email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Perspektif Mulat Sariro dalam Kajian Otokritik Kontemporer: Menggugat Ketidakadilan Sosial

by Redaksi Javasatu
13 Desember 2023
Eko Windarto. (Foto: Dok)

Perspektif Mulat Sariro dalam Kajian Otokritik Kontemporer: Menggugat Ketidakadilan Sosial

Oleh: Eko Windarto – Penulis Satu Pena

Setelah membaca beberapa judul dalam buku MULAT SARIRO yang di tulis oleh: Doktor Slamet Hendro Kusumo, maka saya berpendapat bahwa potret masyarakat Indonesia pada masa kini yang begitu plural sangat menuntut kita untuk memandang ulang dengan kritis berbagai isu sosial dan politik yang terjadi di dalamnya. Sebagai sebuah negara besar dengan lebih dari 200 juta jiwa, beragam etnik, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya, kesetaraan sosial menjadi sebuah isu yang selalu menjadi perbincangan. Apalagi keadilan sosial terkadang mengalami ketimpangan, terutama di kalangan kaum minoritas. Dalam konteks ini, perspektif otokritik menjadi sebuah alternatif untuk merenungkan kembali fenomena sosial-politik yang terjadi. Mulat Sariro, seorang tokoh intelektual Indonesia, melalui kajiannya dengan mengambil perspektif otokritik, menganalisis fenomena ketidakadilan sosial yang dialami oleh kaum minoritas di Indonesia.

Mulat Sariro menganalisis berbagai isu sosial yang berkaitan dengan ketidakadilan sosial yang terjadi di Indonesia. Otokritik menjadi cara yang dipilih Sariro dalam menganalisis ketidakadilan sosial karena ia meyakini bahwa isu sosial di Indonesia tidak bisa lepas dari heterogenitas masyarakatnya. Melalui pendekatan otokritik, ia memunculkan kritikan-kritikan yang dianggap kontroversial oleh beberapa pihak karena bersifat “anti-pemerintah”, meski sebenarnya tujuannya adalah memperbaiki kondisi sosial yang tidak adil.

Salah satu bentuk ketidakadilan sosial yang dianalisis oleh Sariro adalah diskriminasi terhadap kelompok minoritas, seperti etnis yang jarang diakui dalam masyarakat atau kelompok minoritas seksual. Sariro menganalisis diskriminasi ini dan mengeluarkan beberapa kritikan terhadap diskriminasi tersebut. Kritik yang dilontarkan tak hanya sebatas kritik terhadap pemerintah, namun juga bagaimana peran masyarakat dalam memberikan dan menyebarkan perlakuan diskriminatif tersebut.

Dalam kajiannya, Sariro juga menganalisis politik identitas yang terjadi di Indonesia. Ia menyoroti bagaimana adanya politik identitas ini kemudian memunculkan banyak konflik yang pada akhirnya memperburuk kondisi sosial-politik di Indonesia. Ia menegaskan bahwa untuk membangun keadilan sosial dan harmoni sosial di Indonesia, politik identitas harus ditanggalkan. Hal ini akan membantu memperkuat solidaritas yang ada di dalam masyarakat dan juga menghilangkan perbedaan- perbedaan identitas yang membangun diskriminasi.

ADVERTISEMENT

Menurut Sariro, isu sosial-politik tidak dapat dilepaskan dari kajian sejarah. Dalam pandangannya, kajian sejarah membantu memahami bagaimana kondisi sosial-politik yang ada di Indonesia dari masa ke masa. Ia juga menegaskan bagaimana keterkaitan antara sejarah dan isu sosial-politik yang terjadi di masa kini. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kajian sejarah harus diberikan pada pendidikan dan pemikiran masyarakat secara umum. Dalam pemahaman Sariro, pemahaman sejarah bisa memperkuat solidaritas sosial, membangun martabat manusia, dan menghapuskan ketimpangan.

Kajian-kajian Sariro mengenai konteks sosial dan politik Indonesia memperlihatkan betapa kompleks dan pentingnya kajian sosial-politik itu. Hal ini penting dilakukan agar pembangunan dan kemajuan Indonesia dapat diakses oleh seluruh masyarakat dan tidak terjadi ketimpangan di dalamnya. Sebagai sebuah negara yang besar, Indonesia perlu memahami betapa perbedaan yang ada di dalamnya adalah sebuah kekayaan, bukan hambatan. Sariro menegaskan bahwasanya dengan memahami kondisi sosial-politik yang ada, maka kita bisa memperbaiki problem-problem sosial yang ada di dalam masyarakat.

Dalam konteks ini dapat disimpulkan bahwa menggali persoalan sosial-politik di Indonesia melalui pendekatan otokritik dilakukan untuk merumuskan kritik dan konsep-konsep yang terpikirkan secara mendalam. Dalam kajian otokritik ini, kita harus bersikap terbuka dan menghargai setiap pandangan, sehingga penguatan solidaritas di antara masyarakat dapat dilakukan. Kehadiran otokritik dalam mengkaji isu sosial-politik pun membuka ruang bagi perspektif yang berkembang di dalam masyarakat serta dapat menyatukan pemikiran untuk demi kemajuan masyarakat Indonesia. (*)

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Eko WindartoSatupena
ADVERTISEMENT

Comments 1

  1. Eko Windarto says:
    2 tahun ago

    Makasih, atas termuatnya esai saya di atas. Salam satu jiwa satu rasa

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Ramp Check Jelang Imlek 2026, Pemkot Kediri Pastikan Bus AKAP-AKDP Laik Jalan

DPRD Kota Kediri Soroti Pengawasan Proyek Strategis bersama Paguyuban Saroja

Sopir Dump Truck Aniaya Pengendara Motor di Pujon, Polisi Amankan Pelaku

Kapolres Gresik Periksa Randis, Pastikan Pelayanan Polri Maksimal

Kodim Blora Gelar Hanmars 10 Km, Tingkatkan Kesiapan Jasmani Prajurit

AUDAMS Fest Kota Batu, Drama Sejarah dan Simfoni Cinta Nusantara

Pompa Air Tenaga Surya, Bawean Siap Mandiri Air dan Pangan

Gara-gara Status FB, 210 Keping Emas Raib di Junrejo Batu

Kemen PU Nilai Kunden Layak untuk Stadion Blora

300 Lowongan Kerja Dibuka di Gresik, Bupati Tinjau Rekrutmen di Disnaker

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Selisih 4.000 Meter Persegi, Dugaan Mark Up Sewa Lahan WTP Kota Malang Terkuak

Gara-gara Status FB, 210 Keping Emas Raib di Junrejo Batu

BERITA LAINNYA

Ramp Check Jelang Imlek 2026, Pemkot Kediri Pastikan Bus AKAP-AKDP Laik Jalan

DPRD Kota Kediri Soroti Pengawasan Proyek Strategis bersama Paguyuban Saroja

Kodim Blora Gelar Hanmars 10 Km, Tingkatkan Kesiapan Jasmani Prajurit

Kemen PU Nilai Kunden Layak untuk Stadion Blora

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Cak Imin Buka Puncak HPN 2026 di Banten, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved