email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Perspektif Mulat Sariro dalam Kajian Otokritik Kontemporer: Menggugat Ketidakadilan Sosial

by Javasatu
13 Desember 2023
Eko Windarto. (Foto: Dok)

Perspektif Mulat Sariro dalam Kajian Otokritik Kontemporer: Menggugat Ketidakadilan Sosial

Oleh: Eko Windarto – Penulis Satu Pena

Setelah membaca beberapa judul dalam buku MULAT SARIRO yang di tulis oleh: Doktor Slamet Hendro Kusumo, maka saya berpendapat bahwa potret masyarakat Indonesia pada masa kini yang begitu plural sangat menuntut kita untuk memandang ulang dengan kritis berbagai isu sosial dan politik yang terjadi di dalamnya. Sebagai sebuah negara besar dengan lebih dari 200 juta jiwa, beragam etnik, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya, kesetaraan sosial menjadi sebuah isu yang selalu menjadi perbincangan. Apalagi keadilan sosial terkadang mengalami ketimpangan, terutama di kalangan kaum minoritas. Dalam konteks ini, perspektif otokritik menjadi sebuah alternatif untuk merenungkan kembali fenomena sosial-politik yang terjadi. Mulat Sariro, seorang tokoh intelektual Indonesia, melalui kajiannya dengan mengambil perspektif otokritik, menganalisis fenomena ketidakadilan sosial yang dialami oleh kaum minoritas di Indonesia.

Mulat Sariro menganalisis berbagai isu sosial yang berkaitan dengan ketidakadilan sosial yang terjadi di Indonesia. Otokritik menjadi cara yang dipilih Sariro dalam menganalisis ketidakadilan sosial karena ia meyakini bahwa isu sosial di Indonesia tidak bisa lepas dari heterogenitas masyarakatnya. Melalui pendekatan otokritik, ia memunculkan kritikan-kritikan yang dianggap kontroversial oleh beberapa pihak karena bersifat “anti-pemerintah”, meski sebenarnya tujuannya adalah memperbaiki kondisi sosial yang tidak adil.

Salah satu bentuk ketidakadilan sosial yang dianalisis oleh Sariro adalah diskriminasi terhadap kelompok minoritas, seperti etnis yang jarang diakui dalam masyarakat atau kelompok minoritas seksual. Sariro menganalisis diskriminasi ini dan mengeluarkan beberapa kritikan terhadap diskriminasi tersebut. Kritik yang dilontarkan tak hanya sebatas kritik terhadap pemerintah, namun juga bagaimana peran masyarakat dalam memberikan dan menyebarkan perlakuan diskriminatif tersebut.

Dalam kajiannya, Sariro juga menganalisis politik identitas yang terjadi di Indonesia. Ia menyoroti bagaimana adanya politik identitas ini kemudian memunculkan banyak konflik yang pada akhirnya memperburuk kondisi sosial-politik di Indonesia. Ia menegaskan bahwa untuk membangun keadilan sosial dan harmoni sosial di Indonesia, politik identitas harus ditanggalkan. Hal ini akan membantu memperkuat solidaritas yang ada di dalam masyarakat dan juga menghilangkan perbedaan- perbedaan identitas yang membangun diskriminasi.

Menurut Sariro, isu sosial-politik tidak dapat dilepaskan dari kajian sejarah. Dalam pandangannya, kajian sejarah membantu memahami bagaimana kondisi sosial-politik yang ada di Indonesia dari masa ke masa. Ia juga menegaskan bagaimana keterkaitan antara sejarah dan isu sosial-politik yang terjadi di masa kini. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kajian sejarah harus diberikan pada pendidikan dan pemikiran masyarakat secara umum. Dalam pemahaman Sariro, pemahaman sejarah bisa memperkuat solidaritas sosial, membangun martabat manusia, dan menghapuskan ketimpangan.

Kajian-kajian Sariro mengenai konteks sosial dan politik Indonesia memperlihatkan betapa kompleks dan pentingnya kajian sosial-politik itu. Hal ini penting dilakukan agar pembangunan dan kemajuan Indonesia dapat diakses oleh seluruh masyarakat dan tidak terjadi ketimpangan di dalamnya. Sebagai sebuah negara yang besar, Indonesia perlu memahami betapa perbedaan yang ada di dalamnya adalah sebuah kekayaan, bukan hambatan. Sariro menegaskan bahwasanya dengan memahami kondisi sosial-politik yang ada, maka kita bisa memperbaiki problem-problem sosial yang ada di dalam masyarakat.

