email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 10 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Kebijakan Fiskal, Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

by Redaksi Javasatu
10 Januari 2026

OPINI

Kebijakan Fiskal untuk Inovasi dan Teknologi: Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Oleh: Eta Nova Mahayanti – Mahasiswi Administrasi Publik, FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Di tengah ambisi besar Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, tantangan struktural yang masih membayangi adalah jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Selama bertahun-tahun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertumpu pada ekspor komoditas mentah dan keunggulan tenaga kerja murah. Pola ini terbukti tidak cukup kuat untuk mendorong lompatan menuju negara berpendapatan tinggi.

Untuk keluar dari jebakan tersebut, Indonesia membutuhkan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Kunci dari transformasi ini terletak pada penguatan inovasi dan penguasaan teknologi. Sayangnya, capaian Indonesia dalam bidang inovasi masih tertinggal. Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index/GII) menunjukkan posisi Indonesia yang belum kompetitif dibandingkan negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Salah satu akar persoalan yang krusial adalah rendahnya belanja penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Dalam konteks inilah, kebijakan fiskal memegang peranan strategis. Kebijakan fiskal tidak hanya berfungsi sebagai alat pengelolaan keuangan negara, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengarahkan perilaku ekonomi menuju sektor-sektor berisiko tinggi namun berdampak jangka panjang, yakni inovasi dan teknologi.

Kebijakan Fiskal untuk Inovasi: Pergeseran Paradigma

Inovasi memiliki karakter positive externality, di mana manfaatnya lebih luas bagi masyarakat dibandingkan keuntungan yang diterima penemunya. Tanpa intervensi negara, sektor swasta cenderung enggan berinvestasi pada R&D karena biaya tinggi, risiko besar, dan ketidakpastian hasil.

Oleh karena itu, kebijakan fiskal untuk inovasi hadir sebagai alat koreksi pasar. Pemerintah Indonesia mulai menggeser paradigma dari pendekatan subsidi langsung menuju insentif fiskal yang bersifat market-driven. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana inovasi menjadi kebutuhan industri, bukan sekadar beban biaya produksi.

Melalui insentif fiskal, negara berperan sebagai katalisator yang menurunkan risiko investasi inovasi, sekaligus mendorong sektor swasta untuk berperan lebih aktif dalam pengembangan teknologi.

BacaJuga :

OPINI: Fiskal untuk Indonesia Baru: Mengakhiri Kemiskinan dan Menyelamatkan Lingkungan

Pilkada Tak Langsung: Ketika Elite Partai Ingin Kembali Jadi Bos

Insentif Fiskal R&D dan Tantangan Implementasi

Salah satu instrumen fiskal paling progresif yang dimiliki Indonesia adalah kebijakan Super Tax Deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 153/PMK.010/2019. Kebijakan ini memungkinkan perusahaan memperoleh pengurangan penghasilan bruto hingga 300 persen dari biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan R&D tertentu.

Sebagai ilustrasi, perusahaan yang mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar untuk pengembangan teknologi produksi dapat memperoleh pengurangan pajak yang nilainya jauh lebih besar dari pengeluaran aktual. Skema ini dirancang untuk meningkatkan insentif ekonomi bagi perusahaan agar berani berinvestasi dalam inovasi.

Namun, efektivitas kebijakan ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Prosedur administratif yang relatif kompleks serta minimnya sosialisasi menyebabkan insentif ini lebih banyak dinikmati oleh korporasi besar. Padahal, UMKM dan startup memiliki potensi inovasi yang tinggi, khususnya di level akar rumput.

Gambar by Eta Nova Mahayanti

Dampak Fiskal terhadap Pertumbuhan Inovasi dan Daya Saing

Secara teoritis, insentif fiskal yang tepat sasaran akan meningkatkan Total Factor Productivity (TFP). Ketika industri mulai mengadopsi teknologi otomasi, digitalisasi, atau kecerdasan buatan (AI), biaya produksi per unit akan menurun dan daya saing produk nasional meningkat.

Perkembangan ekonomi digital Indonesia menjadi contoh konkret. Dukungan fiskal terhadap startup teknologi, termasuk kebijakan tax holiday bagi sektor pionir, telah mendorong lahirnya sejumlah unicorn. Pertumbuhan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru yang membutuhkan tenaga kerja terampil (high-skilled labor).

