email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Lungguh Bareng

by Redaksi Javasatu
11 Oktober 2023
Ilustrasi
[Opini]

Lungguh Bareng

Oleh: Wahyu Eko Setiawan/ Sam WES – Salah Satu Inisiator Forum Lungguh Bareng

“Orang yang hanya peduli dengan keuntungan dirinya sendiri, hidupnya pasti banyak membuat kerugian bagi hidup orang lainnya.” – Ken Kerta –

Mengamati setiap sudut Kota Malang yang saat ini semakin dipenuhi sampah visual, yaitu banner-banner dari para calon anggota legislatif, termasuk juga ada banner-banner dari bakal calon Wali kota Malang 2024, bagaimanakah pandangan atau pikiran dari warga Kota Malang? Bahkan, tampak jelas beberapa banner tersebut yang dipasang dengan cara dipaku di pohon-pohon yang ada di pinggir jalanan Kota Malang. Awalnya, saya kira warga Kota Malang hanya cuek, tak peduli dan masa bodoh dengan semuanya itu. Ternyata tidak. Warga Kota Malang semakin muak melihat wajah-wajah yang terpampang di dalam banner-banner tersebut.

“Wong-wong iku ngerti opo soal Kota Malang? Mek karepe dewe ae pasang-pasang banner ngawur. Ngrusak pemandangan di Kota Malang,” ujar Pak Tri, saat jagongan di warung di sebelah bawah jembatan layang Arjosari Kota Malang. Pak Tri mengungkapkan rasa muaknya ketika ditanya soal semakin banyaknya banner-banner liar dan merusak pemandangan di setiap sudut Kota Malang.

“Kene iki akeh gak kenal e karo wong-wong iku. Sopo wong-wong iku, kok sak karepe dewe ae pasang banner ngawur. Ate dadi opo wong-wong iku? Mosok ngunu ate dadi wakile rakyat Kota Malang?,” ujar Cak Bagong Pasar Besar, saat jagongan ngopi bareng di belakang Pasar Besar. Cak Bagong melampiaskan kejengkelannya, ketika ditanya perihal semakin banyaknya banner-banner para caleg yang bertebaran di setiap sudut Kota Malang.

“Iku onok mantan narapidana korupsi, kok ate maju maneh dadi wakile warga Kota Malang? Mosok ate korupsi maneh rek? Ngunu kok yo sik onok ae sing gelem dukung? Oleh opo wong-wong ngunu iku? Jembek aku ndelok raine… ‘Cuk!’ Nggarai Kota Malang tambah rusak ae rek…!,” ungkap Cak Budi Dadu Onosogrem, saat jagongan bareng di Warung Pasar Kebalen sebelah rel sepur. Cak Budi juga mengungkapkan rasa herannya, kok masih ada yang mau mendukung bakal calon Wali kota Malang yang sudah terbukti korupsi dan sudah pernah dihukum penjara.

ADVERTISEMENT

“Biyen nang ndi ae wong-wong iku? Gak eling jaman onok Corona biyen, dapurane gak onok sing ketok. Kok sak iki malah lomba balapan pasang raine kabeh? Wayahe kene urip susah, wong-wong iku njegidek ae. Gak gelem ngetokno raine. Sak iki wayahe ate onok pemilihan wakil rakyat, kabeh podo balapan pasang raine dewe-dewe. Salah masange ngawur sak karepe dewe dan merusak lingkungan di Kota Malang,” ujar Pak Ganden saat jagongan ngopi bareng di Warung Mburi Pasar Blimbing Kota Malang. Pak Ganden malah mengajak untuk membuat gerakan menurunkan banner-banner dan baliho yang terbukti semakin merusak Kota Malang. Asumsi Pak Ganden, mungkin Satpol PP Kota Malang sudah mendapatkan ‘Jatah Preman’, sehingga sampai detik ini sama sekali tidak ada tindakan dari Satpol PP Kota Malang. Haruskah warga Kota Malang yang turun tangan sendiri menertibkan semua banner-banner dan baliho yang merusak lingkungan alam di Kota Malang?