BacaJuga :

OPINI: Smart Kampung Banyuwangi dan Transformasi Pelayanan Publik

OPINI: Pelayanan Publik Unggul Berawal dari Integrasi Tata Kelola dan Digitalisasi

Dalam konteks ini dapat disimpulkan bahwa menggali persoalan sosial-politik di Indonesia melalui pendekatan otokritik dilakukan untuk merumuskan kritik dan konsep-konsep yang terpikirkan secara mendalam. Dalam kajian otokritik ini, kita harus bersikap terbuka dan menghargai setiap pandangan, sehingga penguatan solidaritas di antara masyarakat dapat dilakukan. Kehadiran otokritik dalam mengkaji isu sosial-politik pun membuka ruang bagi perspektif yang berkembang di dalam masyarakat serta dapat menyatukan pemikiran untuk demi kemajuan masyarakat Indonesia. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Eko WindartoSatupena

Comments 1

  1. Eko Windarto says:
    3 tahun ago

    Makasih, atas termuatnya esai saya di atas. Salam satu jiwa satu rasa

    Reply

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Kabupaten Malang 2026 Dapat Benih Tebu Rp40 Miliar, Program Dikawal Ketat

Ngaku Bawa Sajam untuk Foto-foto di Acara Silat, Dua Pemuda di Malang Jadi Tersangka

FISIP UNIRA Malang Siapkan Konferensi Perdamaian Dunia dan Kemerdekaan Palestina

PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Baru dari Pemkab Gresik

Bakorwil Malang Pacu Selatan Jatim Jadi Motor Ekonomi Baru

Jatim Kenalkan Empat Varietas Tebu Unggul Baru

BGN Setop Layanan MBG Saat Libur Sekolah, Dapur SPPG Dilarang Beroperasi

PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik Jadikan Malik Ibrahim Spirit Pergerakan

Jelang 25 Tahun Berkarya, The Rain Rilis Single Baru ‘Semoga Dia Bahagia’

Kejar Swasembada Gula, Gubernur Jatim Minta Pasar Dijaga

Prev Next

POPULER HARI INI

Jalan Sepanjang-Talangsuko Turen Diperbaiki dengan Metode Lapen

INTIP Soroti Hibah Rp3,9 Miliar DPKPCK Kabupaten Malang

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

BGN Setop Layanan MBG Saat Libur Sekolah, Dapur SPPG Dilarang Beroperasi

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

BERITA LAINNYA

Kabupaten Malang 2026 Dapat Benih Tebu Rp40 Miliar, Program Dikawal Ketat

Ngaku Bawa Sajam untuk Foto-foto di Acara Silat, Dua Pemuda di Malang Jadi Tersangka

FISIP UNIRA Malang Siapkan Konferensi Perdamaian Dunia dan Kemerdekaan Palestina

PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Baru dari Pemkab Gresik

Bakorwil Malang Pacu Selatan Jatim Jadi Motor Ekonomi Baru

Jatim Kenalkan Empat Varietas Tebu Unggul Baru

BGN Setop Layanan MBG Saat Libur Sekolah, Dapur SPPG Dilarang Beroperasi

PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik Jadikan Malik Ibrahim Spirit Pergerakan

Jelang 25 Tahun Berkarya, The Rain Rilis Single Baru ‘Semoga Dia Bahagia’

Kejar Swasembada Gula, Gubernur Jatim Minta Pasar Dijaga

Prev Next

POPULER MINGGU INI

INTIP Soroti Hibah Rp3,9 Miliar DPKPCK Kabupaten Malang

Besalen Sanakridha Brajangga Karanganyar Diresmikan, Jaga Peradaban Tosan Aji Nusantara

Saat Efisiensi, Perjalanan Dinas DPKCPK Kabupaten Malang Membengkak

Pemkab Gresik Kerahkan 1.095 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Jalan Sepanjang-Talangsuko Turen Diperbaiki dengan Metode Lapen

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved