email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 12 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Kebijakan Fiskal, Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

by Redaksi Javasatu
10 Januari 2026
ADVERTISEMENT

OPINI

Kebijakan Fiskal untuk Inovasi dan Teknologi: Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Oleh: Eta Nova Mahayanti – Mahasiswi Administrasi Publik, FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Di tengah ambisi besar Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, tantangan struktural yang masih membayangi adalah jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Selama bertahun-tahun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertumpu pada ekspor komoditas mentah dan keunggulan tenaga kerja murah. Pola ini terbukti tidak cukup kuat untuk mendorong lompatan menuju negara berpendapatan tinggi.

Untuk keluar dari jebakan tersebut, Indonesia membutuhkan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Kunci dari transformasi ini terletak pada penguatan inovasi dan penguasaan teknologi. Sayangnya, capaian Indonesia dalam bidang inovasi masih tertinggal. Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index/GII) menunjukkan posisi Indonesia yang belum kompetitif dibandingkan negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Salah satu akar persoalan yang krusial adalah rendahnya belanja penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Dalam konteks inilah, kebijakan fiskal memegang peranan strategis. Kebijakan fiskal tidak hanya berfungsi sebagai alat pengelolaan keuangan negara, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengarahkan perilaku ekonomi menuju sektor-sektor berisiko tinggi namun berdampak jangka panjang, yakni inovasi dan teknologi.

Kebijakan Fiskal untuk Inovasi: Pergeseran Paradigma

Inovasi memiliki karakter positive externality, di mana manfaatnya lebih luas bagi masyarakat dibandingkan keuntungan yang diterima penemunya. Tanpa intervensi negara, sektor swasta cenderung enggan berinvestasi pada R&D karena biaya tinggi, risiko besar, dan ketidakpastian hasil.

Oleh karena itu, kebijakan fiskal untuk inovasi hadir sebagai alat koreksi pasar. Pemerintah Indonesia mulai menggeser paradigma dari pendekatan subsidi langsung menuju insentif fiskal yang bersifat market-driven. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana inovasi menjadi kebutuhan industri, bukan sekadar beban biaya produksi.

Melalui insentif fiskal, negara berperan sebagai katalisator yang menurunkan risiko investasi inovasi, sekaligus mendorong sektor swasta untuk berperan lebih aktif dalam pengembangan teknologi.

BacaJuga :

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

Insentif Fiskal R&D dan Tantangan Implementasi

Salah satu instrumen fiskal paling progresif yang dimiliki Indonesia adalah kebijakan Super Tax Deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 153/PMK.010/2019. Kebijakan ini memungkinkan perusahaan memperoleh pengurangan penghasilan bruto hingga 300 persen dari biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan R&D tertentu.

Sebagai ilustrasi, perusahaan yang mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar untuk pengembangan teknologi produksi dapat memperoleh pengurangan pajak yang nilainya jauh lebih besar dari pengeluaran aktual. Skema ini dirancang untuk meningkatkan insentif ekonomi bagi perusahaan agar berani berinvestasi dalam inovasi.

Namun, efektivitas kebijakan ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Prosedur administratif yang relatif kompleks serta minimnya sosialisasi menyebabkan insentif ini lebih banyak dinikmati oleh korporasi besar. Padahal, UMKM dan startup memiliki potensi inovasi yang tinggi, khususnya di level akar rumput.

Gambar by Eta Nova Mahayanti

Dampak Fiskal terhadap Pertumbuhan Inovasi dan Daya Saing

Secara teoritis, insentif fiskal yang tepat sasaran akan meningkatkan Total Factor Productivity (TFP). Ketika industri mulai mengadopsi teknologi otomasi, digitalisasi, atau kecerdasan buatan (AI), biaya produksi per unit akan menurun dan daya saing produk nasional meningkat.

Perkembangan ekonomi digital Indonesia menjadi contoh konkret. Dukungan fiskal terhadap startup teknologi, termasuk kebijakan tax holiday bagi sektor pionir, telah mendorong lahirnya sejumlah unicorn. Pertumbuhan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru yang membutuhkan tenaga kerja terampil (high-skilled labor).

Dengan demikian, kebijakan fiskal berkontribusi langsung terhadap transformasi struktur ekonomi menuju sektor bernilai tambah tinggi.

Gambar by Eta Nova Mahayanti

Hilirisasi Industri dan Ekonomi Hijau: Arah Kebijakan Terkini

Saat ini, arah kebijakan fiskal Indonesia semakin terfokus pada dua agenda besar: hilirisasi industri dan transisi menuju ekonomi hijau. Insentif fiskal dimanfaatkan untuk mendorong inovasi dalam pengolahan sumber daya alam, khususnya nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).

Melalui pemberian insentif pajak bagi investor yang membawa teknologi mutakhir, Indonesia berupaya mengambil posisi strategis dalam rantai pasok global masa depan. Di sisi lain, tantangan perubahan iklim mendorong lahirnya instrumen fiskal baru seperti pajak karbon.

Meskipun kerap dipersepsikan sebagai beban tambahan bagi industri, pajak karbon sejatinya merupakan instrumen yang mendorong inovasi teknologi rendah karbon. Perusahaan dipaksa beradaptasi dan mencari solusi produksi yang lebih bersih untuk mengurangi beban pajak.

Kebijakan fiskal merupakan “bahan bakar” utama bagi mesin inovasi dan teknologi Indonesia. Tanpa dukungan fiskal yang kuat, adaptif, dan mudah diakses, ambisi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah akan sulit terwujud.

Ke depan, pemerintah perlu menyederhanakan birokrasi pengajuan insentif R&D agar dapat diakses tidak hanya oleh korporasi besar, tetapi juga oleh startup dan UMKM inovatif. Selain itu, sinkronisasi kebijakan fiskal dengan dunia pendidikan dan riset menjadi krusial agar inovasi yang didorong benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar dan tantangan nasional.

Dengan sinergi kebijakan yang tepat, inovasi dan teknologi dapat menjadi tulang punggung baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. (*)

*Opini ini untuk tugas perkuliahan
Eta Nova Mahayanti

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: OpiniUntag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TNI Perkuat Infrastruktur dan Teknologi Komunikasi untuk Operasi Militer Modern

Warga Terdampak Konflik Sosial di Banyutengah Gresik Diberi Bansos

Pemkab Gresik dan SKK Migas Jabanusa Salurkan Bantuan ke 4.895 Nelayan

Logo dan Tema HUT ke-112 Kota Malang Diluncurkan, Penuh Filosofi

Permintaan LPG 3 Kg di Kota Batu Naik Signifikan di Pertengahan Ramadan 2026

Perumda Tirta Kanjuruhan Resmikan Kantor Unit Turen dan Sumbermanjing Wetan

Jaksa Tuntut 12 Tahun Penjara Dua Terdakwa Kasus Pengadaan Tanah Polinema

Wali Kota Malang Imbau Warga Tenang, Ketersediaan Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran

Viral di Gresik, Pria Ancam Petugas J&T dengan Sajam, Polisi Selidiki

Aice “Maniskan Momen Ramadhan” dengan Bagikan Jutaan Takjil ke Seluruh Indonesia

Prev Next

POPULER HARI INI

MBG Lansia, Pokmas Gresik Tolak Alih Kelola ke SPPG, Tetap Swakelola

Logo dan Tema HUT ke-112 Kota Malang Diluncurkan, Penuh Filosofi

Wamenpar Buka Peluang Penambahan Rute Penerbangan ke Malang

Perumda Tirta Kanjuruhan Resmikan Kantor Unit Turen dan Sumbermanjing Wetan

Bazar Ramadan BRI Malang Hadirkan Promo Belanja dan Produk UMKM

BERITA LAINNYA

TNI Perkuat Infrastruktur dan Teknologi Komunikasi untuk Operasi Militer Modern

Aice “Maniskan Momen Ramadhan” dengan Bagikan Jutaan Takjil ke Seluruh Indonesia

Daffa Syawlan Rilis Single Ramadan “Marhaban Yaa Ramadan”

Dandim Wonosobo Tinjau TMMD Trimulyo, Betonisasi Jalan 540 Meter Jadi Sorotan

Dewan Pers Soroti Investasi Asing 100 Persen di Media dalam Perjanjian RI-AS

Presiden Prabowo Dialog dengan Daerah Usai Resmikan 218 Jembatan

218 Jembatan Rampung Cepat, Presiden Prabowo Apresiasi Kerja TNI

Pelaku Wisata Dieng Santuni Anak Yatim di Wonosobo Saat Ramadan

Pemkot Kediri Gelar Operasi Pasar Murah Ramadan di 13 Titik

Javanese Cat Rilis Album “Gratia Plena”, Angkat Kritik Sosial dalam Balutan Alternative Rock

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Sekda Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Urus PBG-SLF Dinilai Berbelit

MBG Lansia, Pokmas Gresik Tolak Alih Kelola ke SPPG, Tetap Swakelola

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

Nuzulul Qur’an di Perum GSK Gresik, Jemaah Diajak Istikamah Baca Al-Quran

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d