Dan ternyata, masih banyak suara-suara akar rumput yang resah serta muak melihat semakin banyaknya banner-banner para calon wakil rakyat yang terpasang merusak pemandangan di Kota Malang. Bahkan merusak pohon-pohon di pinggiran jalan Kota Malang. Bagaimana mereka mau peduli dengan Kota Malang, jika ternyata cara-cara yang ditempuhnya justru semakin merusak Kota Malang? Omong kosong!

Menyerap keresahan dan kemuakan dari akar rumput di Kota Malang, saya jadi teringat nasehat dari seorang sahabat karib saya yang bernama Ken Kerta. Dia mengatakan, “Orang-orang yang hanya peduli dengan keuntungan dirinya sendiri, hidupnya pasti banyak membuat kerugian bagi hidup orang lainnya.”

BacaJuga :

UMKM Malang Didorong Siap Ekspor Lewat Pendampingan dan Platform Digital

Selisih 4.000 Meter Persegi, Dugaan Mark Up Sewa Lahan WTP Kota Malang Terkuak

Ya, sama persis seperti para calon wakil rakyat yang pasang banner-banner wajahnya, demi untuk keuntungan dirinya sendiri. Mereka sangat jelas melanggar ketertiban dan merusak lingkungan alam di Kota Malang. Jika sebelum jadi wakil rakyat mereka sudah berani melanggar tata tertib dan peraturan yang ada, serta jelas merusak lingkungan alam, bagaimana nantinya ketika mereka kelak ternyata jadi wakil rakyat? Apakah mereka justru tidak segan untuk mengorbankan rakyat Kota Malang demi keuntungan dirinya sendiri? Bagaimana mereka mampu membangun kebaikan di Kota Malang, jika cara-cara yang mereka gunakan justru merusak Kota Malang? Bagaimana mereka layak mewakili warga Kota Malang, jika ternyata mereka hanya mengejar keuntungan dan kepentingan demi dirinya sendiri dengan mengorbankan kelestarian lingkungan alam di Kota Malang?

Situasi dan kondisi pascapandemi virus Corona, saat ini belum sepenuhnya pulih kembali. Bahkan masih banyak yang semakin terperosok ke dalam lembah kemiskinan, stunting, krisis pangan, pengangguran semakin banyak, lapangan usaha semakin tidak jelas, dan berbagai problem sosial yang semakin mengancam di masyarakat Kota Malang saat ini. Coba bayangkan, di tengah-tengah situasi dan kondisi masyarakat yang semakin sulit serta serba susah tersebut, justru disuguhi pemandangan banner-banner wajah para calon wakil rakyat, yang seolah-olah tersenyum sinis mengejek dan tidak peduli terhadap nasib hidup masyarakat. Di manakah hati nurani mereka? Apakah mereka tidak peka terhadap penderitaan masyarakat? Ah iya, bukankah mereka hanya peduli dengan keuntungan dan kepentingan dirinya sendiri? Rakyat hanya angka hitungan suara saja! Persetan dengan nasib hidup rakyatnya!

Namun demikian, kita tidak bisa berdiam diri saja. Tidak bisa hanya acuh tak acuh. Tidak bisa membiarkan semuanya terjadi begitu saja, yang justru semakin merusak masa depan Kota Malang. Apakah kita menginginkan wakil rakyat yang benar-benar beradab? Apakah kita akan membiarkan orang-orang biadab menang menjadi wakil rakyat di Kota Malang? Apakah kita akan terus diam saja, melihat Kota Malang semakin carut marut? Apakah kita akan semakin menjauhi medan politik, dan membiarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab menang sebagai penguasa di Kota Malang? Lantas, bagaimana nasib hidup anak cucu kita kelak, yang hidup di masa depan Kota Malang yang semakin ruwet, carut marut dan dikuasi oleh orang-orang yang tidak beradab? Akankah kita biarkan saja?