Dengan demikian, kebijakan fiskal berkontribusi langsung terhadap transformasi struktur ekonomi menuju sektor bernilai tambah tinggi.

Gambar by Eta Nova Mahayanti

Hilirisasi Industri dan Ekonomi Hijau: Arah Kebijakan Terkini

Saat ini, arah kebijakan fiskal Indonesia semakin terfokus pada dua agenda besar: hilirisasi industri dan transisi menuju ekonomi hijau. Insentif fiskal dimanfaatkan untuk mendorong inovasi dalam pengolahan sumber daya alam, khususnya nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).

Melalui pemberian insentif pajak bagi investor yang membawa teknologi mutakhir, Indonesia berupaya mengambil posisi strategis dalam rantai pasok global masa depan. Di sisi lain, tantangan perubahan iklim mendorong lahirnya instrumen fiskal baru seperti pajak karbon.

Meskipun kerap dipersepsikan sebagai beban tambahan bagi industri, pajak karbon sejatinya merupakan instrumen yang mendorong inovasi teknologi rendah karbon. Perusahaan dipaksa beradaptasi dan mencari solusi produksi yang lebih bersih untuk mengurangi beban pajak.

Kebijakan fiskal merupakan “bahan bakar” utama bagi mesin inovasi dan teknologi Indonesia. Tanpa dukungan fiskal yang kuat, adaptif, dan mudah diakses, ambisi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah akan sulit terwujud.

Ke depan, pemerintah perlu menyederhanakan birokrasi pengajuan insentif R&D agar dapat diakses tidak hanya oleh korporasi besar, tetapi juga oleh startup dan UMKM inovatif. Selain itu, sinkronisasi kebijakan fiskal dengan dunia pendidikan dan riset menjadi krusial agar inovasi yang didorong benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar dan tantangan nasional.

Dengan sinergi kebijakan yang tepat, inovasi dan teknologi dapat menjadi tulang punggung baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. (*)

*Opini ini untuk tugas perkuliahan
Eta Nova Mahayanti

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: OpiniUntag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Atlet Taekwondo Emas SEA Games 2025, Alfi Kusuma Naik Pangkat Jadi Letnan Satu

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Raih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Pipa PDAM Kebomas Selesai Diperbaiki, Distribusi Air Bersih Kembali Normal

Kuota Pupuk Subsidi Bojonegoro 2026 Naik Jadi 130.177 Ton

Berdiri di Jalur Wisata Bromo, PT Makmur Jaya Bidik Pasar Oleh-oleh Susu

Dapur MBG Hadir di Desa Putukrejo Malang, Layanan Gizi Perdesaan Kian Merata

Ifan Seventeen Rilis “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Kisah Cinta yang Tak Lagi Sama

Second Semester Rilis Single “:)”, Curhat Emosional tentang Dighosting

OPINI: Kebijakan Fiskal, Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Cegah Kecelakaan, Pendekar Pagar Nusa di Gresik Perbaiki Jalan Berlubang

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Trofeo All Star Legends di Malang Libatkan 30 UMKM, Sepak Bola Gerakkan Ekonomi Lokal

Analis Nilai Polri di Bawah Presiden dan Kapolri Disetujui DPR Sesuai Amanat Reformasi

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Kapolres Boyolali Pastikan Pengamanan Puncak Hari Desa Nasional 2026

BERITA LAINNYA

Atlet Taekwondo Emas SEA Games 2025, Alfi Kusuma Naik Pangkat Jadi Letnan Satu

Ifan Seventeen Rilis “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Kisah Cinta yang Tak Lagi Sama

Second Semester Rilis Single “:)”, Curhat Emosional tentang Dighosting

OPINI: Kebijakan Fiskal, Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Analis Nilai Polri di Bawah Presiden dan Kapolri Disetujui DPR Sesuai Amanat Reformasi

Kapolres Boyolali Pastikan Pengamanan Puncak Hari Desa Nasional 2026

Pemkab Kediri Gandeng PTPN, Akses Jalan Sekolah Rakyat Plosoklaten Segera Dibangun

Bupati Blitar Ajak ASN Terapkan Pola Hidup Sehat Lewat Senam Chi Kung

Bupati Kediri Lantik Lima Kepala Dinas, Soroti Regenerasi Karier ASN

Babinsa Koramil Sambong Blora Latih Baris-berbaris Siswa SMP

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d