia berkomitmen melanjutkan program kepala desa sebelumnya yang dinilai bermanfaat, sekaligus mengevaluasi kebijakan yang masih perlu diperbaiki.
“Saya memahami kebutuhan masyarakat, siap menggerakkan potensi desa dan mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan,” ujar Ade, Senin (19/10/2026).
Prioritaskan BUMDes dan UMKM
Ade menempatkan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu fokus pembangunan. Menurutnya, BUMDes dapat menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
“BUMDes ini memiliki potensi yang luar biasa. Jika kita maksimalkan fungsinya, maka akan meningkatkan pendapatan asli desa, salah satunya dengan mendorong UMKM melalui program ini,” katanya.
Ia juga ingin mendorong kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas pemasaran produk lokal. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi pelaku UMKM Desa Sekarwangi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Dorong Infrastruktur Pertanian
Di sektor pertanian, Ade menyoroti kebutuhan infrastruktur dan sarana pendukung bagi petani. Ia menilai pembangunan desa perlu diarahkan pada sektor yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Peningkatan akses infrastruktur pertanian dan pemenuhan kebutuhan produksi menjadi bagian dari rencana yang ingin didorongnya untuk mendukung produktivitas petani.
Ingin Benahi Penyaluran Bansos
Ade juga menyoroti ketepatan sasaran penerima bantuan sosial (bansos). Ia menilai pendataan dan verifikasi kondisi ekonomi warga perlu dilakukan secara cermat agar bantuan diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Permasalahan klasik yang banyak saya temui adalah pada pembagian bansos. Banyak yang tidak sesuai dengan kategori. Ibaratnya, yang mampu masih mendapatkan bantuan, sedangkan yang tidak mampu tidak kebagian. Saya akan coba data ulang lagi dari atas hingga bawah, apalagi nanti dari Dana Desa,” tuturnya.
Jika terpilih, Ade berencana mendorong pendataan ulang dan verifikasi penerima bantuan berdasarkan kondisi sosial ekonomi warga. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan penyaluran bantuan yang bersumber dari Dana Desa agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lima Gagasan Pembangunan Desa
Ade menyiapkan lima gagasan utama yang akan menjadi arah pembangunan Desa Sekarwangi jika terpilih sebagai kepala desa.
Pertama, membangun pemerintahan desa yang transparan, jujur, terbuka, dan bertanggung jawab.
Kedua, mendorong pemerataan pembangunan, terutama infrastruktur dan fasilitas umum.
Ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan masyarakat.
Keempat, memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan UMKM, pertanian, dan potensi lokal.
Kelima, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perhatian terhadap kesehatan, kepedulian sosial, dan kelestarian lingkungan.
Ade mengatakan program tersebut akan diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengoptimalkan potensi Desa Sekarwangi.
Ia juga menegaskan keinginannya untuk meneruskan program pemerintahan sebelumnya yang dinilai bermanfaat bagi warga. (eko/arf)