Beberapa tokoh masyarakat, baik yang muda maupun yang sudah sepuh, sebenarnya sudah banyak menangkap keresahan dan kegelisahan akan masa depan Kota Malang. Bahkan beberapa yang sudah sepuh, yang sudah menjauhi kehidupan bermasyarakat, sudah mulai mau turun kembali untuk berusaha memberikan kontribusi bagi kemajuan dan kebaikan di Kota Malang. Para sesepuh itu, juga ada yang merasa bersalah dan bertanggung jawab. Bahwa apa yang terjadi di Kota Malang saat ini, juga merupakan bagian dari kesalahan-kesalahan di masa lalu hidupnya. Beliau semua ini, para sesepuh yang hendak membantu sekuat-kuatnya untuk berpartisipasi membangun masa depan Kota Malang. Di sisa usia tuanya, mereka justru hendak mendharma bhaktikan sisa-sisa nafasnya, diberikan untuk membangun masa depan Kota Malang.

Pada beberapa kali kesempatan bertemu dan jagongan bareng para sesepuh, akhirnya diusulkan sebuah kegiatan rutinan untuk duduk bersama membahas, membedah dan menganalisa berbagai permasalahan yang ada di Kota Malang saat ini. Juga sekaligus mencoba untuk memberikan, membangun dan menjalankan berbagai solusi-solusi yang dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan di Kota Malang. Demi untuk membangun masa depan Kota Malang lebih GEMILANG. Kegiatan rutinan ini sepakat diberikan nama: ‘Forum Lungguh Bareng’. Yang artinya sebuah forum bersama terbuka untuk duduk bersama. Sebuah forum bersama terbuka untuk membahas, membedah dan menganalisa berbagai permasalahan di Kota Malang. Sekaligus memberikan, membangun dan menjalankan berbagai solusi-solusi yang dibutuhkan untuk membangun masa depan Kota Malang GEMILANG.

Kapan kegiatan rutinan FORUM LUNGGUH BARENG ini akan dilaksanakan? Apa saja yang akan dibahas? Bagaimana teknis pelaksanaannya? Siapa yang akan diundang? Siapa saja yang boleh ikut hadir di dalamnya? Dan hal-hal lainnya, masih terus dimatangkan. Semoga, langkah ini bisa berkontribusi secara nyata untuk bersama-sama membangun masa depan Kota Malang GEMILANG.

Forum Lungguh Bareng, ‘Membedah Masalah, Memberi Solusi’. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Sam WES
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

UMKM Malang Didorong Siap Ekspor Lewat Pendampingan dan Platform Digital

Ramp Check Jelang Imlek 2026, Pemkot Kediri Pastikan Bus AKAP-AKDP Laik Jalan

DPRD Kota Kediri Soroti Pengawasan Proyek Strategis bersama Paguyuban Saroja

Sopir Dump Truck Aniaya Pengendara Motor di Pujon, Polisi Amankan Pelaku

Kapolres Gresik Periksa Randis, Pastikan Pelayanan Polri Maksimal

Kodim Blora Gelar Hanmars 10 Km, Tingkatkan Kesiapan Jasmani Prajurit

AUDAMS Fest Kota Batu, Drama Sejarah dan Simfoni Cinta Nusantara

Pompa Air Tenaga Surya, Bawean Siap Mandiri Air dan Pangan

Gara-gara Status FB, 210 Keping Emas Raib di Junrejo Batu

Kemen PU Nilai Kunden Layak untuk Stadion Blora

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Gara-gara Status FB, 210 Keping Emas Raib di Junrejo Batu

AUDAMS Fest Kota Batu, Drama Sejarah dan Simfoni Cinta Nusantara

BERITA LAINNYA

Ramp Check Jelang Imlek 2026, Pemkot Kediri Pastikan Bus AKAP-AKDP Laik Jalan

DPRD Kota Kediri Soroti Pengawasan Proyek Strategis bersama Paguyuban Saroja

Kodim Blora Gelar Hanmars 10 Km, Tingkatkan Kesiapan Jasmani Prajurit

Kemen PU Nilai Kunden Layak untuk Stadion Blora

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Cak Imin Buka Puncak HPN 2026 di Banten, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved